Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Gekrafs Desak Regulasi Berpihak: Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Nasional
    News

    Gekrafs Desak Regulasi Berpihak: Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

    AdminBy AdminOctober 20, 2025Updated:October 20, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Sekretaris Jenderal Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Temmi Sumarlin, menyoroti kompleksitas tantangan yang masih membelit ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Dalam konferensi pers Hekrafnas 2025 bertajuk “Ekraf Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” di Jakarta, Minggu (19/10), Temi menegaskan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada keberlanjutan gerakan ekonomi kreatif, bukan hanya kegiatan seremonial jangka pendek.

    “Kita membutuhkan undang-undang yang benar-benar mendukung keberlanjutan ekosistem kreatif, bukan sekadar memfasilitasi kegiatan temporer. Keberpihakan regulasi menjadi kunci,” ujarnya di hadapan peserta talk show.

    Menurut Temi, ekosistem ekonomi kreatif nasional masih menghadapi tantangan dari dua sisi: internal dan eksternal. Tantangan internal, kata dia, mencakup tata kelola yang belum optimal, regulasi yang tumpang tindih, serta minimnya kesinambungan dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi. Sementara faktor eksternal lebih dipengaruhi oleh dinamika global mulai dari gejolak politik internasional, perubahan arah pasar dunia, hingga disrupsi teknologi yang mengubah perilaku konsumen.

    “Kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi global. Tantangan geopolitik dan perubahan arah pasar dunia sangat memengaruhi daya saing produk kreatif Indonesia,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Temi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya tahan ekosistem kreatif nasional. Ia menilai, tanpa sinergi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, dan lembaga pendidikan, maka potensi besar ekonomi kreatif hanya akan berhenti pada jargon dan wacana.

    “Ekonomi kreatif harus jadi gerakan bersama, bukan tren sesaat. Dengan sinergi dan dukungan regulasi yang adaptif, kita bisa menjadikan kreativitas sebagai kekuatan ekonomi baru Indonesia,” tutur Temi.

    Acara yang digelar Gekraf bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian, Andanu Prasetyo (pendiri Kopi Tuku), serta perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta dan komunitas startup. Diskusi berlangsung interaktif, menyoroti bagaimana pelaku usaha kreatif bisa beradaptasi di tengah disrupsi digital dan pasar global yang semakin kompetitif.

    Gekrafs sendiri sejak awal berdiri berkomitmen untuk memperkuat potensi ekonomi kreatif daerah melalui inovasi, digitalisasi, dan kewirausahaan sosial. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

    Temi menutup dengan seruan agar pemerintah dan seluruh elemen bangsa memperkuat roadmap ekosistem kreatif Indonesia secara menyeluruh mulai dari tahap produksi hingga distribusi agar mampu bertahan dalam dinamika ekonomi global.

    “Kreativitas bukan hanya ekspresi, tapi juga strategi ekonomi. Kalau dikelola dengan baik, ekonomi kreatif bisa menjadi mesin baru pertumbuhan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.

    Dengan arah kebijakan yang lebih berpihak dan sinergi antarsektor, ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama ekonomi Indonesia di era pascapandemi dan menghadapi ketidakpastian global.

    ekonomi kreatif Gekraf Hekrafnas 2025 industri kreatif Indonesia inovasi dan digitalisasi Kemenparekraf kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB lapangan kerja baru pertumbuhan ekonomi nasional regulasi ekonomi kreatif roadmap ekonomi kreatif startup Indonesia Temmi Sumarlin
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleSingle Mom Asal Jepara Ini Buktikan, Ditinggalkan Bukan Akhir Segalanya!
    Next Article Kisah Inspiratif Ida Ayu Inten: Guru yang Tak Hanya Mengajar, Tapi Menyalakan Jiwa Anak Bangsa
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    September 29, 2026

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.