Sulawesi, TeropongJakarta.com – Memulai bisnis di usia muda bukan hal mudah bagi banyak orang. Namun bagi Dilla Ainun Tata, dunia usaha justru sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil. Berawal dari kebiasaan sederhana berjualan kepada teman sekolah, kini ia tumbuh menjadi sosok pengusaha muda yang terus konsisten berkarya dan membangun relasi.
Dilla mengaku sejak duduk di bangku sekolah dirinya sudah senang membuat dan menjual berbagai produk handmade. Mulai dari gelang, aksesori, binder, camilan, hingga kuteks, semuanya pernah ia jual sendiri kepada teman-temannya.
“Dari kecil memang saya senang jualan. Waktu sekolah saya sering membuat produk handmade lalu dijual ke teman-teman,” ujarnya.
Kebiasaan tersebut perlahan membentuk mental bisnis dalam dirinya. Seiring berkembangnya media sosial dan dunia digital, Dilla mulai serius mempelajari bisnis online pada 2018 lewat usaha kosmetik. Saat itu ia memulai dari langkah sederhana sebagai reseller dengan modal kecil.

Meski dimulai dari bawah, Dilla tidak berhenti belajar. Ia mulai memahami cara promosi digital, membangun reseller, hingga mempelajari algoritma media sosial untuk memperluas pasar bisnisnya.
“Pelan-pelan saya belajar bagaimana cara promosi di media sosial dan membangun reseller,” katanya.
Perjalanan bisnisnya terus berkembang. Pada 2020, Dilla mencoba membuka usaha di bidang food and beverage (F&B). Ide tersebut muncul karena banyak teman dekatnya menyukai masakan yang ia buat sendiri. Dari sana, ia melihat peluang untuk mengembangkan usaha kuliner secara lebih serius.
Tak berhenti di situ, pada 2022 Dilla kembali memperluas langkah bisnisnya dengan masuk ke industri hilirisasi melalui usaha turunan kelapa. Baginya, dunia bisnis selalu membutuhkan inovasi dan keberanian untuk mencoba hal baru.

Dilla mengatakan, salah satu alasan yang membuat dirinya tetap konsisten hingga saat ini adalah rasa tidak pernah puas terhadap pencapaian diri sendiri. Ia merasa selalu ada hal baru yang perlu dipelajari dan dikembangkan.
“Saya merasa masih banyak yang harus dipelajari. Karena itu saya terus belajar menginovasi bisnis dan membangun relasi seluas-luasnya,” ungkapnya.
Keinginannya memperluas relasi juga membuat Dilla aktif bergabung dalam Organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Menurutnya, networking menjadi salah satu faktor terpenting dalam membuka peluang bisnis maupun karier di era sekarang.
Ia menilai, banyak peluang besar justru datang dari koneksi dan hubungan baik yang dibangun secara personal.

“Sekarang orang lebih sering memberi informasi atau peluang kepada orang terdekat terlebih dahulu dibanding membuat flyer. Jadi networking itu sangat penting,” jelasnya.
Di tengah perkembangan era digital, Dilla juga melihat tantangan terbesar anak muda saat ini adalah terlalu takut memulai karena ingin semuanya terlihat sempurna. Padahal menurutnya, media sosial saat ini dapat menjadi portofolio yang memperlihatkan kemampuan dan potensi diri.
“Di era sekarang media sosial itu seperti CV atau portofolio. Orang bisa melihat kita punya skill apa dan akhirnya tertarik untuk berkolaborasi,” katanya.
Karena itu, Dilla percaya keberanian untuk mulai tampil jauh lebih penting dibanding terus menunggu sempurna. Ia berharap anak muda bisa terus percaya pada proses, berani mencoba, dan konsisten berkembang agar mampu membawa bisnisnya naik kelas di masa depan.
