Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Menyelesaikan S3 di Usia 35, Astrid Maharani Menyemai Daya Perempuan Lewat Pendidikan
    Education

    Menyelesaikan S3 di Usia 35, Astrid Maharani Menyemai Daya Perempuan Lewat Pendidikan

    AdminBy AdminFebruary 18, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Pada usia 35 tahun, Dr. Astrid Maharani, SE., M.Akun., CSRS., CSRA., CSP., CRA., CMA., CBV. menuntaskan studi doktoralnya dengan satu kesimpulan yang ia pegang teguh: pendidikan adalah proses pembentukan karakter, bukan sekadar perburuan gelar. Dosen Universitas Muhammadiyah Jember itu menyebut keberhasilannya sebagai hasil dari kerja sunyi yang ditopang ekosistem positif di sekelilingnya.

    Keputusan melanjutkan studi doktoral bermula ketika Astrid memperoleh beasiswa dari pada usia 32 tahun. Kesempatan itu datang di tengah tanggung jawabnya sebagai istri, ibu, dan akademisi. “Saya melihatnya sebagai amanah,” ujarnya. Baginya, dukungan keluarga suami, anak, dan orang tua menjadi fondasi yang membuat langkah akademiknya tetap seimbang.

    Menjalani studi S3 sembari mengemban peran domestik dan profesional bukan perkara sederhana. Astrid harus membagi waktu antara riset, pengajaran, dan keluarga. Namun ia menolak memaknai proses tersebut semata sebagai kompetisi akademik. “Bukan tentang berapa IPK yang diraih, melainkan tentang pendewasaan dan pelajaran hidup,” katanya.

    Dalam perjalanan doktoralnya, Astrid mengaku banyak belajar dari ruang-ruang diskusi dan perjumpaan. Ia berinteraksi dengan guru besar, rekan seangkatan, senior, junior, hingga tenaga kependidikan. Dari percakapan akademik hingga kisah personal, ia menemukan bahwa pendidikan tinggi juga membentuk empati dan ketangguhan. “Kita belajar memahami banyak perspektif,” ujarnya.

    Pengalaman itu memperkuat pandangannya tentang peran pendidikan dalam pemberdayaan perempuan. Menurut Astrid, pendidikan adalah instrumen perubahan peradaban. Ia percaya anak perempuan akan mencontoh perjuangan dari lingkar terdekatnya. Ketika seorang ibu atau dosen menunjukkan komitmen terhadap pembelajaran, pesan itu akan hidup dalam keseharian.

    Di tengah perdebatan mengenai peran ganda perempuan, Astrid menilai narasi tentang keterbatasan perlu digeser menjadi narasi tentang kolaborasi. Ia menyebut pentingnya dukungan lingkungan dan solidaritas antarsesama perempuan. Prinsip “woman support woman”, kata dia, bukan sekadar slogan, melainkan gerakan kolektif untuk saling menguatkan di ruang akademik dan profesional.

    Astrid juga menekankan bahwa studi lanjut seharusnya dipahami sebagai perjalanan jangka panjang. Tekanan akademik, tenggat penelitian, dan ekspektasi sosial adalah bagian dari proses yang membentuk daya tahan. “Saat kita berproses, energi positif itu ikut dirasakan lingkungan sekitar,” ujarnya.

    Kini, selepas menyandang gelar doktor, Astrid kembali ke ruang-ruang kelas di Jember dengan perspektif yang lebih luas. Ia melanjutkan perannya sebagai pendidik sekaligus pembelajar. Baginya, capaian akademik bukan garis akhir, melainkan titik tolak untuk memberi dampak yang lebih besar.

    Di kota yang tumbuh sebagai pusat pendidikan di Jawa Timur itu, kisah Astrid menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi tetap relevan sebagai jalan perubahan bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Sebab, seperti yang ia yakini, pendidikan bukan hanya tentang apa yang dicapai, melainkan tentang siapa yang dibentuk sepanjang perjalanan.

    Akademisi perempuan Jawa Timur Pendidikan sebagai perubahan peradaban Astrid Maharani SE MAkun Beasiswa pendidikan doktoral Berita Dosen Universitas Muhammadiyah Jember Dr Astrid Maharani Inspirasi dosen perempuan Inspirasi perempuan Indonesia Motivasi lanjut studi S3 news Peran ganda perempuan Perempuan berdaya Indonesia Perempuan dan Pendidikan S3 usia 35 tahun TeropongJakarta Tokoh pendidikan Jember Woman support woman
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleProfesionalisme Tanpa Batas: Sertu Aisya Sekar Ayu Dipercaya Memimpin Upacara Kenegaraan HUT RI ke-78
    Next Article Anindiya Delia Renata Raih Penghargaan di 11th Melayu Day 2026 Yala
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Dedikasikan Diri untuk Kesehatan Perempuan, Ini Kiprah Dr. Ratna Dewi Puspita Sari

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.