JAKARTA, TeropongJakarta.com – Perjalanan panjang menuju pengabdian tidak selalu berjalan mudah. Hal itu dirasakan oleh Serda (K) Afifah Amelia atau biasa di panggil Amel, prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI Angkatan Darat yang membuktikan bahwa ketekunan, disiplin, dan keyakinan mampu membawa seseorang meraih cita-citanya.
Sejak duduk di bangku SMA, Amel telah memiliki impian untuk menjadi seorang abdi negara. Keinginannya tersebut tumbuh dari nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya, yaitu pentingnya memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu sesama.
“Sejak SMA saya sudah memiliki keinginan untuk menjadi seseorang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Orang tua selalu mengajarkan bahwa hidup yang baik adalah hidup yang bisa membantu orang lain,” ujar Amel.
Awalnya, Amel bercita-cita menjadi anggota Polri melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol). Namun, langkahnya tidak berhenti di satu pintu. Sejak 2019, ia mulai mengikuti berbagai seleksi abdi negara, mulai dari Akpol, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), hingga Taruni Akademi Militer (Akmil).
Di tengah perjuangannya mengejar cita-cita tersebut, Afifah tetap menjalani pendidikan di bidang Farmasi serta aktif membantu orang tuanya membangun Yayasan Bagus Insani. Baginya, setiap proses yang dijalani menjadi bagian dari pembentukan karakter.

Perjalanan panjang itu tidak selalu mudah. Beberapa kali belum berhasil dalam seleksi menjadi pengalaman yang membuatnya semakin kuat.
“Saya percaya bahwa setiap kegagalan bukanlah akhir, tetapi bagian dari proses menuju tujuan yang lebih baik. Ketika belum berhasil dalam beberapa seleksi, saya memilih menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan fisik, akademik, dan mental,” katanya.
Untuk mencapai impiannya menjadi Kowad, Amel menjalani rutinitas yang penuh disiplin. Ia harus membagi waktu antara kuliah, membantu kegiatan sosial di Yayasan Bagus Insani, serta menjalani latihan fisik.
Saat mempersiapkan seleksi, pagi hari ia gunakan untuk berlari, siang menjalani perkuliahan, dan sore kembali berlatih fisik serta pembinaan jasmani di lapangan. Malam hari menjadi waktu untuk mempersiapkan materi seleksi.
Menurut Amel, kunci melewati proses panjang tersebut adalah kemampuan mengatur waktu dan menjaga komitmen terhadap tujuan.

“Memang melelahkan, tetapi ketika tujuan kita jelas, setiap pengorbanan terasa lebih bermakna,” ungkapnya.
Selain perjuangan pribadi, dukungan dan nilai dari keluarga menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi Amel. Melalui Yayasan Bagus Insani, ia belajar tentang kepedulian, keikhlasan, dan pentingnya membantu orang lain tanpa melihat keuntungan pribadi.
Orang tuanya selalu mengajarkan bahwa hidup harus diisi dengan kebaikan, meskipun terkadang menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain.
“Keikhlasan, kerja keras, kejujuran, dan kepedulian kepada sesama adalah nilai yang tidak boleh ditinggalkan. Nilai-nilai itu membentuk saya menjadi pribadi yang lebih sabar, bertanggung jawab, dan pantang menyerah,” tuturnya.
Perjuangan selama empat tahun akhirnya membuahkan hasil. Pada 2023, Amel berhasil lulus dan resmi menjadi bagian dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Setelah itu, ia menjalankan tugas di Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat (Puskesad).

Kini, langkah pengabdiannya semakin luas. Amel dipercaya menjadi bagian dari Satgas TNI di Lebanon. Penugasan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus kehormatan besar baginya untuk membawa nama Indonesia dalam misi internasional.
“Menjadi bagian dari Satgas Lebanon adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar. Saya ingin terus belajar, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi terbaik dalam setiap tugas yang diberikan,” ujar Amel.
Di tengah tugasnya sebagai prajurit, Amel juga masih memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan Farmasi agar ilmu yang dimilikinya dapat semakin bermanfaat bagi institusi TNI maupun masyarakat.
Baginya, menjadi prajurit bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.
Perjalanan Serda (K) Afifah Amelia menjadi bukti bahwa keberhasilan lahir dari proses panjang, keberanian menghadapi kegagalan, serta keteguhan untuk terus berjuang hingga cita-cita tercapai.
