Sampit, TeropongJakarta.com – Citimall Sampit pada 25 April 2026 menjadi tuan rumah bagi acara Public Discussion bertajuk “Kebaya dan Mindset Perempuan Modern: Perspektif Psikologi, Fashion, Pendidikan, dan Kepercayaan Diri.” Acara ini berhasil menarik perhatian banyak masyarakat, khususnya perempuan muda, yang ingin memahami makna kebaya sebagai lebih dari sekadar busana tradisional, tetapi juga sebagai simbol identitas, kepercayaan diri, dan kekuatan perempuan masa kini.
Kegiatan ini semakin meriah dengan parade kebaya yang menampilkan 20 model berbakat dari Cans Modelling. Para model tampil anggun dan penuh percaya diri, membuktikan bahwa kebaya tetap relevan dan elegan meski dunia fashion terus berkembang. Setiap langkah di runway menjadi bukti nyata bahwa budaya dan modernitas dapat berjalan berdampingan, memberikan ruang ekspresi bagi perempuan muda untuk tampil percaya diri tanpa kehilangan akar budaya mereka.
Fokus utama acara ini adalah Cantika Maulidya, S.Pd, Founder Cans Modelling, yang juga menjadi narasumber utama. Cantika, yang dikenal aktif dalam dunia modeling, fashion, dan pengembangan kepercayaan diri perempuan muda, membawakan materi dengan penuh kharisma. Dalam penyampaiannya, Cantika menekankan bahwa kebaya bukan hanya busana tradisional, melainkan simbol nilai, karakter, dan penghormatan terhadap jati diri perempuan Indonesia.

“Perempuan modern tidak perlu meninggalkan budaya untuk terlihat maju. Sebaliknya, dengan memahami nilai-nilai budaya seperti kebaya, perempuan dapat membangun identitas yang kuat, elegan, dan berkelas. Kebaya adalah simbol perempuan yang bangga dengan warisan budayanya dan tetap relevan dalam dunia modern,” ungkap Cantika. Sebagai founder Cans Modelling, ia terus mendorong generasi muda untuk berani tampil, berbicara, dan memiliki mindset positif terhadap diri mereka sendiri.
Acara ini juga menghadirkan narasumber lainnya yang tak kalah inspiratif, yakni Siti Khusnul Azizah, S.Psi, yang memberikan perspektif psikologis tentang perempuan modern dan kepercayaan diri. Diskusi semakin hidup dengan kehadiran Rizki Alysa, Duta Bahasa Kalimantan Tengah, sebagai moderator yang memandu acara dengan elegan dan komunikatif. Rizki berhasil menjembatani percakapan antara narasumber dan audiens, menjadikan forum diskusi lebih dinamis, hangat, dan mudah dipahami.
Kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan para sponsor dan kolaborasi dengan MUA (Make Up Artist) terbaik di Sampit. Para MUA memberikan sentuhan profesional pada penampilan model dan narasumber, mempercantik visual acara dengan cara yang elegan dan berkelas. Profesionalisme mereka menegaskan bahwa industri kecantikan di Sampit memiliki talenta luar biasa yang patut diapresiasi.

Dengan terselenggaranya acara ini, Cans Modelling kembali membuktikan komitmennya sebagai wadah pengembangan bakat, karakter, dan kepercayaan diri generasi muda. Public Discussion ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga ruang apresiasi budaya, pemberdayaan perempuan, dan inspirasi bagi banyak orang.
Cantika Maulidya berhasil menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya memimpin, tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi banyak perempuan untuk terus berkembang, percaya diri, dan bangga menjadi diri mereka sendiri. Dengan kegiatan ini, Cans Modelling berhasil menciptakan ruang yang menggabungkan budaya, fashion, dan kepercayaan diri perempuan untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan penuh inspirasi.
