Jakarta, TeropongJakarta.com – Presiden Vietnam, Vo Van Thuong, mengumumkan pengunduran dirinya setelah hanya satu tahun menjabat dalam sebuah langkah dramatis yang mencuat saat negara itu tengah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap korupsi. Partai Komunis yang berkuasa mengungkapkan pengunduran dirinya pada Rabu (20/3/2024), menyatakan bahwa Thuong bersalah atas “pelanggaran dan kekurangannya”.

Dalam pernyataan resmi, Partai Komunis menyebutkan bahwa Thuong telah melanggar “peraturan” yang tidak ditentukan dan gagal memberikan contoh yang baik sebagai kepala negara. Pengunduran dirinya diterima oleh komite pusat setelah terjadi tekanan publik yang semakin meningkat akibat skandal korupsi.

Pengunduran diri Thuong terjadi di tengah pergolakan politik yang sedang berlangsung di Vietnam, dimana langkah-langkah tegas telah diambil untuk membersihkan korupsi di semua lapisan pemerintahan. Langkah ini telah menyebabkan beberapa menteri dipecat dan para pemimpin bisnis terkemuka diadili karena penipuan dan korupsi.

Meskipun alasan pasti pengunduran diri Thuong belum diungkapkan, sejumlah tindakan keras telah dilakukan oleh pemerintah terhadap kasus korupsi yang mencuat belakangan ini. Sebuah penyelidikan yang melibatkan perusahaan pembangunan infrastruktur di tiga provinsi, termasuk pusat Quang Ngai, tempat Thuong sebelumnya menjabat sebagai ketua partai, menjadi sorotan utama. Perusahaan tersebut diduga melakukan pemalsuan laporan keuangan untuk menghindari pajak, yang kemudian menyebabkan penangkapan sembilan orang termasuk lima pejabat dari Quang Ngai.

Thuong sendiri telah menegaskan tekadnya untuk memerangi korupsi saat menjabat, dan ia diyakini dekat dengan Sekretaris Jenderal Partai Nguyen Phu Trong, yang dikenal sebagai tokoh paling berkuasa di negara tersebut. Namun, skandal ini merusak reputasi Partai Komunis dan menimbulkan kegugupan di tengah masyarakat.

Majelis Nasional berwenang akan mengadakan sidang luar biasa pada hari ini Kamis (21/3/2024) untuk mengonfirmasi pengunduran diri Thuong. Sementara itu, Partai Komunis di bawah pimpinan Ketua Trong terus melanjutkan upaya antikorupsi yang dilihat sebagai langkah yang populer di kalangan masyarakat Vietnam. Dua persidangan penipuan dan korupsi besar sedang berlangsung bulan ini yang melibatkan beberapa pemimpin bisnis terkemuka di negara tersebut, menandakan komitmen serius pemerintah dalam membersihkan korupsi dari sistem.