Yogyakarta, TeropongJakarta.com – Setiap orang memiliki cara berbeda untuk menghadapi kehilangan. Bagi Sekar Mudita, kehilangan sang ibu menjadi fase paling berat dalam hidupnya. Namun, dari rasa kehilangan tersebut, perempuan asal Yogyakarta ini perlahan menemukan ruang untuk berdamai dengan diri sendiri melalui yoga hingga akhirnya membangun perjalanan baru sebagai content creator di bidang beauty dan lifestyle.
Maret 2026 menjadi bulan yang tidak akan pernah dilupakan oleh Sekar. Ia harus menerima kenyataan bahwa sosok yang selama ini menjadi tempat pulang sekaligus sumber kekuatannya, sang ibu, telah pergi untuk selamanya di usia 50 tahun.
Sejak kecil, Sekar memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ibunya. Sang ayah meninggal ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar, sehingga sebagian besar perjalanan hidupnya dilalui bersama sang ibu.

Bagi Sekar, hampir seluruh mimpi yang ia bangun selama ini berawal dari keinginannya untuk membahagiakan sang ibu. Karena itu, kepergian tersebut meninggalkan rasa kehilangan yang begitu besar.
“Aku dari kecil hidup sama ibu aja. Semua tujuan dan mimpi aku rasanya untuk membahagiakan beliau. Jadi ketika beliau pergi, ada rasa seperti belum sempat memberikan kebahagiaan yang ingin aku berikan,” ujar Sekar.
Setelah kehilangan ibunya, Sekar juga mengambil keputusan besar dalam hidupnya dengan meninggalkan pekerjaan sebagai konsultan teknik. Ia mengaku sempat berada dalam kondisi terpuruk, bahkan hampir setiap waktu dipenuhi rasa sedih dan tangisan.
Namun, dukungan dari orang-orang terdekat membuat Sekar perlahan mencoba bangkit. Teman-temannya silih berganti memberikan semangat hingga akhirnya salah satu sahabat yang juga pernah mengalami kehilangan mengajaknya mencoba yoga.

Pada April 2026, Sekar mulai melakukan yoga untuk pertama kalinya. Awalnya, yoga menjadi cara untuk membantu mengendalikan emosi dan memberikan ruang bagi dirinya untuk kembali merasa tenang.
Seiring waktu, yoga tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi perjalanan mengenal dirinya lebih dalam.
“Yoga bukan berarti menghilangkan rasa kehilangan aku. Tapi yoga mengajarkan aku untuk berdamai dengan diri sendiri, termasuk dengan rasa bersalah yang pernah aku rasakan,” ungkapnya.
Dari proses tersebut, Sekar mulai percaya diri untuk membagikan pengalamannya melalui konten digital. Ia ingin menunjukkan bahwa perjalanan merawat diri bukan berarti hidup seseorang selalu sempurna, melainkan sebuah pilihan untuk tetap mencintai diri sendiri dan terus melangkah meski pernah berada di titik terendah.
Kini, Sekar fokus membuat konten beauty x lifestyle dengan mengangkat tema yoga, keseharian, kesehatan mental, serta gaya hidup yang lebih mindful. Melalui media sosialnya, ia ingin memberikan informasi dan inspirasi bagi orang-orang yang membutuhkan energi positif.
Dalam perjalanan sebagai content creator, Sekar juga telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah brand dan komunitas lifestyle, seperti Yellow Swim, Kula Yoga, Ovilog, dan Herspace Gym.

Baginya, pencapaian yang diraih saat ini bukan hanya tentang membangun karier baru, tetapi juga menjadi bentuk melanjutkan mimpi yang pernah ia miliki bersama sang ibu.
“Bu, terima kasih sudah menjadi alasan untuk melanjutkan mimpi-mimpi itu. Aku kangen banget sama ibu. Kali ini aku mau menjalani hidup sebaik-baiknya. Semua yang aku capai hari ini buat ibu,” tutur Sekar.
Perjalanan Sekar Mudita menjadi pengingat bahwa kehilangan memang meninggalkan luka, tetapi cinta dan kenangan dari orang terkasih dapat menjadi kekuatan untuk terus berjalan. Melalui yoga dan konten lifestyle yang ia bangun, Sekar memilih untuk mengubah rasa kehilangan menjadi sebuah perjalanan penuh makna.
