Bali, TeropongJakarta.com – Maheswari Production Indonesia berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Sakti Kartini 2026 melalui karya berjudul “Cermin Dua Dunia”. Kompetisi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini dan diikuti oleh berbagai peserta dari sanggar tari, institusi pendidikan, hingga komunitas seni dari sejumlah daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Sakti Kartini: Pesona Wanita dalam Gerak”, ajang ini mendorong peserta untuk menampilkan karya yang merepresentasikan nilai, peran, serta dinamika perempuan dalam kehidupan sosial. Dalam kompetisi tersebut, Maheswari Production Indonesia menghadirkan konsep yang mengangkat isu emansipasi perempuan melalui perspektif tradisi dan modernitas.

Karya “Cermin Dua Dunia” menggambarkan posisi perempuan yang berada di antara dua nilai kehidupan yang kerap beririsan. Simbol cermin digunakan sebagai representasi refleksi diri, yang menggambarkan dualitas identitas serta tantangan perempuan dalam menjalankan berbagai peran di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Koreografer karya tersebut, Lydia Devi Nursanthi, S.E., M.Sn., menjelaskan bahwa ide penciptaan karya ini berangkat dari realitas yang dihadapi perempuan masa kini. “Perempuan sering kali berada di antara nilai tradisi dan modernitas. Karya ini mencoba menghadirkan refleksi atas posisi tersebut melalui gerak dan simbol,” ujarnya.

Penampilan Maheswari Production Indonesia mendapat penilaian positif dari dewan juri. Karya ini dinilai unggul dari segi konsep, kekuatan struktur koreografi, serta kemampuan para penari dalam menyampaikan pesan secara utuh. Setiap elemen gerak dinilai memiliki keterkaitan yang kuat dengan narasi yang dibangun, sehingga mampu menghadirkan pertunjukan yang komunikatif.
Selain koreografi, karya ini juga didukung oleh komposisi musik yang digarap oleh Rizki Aidul Akbar, S.Sn. Perpaduan antara gerak dan musik dinilai mampu memperkuat suasana serta pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Penampilan tersebut dibawakan oleh tujuh penari, yakni Diajeng Artikasari, Elsyaira Reijumaeza Rinaldo, Kartika Aprillia Tolib, Khansa Alifah Rahmasari, Rizka Ageng Adyaningrum, Sailil Athiyah, dan Stefina Aprilia Arliandi, yang tampil dengan ekspresi dan teknik yang dinilai solid sepanjang pertunjukan.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Maheswari Production Indonesia di tingkat nasional sebagai kelompok seni yang konsisten menghadirkan karya berbasis riset dan isu sosial. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa seni tari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi dapat menjadi medium untuk menyampaikan gagasan serta refleksi terhadap peran perempuan di tengah dinamika zaman.
