Cibubur, TeropongJakarta.com – Di tengah berkembangnya ekonomi digital, profesi content creator semakin dilirik sebagai pilihan karier yang menawarkan fleksibilitas. Namun, di balik kesuksesan yang terlihat di media sosial, tidak sedikit kreator yang memulai perjalanan mereka dari bawah. Hal itu pula yang dialami Christina Pita, perempuan asal Cibubur yang sebelumnya menghabiskan 11 tahun sebagai karyawan tetap di salah satu bank BUMN.
Selama lebih dari satu dekade bekerja, Christina menikmati stabilitas karier yang diidamkan banyak orang. Namun, rutinitas yang sama setiap hari dan keharusan meninggalkan anak yang masih kecil membuatnya mulai memikirkan pilihan lain agar tetap bisa berkarya sekaligus lebih dekat dengan keluarga.
Kesempatan itu datang ketika seorang teman mengajaknya bergabung dalam komunitas content creator. Saat itu, ia tidak langsung melihatnya sebagai pekerjaan utama. Christina memilih menjalaninya sebagai aktivitas sampingan sambil tetap bekerja di bank.

Perjalanannya pun tidak berlangsung instan. Di awal, ia bahkan menerima kerja sama tanpa bayaran, hanya berupa produk sebagai barter untuk membangun portofolio. Setelah itu, ia mulai memperoleh bayaran Rp50 ribu, kemudian meningkat menjadi Rp100 ribu, Rp200 ribu, hingga Rp300 ribu untuk satu konten.
Seiring bertambahnya pengalaman, kualitas konten, dan jumlah pengikut, kepercayaan dari berbagai brand mulai berdatangan. Kini, Christina mengaku dapat memperoleh bayaran hingga jutaan rupiah untuk satu video.
Meski demikian, ia tidak langsung mengambil keputusan besar untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Selama dua tahun, Christina menjalani dua profesi sekaligus sebagai karyawan bank dan content creator. Menurutnya, keputusan meninggalkan zona nyaman harus didasarkan pada perhitungan yang matang, bukan sekadar mengikuti tren.
“Aku baru memutuskan resign ketika pendapatan dari content creator sudah lebih besar dan stabil. Selain itu, aku juga melihat profesi ini memiliki prospek jangka panjang,” ujarnya.

Bagi Christina, tantangan terbesar selama membangun karier digital adalah menjaga konsistensi. Ia terus belajar membuat konten yang menarik, memahami kebutuhan audiens, hingga mengasah kemampuan editing dan storytelling agar setiap karya memiliki kualitas yang lebih baik.
Ia juga percaya bahwa personal branding tidak hanya dibangun dari jumlah pengikut di media sosial. Profesionalisme dalam bekerja, komunikasi yang baik, ketepatan waktu, serta kemampuan memenuhi ekspektasi brand menjadi faktor penting yang membuat kepercayaan terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Kini, setelah beralih menjadi content creator penuh waktu, Christina menikmati fleksibilitas yang selama ini diimpikannya. Ia mengatur jadwal produksi konten mengikuti aktivitas anak, bahkan kerap membuat beberapa konten sekaligus dalam satu hari agar memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.

Menurut Christina, profesi content creator memang memberikan kebebasan dalam mengatur waktu, tetapi tetap membutuhkan disiplin, komitmen, dan kemauan untuk terus belajar.
Ia pun berpesan kepada perempuan yang ingin memulai karier serupa agar tidak takut memulai dari nol. Baginya, membangun kemampuan, menjaga konsistensi, dan menikmati setiap proses jauh lebih penting daripada mengejar hasil secara instan.
“Kita tidak harus langsung berhasil. Yang terpenting adalah terus belajar, berani memulai, dan tetap konsisten. Kesempatan akan datang kepada mereka yang terus bertumbuh,” tutup Christina.
