Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Perempuan yang Bertumbuh di Industri Tambang: Pelajaran dari Perjalanan Tutie Amaliah
    News

    Perempuan yang Bertumbuh di Industri Tambang: Pelajaran dari Perjalanan Tutie Amaliah

    AdminBy AdminJune 27, 2026Updated:June 27, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin inklusif, industri pertambangan perlahan menunjukkan wajah baru. Semakin banyak perempuan mengambil peran strategis di sektor yang selama ini identik dengan laki-laki. Namun, bagi Tutie Amaliah, S.Si., MBA, perjalanan itu bukan tentang membuktikan bahwa perempuan mampu bersaing. Baginya, karier adalah ruang untuk terus bertumbuh, belajar, dan menjaga integritas.

    Cara pandang itulah yang menemani lebih dari 15 tahun perjalanan Tutie di bidang supply chain. Ia mengaku tidak pernah merancang kariernya secara sempurna, apalagi bercita-cita menjadi seorang pemimpin di industri tambang. Setiap kesempatan yang datang justru ia maknai sebagai amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.

    “Perjalanan saya tidak pernah direncanakan secara sempurna. Saya percaya setiap kesempatan yang datang adalah amanah yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

    Berbagai pengalaman, mulai dari menghadapi tantangan operasional, berpindah tanggung jawab, hingga mengambil keputusan penting, perlahan membentuk cara pandangnya tentang kepemimpinan. Menurut Tutie, karier bukanlah perlombaan mengejar jabatan, melainkan proses panjang membangun kepercayaan.

    “Ada satu prinsip yang selalu saya pegang, yaitu bertumbuh, bukan berlomba. Saya tidak pernah menjadikan perjalanan orang lain sebagai tolok ukur keberhasilan saya. Fokus saya adalah terus belajar, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat yang lebih besar dari hari ke hari,” katanya.

    Baginya, kompetensi memang membuka peluang, tetapi integritaslah yang membuat seseorang dipercaya memegang tanggung jawab yang lebih besar. Nilai tersebut menjadi fondasi yang selalu ia bawa dalam setiap langkah kariernya.

    Bekerja di industri yang masih didominasi laki-laki tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Namun, Tutie memilih untuk tidak menjadikan perbedaan gender sebagai hambatan. Ia lebih percaya bahwa hasil kerja yang konsisten akan berbicara lebih kuat daripada berbagai stereotip.

    Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari ekspektasi bahwa perempuan sering kali harus bekerja lebih keras untuk memperoleh tingkat kepercayaan yang sama. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa kepercayaan dibangun melalui kompetensi, konsistensi, dan integritas yang dijaga dari waktu ke waktu.

    Ia juga memiliki definisi kepemimpinan yang berbeda. Bagi Tutie, seorang pemimpin bukanlah orang yang paling keras menyampaikan pendapat, melainkan mereka yang mampu mendengarkan, membangun kolaborasi, mengambil keputusan dengan bijaksana, dan tetap rendah hati untuk terus belajar.

    Perspektif itu pula yang membuatnya percaya bahwa perempuan membawa kekuatan tersendiri dalam membangun tim, terutama dalam menciptakan komunikasi yang terbuka dan budaya kerja yang saling mendukung.

    Di balik tanggung jawab profesionalnya, keluarga tetap menjadi tempat Tutie kembali. Ia tidak percaya kehidupan harus selalu berada dalam kondisi yang benar-benar seimbang setiap saat. Ada masa ketika pekerjaan membutuhkan perhatian lebih besar, tetapi ada pula fase ketika keluarga menjadi prioritas utama.

    “Kuncinya adalah hadir sepenuhnya dalam setiap peran yang sedang kita jalani,” ungkapnya.

    Bagi Tutie, keluarga adalah sumber energi, sementara pekerjaan merupakan ruang untuk berkarya dan memberi manfaat yang lebih luas. Karena itu, ia terus membiasakan diri untuk belajar melalui membaca, menulis, berdiskusi, mengikuti perkembangan teknologi, dan menyerap pengalaman dari banyak orang. Menurutnya, semakin besar tanggung jawab yang dimiliki seseorang, semakin besar pula kewajibannya untuk terus mengembangkan diri.

    Melalui perjalanan kariernya, Tutie berharap perempuan muda tidak ragu memasuki bidang apa pun, termasuk industri yang selama ini dianggap bukan ruang bagi perempuan. Dunia kerja saat ini, menurutnya, lebih membutuhkan pribadi yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi, dan menjaga integritas daripada sekadar memenuhi stereotip.

    Di tengah budaya yang sering mendorong orang membandingkan pencapaiannya dengan orang lain, Tutie memilih jalan yang berbeda. Ia percaya kesuksesan bukan diukur dari seberapa cepat seseorang mencapai puncak karier, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan, seberapa banyak orang yang ikut bertumbuh bersama, serta seberapa baik kepercayaan tetap dijaga.

    Sebab, pada akhirnya, hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi yang paling depan. Hidup adalah perjalanan untuk terus bertumbuh, menjalani setiap proses dengan integritas, dan meninggalkan jejak yang bermakna bagi orang lain.

    Inspirasi perempuan sukses Integritas dalam karier Karier perempuan karier perempuan Indonesia Kepemimpinan perempuan Kepemimpinan perempuan Supply chain Perempuan di industri tambang Supply chain Indonesia TeropongJakarta Tutie Amaliah Tutie Amaliah S.Si MBA
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleMotor Hilang Saat Pandemi, Avy Justru Menemukan Jalan Menjadi Content Creator dengan 137 Ribu Followers
    Next Article Dari Relawan ke Duta Hijab Jakarta 2025, Nurul Fadillah Ingin Lebih Banyak Anak Muda Berani Menginspirasi
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.