Lamongan, TeropongJakarta.com – Teresia Putri Prabuanasari, yang saat ini menjabat sebagai Supervisor Operasional Layanan di BRI Unit Deket, Cabang Lamongan, Regional Office Surabaya, telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia perbankan. Kariernya yang dimulai pada 2009 lebih dari sekadar mengisi posisi baginya, perbankan adalah ruang untuk membangun kepercayaan dan hadir dalam perjalanan hidup orang lain, baik dalam momen kebutuhan, harapan, maupun tantangan mereka.
“Bagi saya, perbankan bukan hanya tempat bekerja, tapi lebih sebagai momen untuk melayani. Saya menemukan makna dalam setiap interaksi dengan nasabah, baik itu saat mereka membutuhkan solusi finansial maupun ketika mereka menghadapi kesulitan hidup,” ungkap Teresia dengan penuh ketulusan.
Seiring berjalannya waktu, Teresia menyaksikan perubahan besar dalam industri perbankan. Dari transaksi manual dan prosedur yang kaku, kini sektor ini semakin bergeser ke layanan berbasis digital yang lebih personal dan mengutamakan hubungan. Transformasi ini juga mengubah peran banker, yang kini tak hanya melayani tetapi mendampingi nasabah dengan solusi yang lebih humanis.
“Tantangan terbesar dalam perbankan kini bukan sekadar transaksi, tetapi bagaimana kita bisa membangun hubungan yang lebih dekat dengan nasabah, menggunakan teknologi untuk mendukung pelayanan,” jelas Teresia, yang merasa bahwa kehadirannya di dunia perbankan adalah untuk membangun ikatan yang lebih kuat dengan masyarakat.

Meskipun dunia perbankan saat ini kerap dipandang sebagai sektor yang berbasis hasil, Teresia memiliki pandangan berbeda mengenai cara mencapai kesuksesan. “Dulu saya berorientasi pada hasil, tapi sekarang saya percaya bahwa bagaimana kita mencapai sesuatu jauh lebih penting daripada hasil itu sendiri. Proses membentuk karakter, hubungan, dan kepercayaan yang lebih mendalam,” ujarnya.
Dalam menjalankan kepemimpinan, Teresia mengedepankan prinsip kasih. Ia melihat peran pemimpin bukan sebagai sosok yang ingin dilayani, tetapi justru hadir untuk melayani. “Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang melayani, melindungi, dan mendampingi timnya. Saya tidak hanya memosisikan diri sebagai atasan, tetapi juga sebagai figur yang mengayomi, seperti seorang ibu yang selalu ada untuk timnya,” tegasnya.
Saat timnya menghadapi tekanan target yang tinggi dan masalah pribadi, Teresia tak segan untuk menurunkan ekspektasi angka sementara dan lebih mengutamakan kesejahteraan emosional timnya. “Saya selalu membuka ruang komunikasi yang jujur, memberi fleksibilitas saat dibutuhkan, dan ikut turun tangan dalam operasional. Hal ini penting untuk menjaga semangat dan kepercayaan tim,” ujar Teresia, yang dikenal sangat memperhatikan kondisi psikologis anggota timnya.
Dalam kepemimpinan yang ia jalani, Teresia mengedepankan prinsip people first, performance second. “Saya percaya, ketika pemimpin hadir dengan kasih, kinerja akan mengikuti. Ketika tim merasa dihargai dan diperhatikan, hasil yang baik akan tercapai dengan sendirinya,” tambahnya.
Menghadapi era digital yang semakin berkembang, Teresia menyadari bahwa peran frontliner dalam perbankan menjadi lebih penting dari sebelumnya. “Meskipun transaksi semakin otomatis, nilai manusiawi seperti empati, komunikasi yang efektif, dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah menjadi pembeda utama dalam memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah,” paparnya.
Dalam mempersiapkan tim frontliner, Teresia menekankan tiga hal penting: service mindset, yaitu melayani dengan hati; adaptability, atau kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan nasabah; dan emotional intelligence, atau kemampuan untuk memahami emosi nasabah dan merespons dengan tepat.

“Frontliner adalah wajah utama bank, dan mereka yang pertama dan terakhir kali berinteraksi dengan nasabah. Saya membiasakan tim untuk tidak hanya melayani, tetapi menghadirkan pengalaman positif bagi nasabah, termasuk dengan hal sederhana seperti senyum tulus dalam setiap interaksi,” ungkap Teresia.
Bagi Teresia, hidup yang berarti bukan tentang pencapaian luar biasa yang dilihat oleh dunia, melainkan tentang bagaimana setiap langkah hidupnya dipenuhi dengan kasih, iman, dan kemanusiaan. Dengan nilai-nilai inilah, Teresia berharap dapat terus memberikan kontribusi yang berarti, baik untuk dunia perbankan maupun untuk masyarakat luas.
Tiga Pilar Kepemimpinan Teresia Putri Prabuanasari:
People First, Performance Second: Mengutamakan kesejahteraan tim, lalu mengejar hasil yang diinginkan.
Proses Lebih Penting dari Hasil: Keberhasilan sejati tercapai melalui proses yang membawa pembentukan karakter dan hubungan yang lebih kuat.
Empati dalam Pelayanan: Menyediakan pengalaman yang berarti bagi nasabah, dengan fokus pada aspek manusiawi dalam setiap interaksi.
Dengan filosofi kepemimpinan ini, Teresia berkomitmen untuk terus melayani dengan kasih dan mengembangkan tim dengan hati, bukan hanya mengejar angka atau target semata.
