Aceh, TeropongJakarta.com – Perjalanan karier tidak selalu harus berjalan dalam satu jalur. Hal itu tercermin dari sosok drg. Cut Tary Syhntya, perempuan asal Aceh yang tidak hanya menekuni profesinya sebagai dokter gigi, tetapi juga berani mengeksplorasi dunia bisnis dan pengembangan diri.
Bagi drg. Tary, profesi dokter gigi menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Dunia kedokteran gigi mengajarkannya untuk memahami manusia, memberikan pelayanan dengan ketulusan, sekaligus bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul ketertarikan untuk mengembangkan potensi di luar profesi medis. Ia kemudian mulai mencoba membangun sejumlah usaha. Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ada proses belajar, evaluasi, hingga kegagalan yang justru menjadi bagian penting dalam membentuk dirinya.
“Bagi saya, justru dari situlah perjalanan menjadi menarik. Saya belajar bahwa profesi dan bisnis bukan dua dunia yang harus dipisahkan,” ujar drg. Tary.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari dunia kedokteran memiliki keterkaitan dengan perjalanan bisnis. Disiplin, ketelitian, empati, dan tanggung jawab yang terbentuk sebagai dokter gigi menjadi bekal ketika dirinya menghadapi tantangan di dunia usaha.
Sementara itu, bisnis memberikan ruang bagi drg. Tary untuk mengasah keberanian dalam mengambil peluang, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan membaca kebutuhan orang lain.
Menjalani beberapa peran sekaligus membuat drg. Tary harus menghadapi tantangan dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas. Baginya, mempertahankan kualitas dalam setiap tanggung jawab menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Pengalaman paling berkesan justru datang ketika sesuatu yang dibangunnya tidak berjalan sesuai harapan. Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa keberhasilan bukan sekadar tentang seberapa cepat seseorang mencapai tujuan.
“Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa cepat kita sampai pada tujuan, tetapi seberapa matang kita ketika menghadapi prosesnya,” tuturnya.
Drg. Tary juga belajar untuk tidak takut menjadi pemula. Ketika memasuki bidang baru, ia harus kembali mempelajari banyak hal dari dasar, menerima kritik, mendengarkan orang lain, hingga berani mengakui keterbatasan.

Ia menilai, menjadi multitalenta bukan berarti seseorang harus mampu mengerjakan semuanya seorang diri. Justru, kemampuan mengetahui kelebihan, mengenali hal yang masih perlu dipelajari, serta membangun kolaborasi menjadi bagian penting dalam proses berkembang.
Keinginan untuk terus berkembang menjadi salah satu alasan drg. Tary berani memperluas langkah ke dunia bisnis.
Ia percaya bahwa seseorang tidak seharusnya berhenti berkembang hanya karena telah memiliki profesi atau mencapai satu pencapaian tertentu. Baginya, ilmu dan pengalaman akan lebih bermakna apabila dapat berkembang menjadi sesuatu yang memberikan manfaat lebih luas.
“Saya ingin membangun kehidupan yang memiliki value. Bagi saya, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian materi, tetapi tentang seberapa banyak kita bisa menciptakan sesuatu, membuka peluang, memberikan manfaat, dan meninggalkan dampak yang baik,” katanya.
Karena itu, drg. Tary terus membuka diri terhadap berbagai kesempatan untuk belajar. Ia ingin tetap menjalankan profesinya sebagai dokter gigi secara profesional, sekaligus menjadi perempuan yang mandiri, kreatif, dan berani membangun sesuatu.
Dari perjalanan yang dijalaninya, drg. Tary memiliki pesan bagi generasi muda yang ingin mengembangkan karier sekaligus mencoba dunia bisnis.
Menurutnya, seseorang tidak perlu membatasi diri hanya karena dikenal melalui satu profesi. Memiliki keahlian utama bukan berarti menutup kesempatan untuk mengeksplorasi bidang lain.

“Mulailah dari apa yang kita punya. Bangun perlahan, belajar dengan serius, berani mencoba, dan jangan takut gagal,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran perjalanan pribadi. Setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda.
Bagi drg. Tary, kesuksesan seorang perempuan bukan tentang memilih antara karier, bisnis, atau kehidupan pribadi. Lebih dari itu, kesuksesan adalah kemampuan untuk terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri tanpa kehilangan nilai, prinsip, dan tujuan hidup.
“Jangan hanya mengejar kesuksesan yang terlihat. Bangunlah kehidupan yang memiliki nilai, proses yang bermakna, dan karya yang bisa memberikan manfaat,” pungkasnya.
