Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Tak Hanya Jadi Dokter Gigi, Ini Kisah drg. Cut Tary Syhntya Menekuni Dunia Bisnis
    Health

    Tak Hanya Jadi Dokter Gigi, Ini Kisah drg. Cut Tary Syhntya Menekuni Dunia Bisnis

    AdminBy AdminAugust 25, 2026Updated:August 25, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Aceh, TeropongJakarta.com – Perjalanan karier tidak selalu harus berjalan dalam satu jalur. Hal itu tercermin dari sosok drg. Cut Tary Syhntya, perempuan asal Aceh yang tidak hanya menekuni profesinya sebagai dokter gigi, tetapi juga berani mengeksplorasi dunia bisnis dan pengembangan diri.

    Bagi drg. Tary, profesi dokter gigi menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidupnya. Dunia kedokteran gigi mengajarkannya untuk memahami manusia, memberikan pelayanan dengan ketulusan, sekaligus bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil.

    Namun, seiring berjalannya waktu, muncul ketertarikan untuk mengembangkan potensi di luar profesi medis. Ia kemudian mulai mencoba membangun sejumlah usaha. Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ada proses belajar, evaluasi, hingga kegagalan yang justru menjadi bagian penting dalam membentuk dirinya.

    “Bagi saya, justru dari situlah perjalanan menjadi menarik. Saya belajar bahwa profesi dan bisnis bukan dua dunia yang harus dipisahkan,” ujar drg. Tary.

    Menurutnya, ilmu yang diperoleh dari dunia kedokteran memiliki keterkaitan dengan perjalanan bisnis. Disiplin, ketelitian, empati, dan tanggung jawab yang terbentuk sebagai dokter gigi menjadi bekal ketika dirinya menghadapi tantangan di dunia usaha.

    Sementara itu, bisnis memberikan ruang bagi drg. Tary untuk mengasah keberanian dalam mengambil peluang, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan membaca kebutuhan orang lain.

    Menjalani beberapa peran sekaligus membuat drg. Tary harus menghadapi tantangan dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas. Baginya, mempertahankan kualitas dalam setiap tanggung jawab menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

    Pengalaman paling berkesan justru datang ketika sesuatu yang dibangunnya tidak berjalan sesuai harapan. Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa keberhasilan bukan sekadar tentang seberapa cepat seseorang mencapai tujuan.

    “Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa cepat kita sampai pada tujuan, tetapi seberapa matang kita ketika menghadapi prosesnya,” tuturnya.

    Drg. Tary juga belajar untuk tidak takut menjadi pemula. Ketika memasuki bidang baru, ia harus kembali mempelajari banyak hal dari dasar, menerima kritik, mendengarkan orang lain, hingga berani mengakui keterbatasan.

    Ia menilai, menjadi multitalenta bukan berarti seseorang harus mampu mengerjakan semuanya seorang diri. Justru, kemampuan mengetahui kelebihan, mengenali hal yang masih perlu dipelajari, serta membangun kolaborasi menjadi bagian penting dalam proses berkembang.

    Keinginan untuk terus berkembang menjadi salah satu alasan drg. Tary berani memperluas langkah ke dunia bisnis.

    Ia percaya bahwa seseorang tidak seharusnya berhenti berkembang hanya karena telah memiliki profesi atau mencapai satu pencapaian tertentu. Baginya, ilmu dan pengalaman akan lebih bermakna apabila dapat berkembang menjadi sesuatu yang memberikan manfaat lebih luas.

    “Saya ingin membangun kehidupan yang memiliki value. Bagi saya, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian materi, tetapi tentang seberapa banyak kita bisa menciptakan sesuatu, membuka peluang, memberikan manfaat, dan meninggalkan dampak yang baik,” katanya.

    Karena itu, drg. Tary terus membuka diri terhadap berbagai kesempatan untuk belajar. Ia ingin tetap menjalankan profesinya sebagai dokter gigi secara profesional, sekaligus menjadi perempuan yang mandiri, kreatif, dan berani membangun sesuatu.

    Dari perjalanan yang dijalaninya, drg. Tary memiliki pesan bagi generasi muda yang ingin mengembangkan karier sekaligus mencoba dunia bisnis.

    Menurutnya, seseorang tidak perlu membatasi diri hanya karena dikenal melalui satu profesi. Memiliki keahlian utama bukan berarti menutup kesempatan untuk mengeksplorasi bidang lain.

    “Mulailah dari apa yang kita punya. Bangun perlahan, belajar dengan serius, berani mencoba, dan jangan takut gagal,” ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran perjalanan pribadi. Setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda.

    Bagi drg. Tary, kesuksesan seorang perempuan bukan tentang memilih antara karier, bisnis, atau kehidupan pribadi. Lebih dari itu, kesuksesan adalah kemampuan untuk terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri sendiri tanpa kehilangan nilai, prinsip, dan tujuan hidup.

    “Jangan hanya mengejar kesuksesan yang terlihat. Bangunlah kehidupan yang memiliki nilai, proses yang bermakna, dan karya yang bisa memberikan manfaat,” pungkasnya.

    Berita bisnis drg Cut Tary Cut Tary Syhntya dokter gigi Aceh dokter gigi dan bisnis dokter gigi inspiratif dokter gigi pengusaha drg Cut Tary Syhntya dunia bisnis Health Kisah inspiratif perempuan news pengusaha perempuan perempuan inspiratif Aceh perempuan multitalenta perjalanan karier dokter gigi perjalanan karier inspiratif profil drg Cut Tary Syhntya sosok inspiratif Aceh Teropong Jakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleBukan Jalan Mudah, Kisah Serda (W) Azzahra 10 Kali Gagal Sebelum Berhasil Jadi Prajurit TNI AU
    Next Article Dari Ingin Jaga Berat Badan, Ajeng Prita Menemukan Passion Baru di Dunia Lari hingga Trail
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    September 15, 2026

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    September 14, 2026

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.