Kalimantan Selatan, TeropongJakarta.com – Pagi atau menjelang senja menjadi waktu yang paling ditunggu Indah Roose. Di sela kesibukannya bekerja di kantor, perempuan yang tinggal di Kalimantan Selatan ini membangun kebiasaan berlari sebagai cara menjaga kesehatan sekaligus menemukan inspirasi.
Kebiasaan itu bermula dari keinginannya menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif. Ia mulai membiasakan diri bangun lebih awal, lalu memilih waktu berlari ketika suasana masih tenang dan terasa lebih rileks.
“Saya mulai lari karena ingin lebih disiplin sekaligus mencari inspirasi untuk konten media sosial. Apalagi sekarang lagi tren lari, dan ternyata lari itu memang menyenangkan,” kata Indah kepada TeropongJakarta, pekan ini.

Bagi Indah, berlari bukan sekadar mengikuti tren gaya hidup sehat. Aktivitas itu perlahan berubah menjadi rutinitas yang membentuk kedisiplinan. Ia memanfaatkan waktu senggang di tengah pekerjaan untuk berlari, baik pada pagi maupun sore hari.
“Kalau kerjaan kantor lagi senggang, saya langsung lari. Rasanya bukan cuma olahraga untuk kesehatan, tapi juga jadi cara melepas penat setelah seharian bekerja,” ujarnya.
Dalam setiap langkahnya, Indah juga membawa kebiasaan lain: memotret. Lensa kamera menjadi cara baginya merekam suasana sekitar, mulai dari warna langit, jalanan, tumbuhan, hingga hewan yang ditemuinya di sepanjang rute lari.
Menurut dia, kebiasaan memotret membuatnya lebih peka terhadap detail lingkungan. Foto-foto tersebut kadang menjadi bahan konten media sosial, tetapi tidak jarang pula hanya disimpan sebagai kenangan perjalanan kecil sehari-hari.

“Lari pagi atau sore buat saya bukan cuma olahraga, tapi juga waktu refleksi. Bisa lihat alam, lihat orang berjalan, atau sekalian foto OOTD untuk diunggah ke Instagram Story,” katanya.
Indah menilai kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk gaya hidup aktif. Ia percaya disiplin bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan perlu dilatih melalui kebiasaan sederhana.
Ia pun mengajak anak muda untuk berani memulai tanpa menunggu waktu luang yang sempurna.
“Mulai saja dulu, tidak perlu lama. Sepuluh menit juga cukup. Temukan yang kamu suka, entah itu lari, yoga, atau jalan santai. Disiplin itu dibangun, bukan datang tiba-tiba,” ujar Indah.
