Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Perjuangan Niken Diah Ayu Pertiwi: Dari Ponorogo ke Hong Kong Demi Keluarga
    News

    Perjuangan Niken Diah Ayu Pertiwi: Dari Ponorogo ke Hong Kong Demi Keluarga

    AdminBy AdminFebruary 5, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Hong Kong, TeropongJakarta.com – Meninggalkan tanah kelahiran dan keluarga demi mencari penghidupan yang lebih baik bukanlah keputusan yang mudah. Hal ini dirasakan oleh Niken Diah Ayu Pertiwi, seorang perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur, yang telah bekerja sebagai pekerja migran di Hong Kong selama dua tahun. Keputusannya merantau ke negeri orang semata-mata demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan menjamin masa depan anaknya.

    “Saya ingin anak saya sejahtera, memiliki masa depan yang lebih baik. Itu alasan utama saya memilih bekerja di Hong Kong, meskipun harus berpisah dengan suami dan anak,” ujar Niken saat diwawancarai.

    Saat pertama kali menginjakkan kaki di Hong Kong, Niken menghadapi banyak tantangan, terutama dalam beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja yang berbeda. Salah satu kesulitan terberat baginya adalah memahami karakter masyarakat setempat.

    “Orang Hong Kong itu keras kepala dan susah diatur. Awalnya, saya sering merasa stres karena perbedaan budaya yang begitu besar. Tapi seiring waktu, saya belajar bagaimana cara menghadapi mereka dengan sabar dan tetap profesional,” ungkapnya.

    Meski demikian, Niken berusaha untuk tetap bertahan dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Baginya, kerja keras dan keteguhan hati adalah kunci utama untuk bertahan dalam situasi yang tidak selalu mudah.

    Jarak yang jauh tidak menghalangi Niken untuk tetap menjaga hubungan baik dengan keluarganya di Indonesia. Ia selalu menyempatkan waktu untuk berkomunikasi dengan suami dan anaknya.

    “Saya selalu mengatur waktu kapan harus bekerja dan kapan harus menelepon mereka. Kami sering melakukan video call, terutama dengan anak saya. Itu cara saya mengobati rindu,” tutur Niken.

    Meski komunikasi berjalan lancar, tetap ada rasa sedih yang dirasakan, terutama oleh sang anak yang harus berpisah dengan ibunya di usia yang masih kecil. Namun, suami dan keluarga tetap memberikan dukungan penuh.

    “Suami saya selalu berpesan agar saya tetap menjaga perasaan dan menjalin silaturahmi, meskipun berada jauh di negeri orang. Saya tidak akan meninggalkan mereka begitu saja, karena mereka adalah alasan utama saya bekerja di sini,” katanya dengan suara penuh emosi.

    Meski baru dua tahun bekerja di Hong Kong, Niken sudah mampu mencapai salah satu impian besarnya: membangun rumah sendiri.

    “Alhamdulillah, saya sudah bisa membangun rumah meskipun baru bekerja dua tahun di sini. Ini adalah salah satu pencapaian terbesar saya sejauh ini,” ucapnya penuh syukur.

    Keberhasilannya membangun rumah bukan hanya bukti kerja kerasnya, tetapi juga jawaban atas hinaan yang dulu pernah ia terima.

    “Dulu saya sering dihina dan dicaci maki orang, tapi saya tidak pernah membalasnya dengan kata-kata. Saya membalas dengan kesuksesan. Itu impian saya yang selalu ingin saya raih,” tegasnya.

    Motivasi terbesar Niken untuk terus bekerja di Hong Kong adalah mewujudkan semua impiannya. Baginya, kerja keras dan kesabaran adalah kunci untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

    “Saya masih butuh waktu beberapa tahun lagi di sini. Saya ingin memastikan bahwa semua mimpi-mimpi saya benar-benar terwujud sebelum akhirnya kembali ke Ponorogo,” ungkapnya.

    Meskipun jauh dari keluarga, Niken tidak pernah kehilangan semangat. Baginya, setiap tetes keringat yang ia keluarkan di Hong Kong adalah demi masa depan yang lebih baik bagi anaknya.

    “Saya ingin anak saya bangga dengan saya. Saya ingin dia tahu bahwa ibunya bekerja keras demi kehidupannya nanti,” ujarnya dengan mata berbinar.

    Sebagai seseorang yang telah melalui banyak tantangan, Niken memiliki pesan bagi para pekerja migran lainnya yang juga berjuang di negeri orang.

    “Tetaplah semangat, jangan mudah menyerah. Jangan hiraukan orang-orang yang merendahkan kita. Balas mereka dengan kesuksesan, bukan dengan kemarahan,” katanya.

    Perjuangan Niken adalah bukti bahwa kerja keras, kesabaran, dan tekad yang kuat dapat membawa seseorang mencapai impian mereka, meskipun harus berkorban dan menghadapi berbagai rintangan di perjalanan.

    Berita BMI Hongkong news Niken Diah Ayu Pertiwi PMI Ponorogo TKI
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleHealing, Traveling, dan Berkarya: Kisah Inspiratif ARMY Kediri yang Menemukan Jati Diri Lewat BTS
    Next Article Lelly Kurnia: Dari Guru Hingga Kreator Konten, Menjadikan Pembelajaran Lebih Menarik
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Dedikasikan Diri untuk Kesehatan Perempuan, Ini Kiprah Dr. Ratna Dewi Puspita Sari

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.