Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Berawal dari Lapak Batik Keluarga, Imam Rofi’i Bangun Usaha Tas di Pasar Sore Malioboro
    Food & Travel

    Berawal dari Lapak Batik Keluarga, Imam Rofi’i Bangun Usaha Tas di Pasar Sore Malioboro

    AdminBy AdminJanuary 26, 2026Updated:January 26, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Yogyakarta, LensaRedaksi.com – Menjelang senja, Malioboro kembali berganti wajah. Keramaian siang hari perlahan mereda, digantikan aktivitas Pasar Sore Malioboro yang mulai hidup. Lapak-lapak dibuka satu per satu, menawarkan beragam oleh-oleh khas Yogyakarta. Di antara deretan pedagang itu, Imam Rofi’i menata tas-tas bermotif batik dan etnik rutinitas yang kini menjadi bagian dari kesehariannya.

    Perjalanan Imam Rofi’i sebagai pedagang di Pasar Sore Malioboro bermula dari usaha keluarga. Ia tidak langsung berjualan tas. Bertahun-tahun sebelumnya, Imam membantu mertuanya yang lebih dulu berjualan batik sebagai oleh-oleh di kawasan tersebut. Dari lapak batik keluarga itulah ia mengenal Malioboro lebih dekat, bukan hanya sebagai ruang wisata, tetapi juga sebagai ruang hidup pedagang kecil.

    “Awalnya saya ikut mertua. Dari situ belajar banyak, terutama soal menghadapi pembeli dan membaca situasi,” kata Imam Rofi’i saat ditemui di sela waktu berjualan.

    Pengalaman berada di balik lapak keluarga membuat Imam memahami denyut Malioboro: kapan wisatawan ramai, kapan pasar lengang, serta bagaimana selera pembeli berubah. Ia belajar bahwa berdagang di kawasan wisata tidak cukup mengandalkan barang, tetapi juga kesabaran dan keuletan.

    Keputusan untuk berdiri sendiri baru diambil pada 2023. Tahun itu menjadi penanda penting bagi Imam Rofi’i. Ia membuka lapak sendiri di Pasar Sore Malioboro dan memilih fokus berjualan tas oleh-oleh. Pilihannya jatuh pada tas kain bermotif batik dan corak etnik, produk yang masih memiliki keterkaitan dengan akar usahanya di lapak batik keluarga.

    Menurut Imam Rofi’i, wisatawan yang datang ke Malioboro kerap mencari barang yang bukan sekadar fungsional, tetapi juga menyimpan identitas lokal. Tas bermotif khas Yogyakarta dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut.

    “Banyak pembeli bilang tasnya mau dipakai, tapi juga buat kenang-kenangan. Jadi harus ada ciri Jogjanya,” ujarnya.

    Membuka lapak sendiri di tengah pemulihan pariwisata bukan perkara mudah. Pasar Sore Malioboro perlahan kembali ramai setelah pandemi, meski situasinya belum sepenuhnya stabil. Imam Rofi’i memilih konsisten: membuka lapak setiap sore, menjaga kualitas barang, dan menyesuaikan diri dengan selera pembeli yang terus berubah.

    Ia masih mengingat masa pandemi sebagai periode paling berat. Saat itu, Malioboro yang biasanya padat wisatawan mendadak lengang. Sejumlah pedagang memilih berhenti. Imam Rofi’i tetap bertahan, meski pendapatan menurun drastis.

    “Saya percaya Malioboro itu punya napas panjang. Dari dulu selalu bisa hidup lagi,” katanya.

    Kini, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan domestik, Imam Rofi’i mulai merasakan dampak positif. Selain penjualan eceran, ia juga melayani pesanan untuk oleh-oleh rombongan dan kegiatan komunitas. Namun baginya, berdagang di Pasar Sore bukan semata soal angka penjualan.

    Lebih dari itu, Imam Rofi’i memandang lapaknya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi rakyat yang menjaga Malioboro tetap bernyawa. Keberadaan pedagang kecil, menurutnya, menjadi elemen penting yang mempertahankan identitas Malioboro di tengah perubahan wajah kota.

    “Kalau pedagang kecil masih ada, Malioboro masih punya ruh,” ujarnya.

    Kisah Imam Rofi’i adalah cerita tentang proses: belajar dari usaha keluarga, berani mandiri, dan bertahan di tengah pasang surut pariwisata. Cerita sederhana yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Malioboro.

    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleFauziah Eka Risna Puspita: Merawat Ruang Berbagi di Tengah Peran sebagai Pendidik dan Ibu
    Next Article Dari Zona Aman ke Industri Kecantikan: Langkah Syavira Ayu Aliffia Membangun Aliffiaza
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Bukan Sekadar Kendaraan, Begini Perjalanan Ocit Menemukan Solidaritas dan Gaya Hidup di Dunia Vespa

    August 27, 2026

    QueenzAngell, Model Asal Jakarta yang Meniti Karier hingga ke Australia

    August 7, 2026

    Pernah Bawa Budaya Jawa Barat ke Luar Negeri, Jihan Nabillah Kini Sukses Jadi Makeup Artist Profesional

    August 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.