Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    ADVAN Rangkul Komunitas Mobile Legends Lewat Esports Championship Season 2

    Tiga Tahun di London, Serka Kes Anysa Dewi Belajar Mandiri dan Melanjutkan Pengabdian

    4 Kali Gagal Seleksi, Letda Mila Sari Bangkit hingga Jadi Perwira TNI

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Mental Baja dan Tekad Kuat: Rahasia Sukses Difa Meraih Prestasi
    Education

    Mental Baja dan Tekad Kuat: Rahasia Sukses Difa Meraih Prestasi

    AdminBy AdminNovember 26, 2024Updated:November 26, 2024No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Aceh, TeropongJakarta.com – Khadifa Zahwa Salsabila, yang akrab disapa Difa, adalah seorang mahasiswa berprestasi kelahiran 2002 dari Langsa, Aceh. Sejak memulai perjalanan akademisnya di Universitas Samudra (UNSAM) pada tahun 2020, Difa dengan cepat menemukan passion-nya dalam dunia debat. Di semester kedua, ia bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) komunitas debat hukum di kampusnya, dan sejak itu, prestasi demi prestasi terus ia raih.

    “Sejak SMA, saya sudah beberapa kali mengikuti lomba debat baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, dan saya merasa perlu mengasah kemampuan ini lebih lanjut di lingkungan yang lebih kompetitif,” ungkap Difa.

    Keaktifan Difa dalam komunitas debat membuahkan hasil yang luar biasa. Selama tiga tahun berturut-turut (2021, 2022, dan 2023), Difa terpilih menjadi perwakilan UNSAM untuk mengikuti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) di tingkat provinsi dan nasional. Tahun 2021 dan 2022, ia berperan sebagai debater, sementara pada tahun 2023, ia dipercaya menjadi juri.

    Saat Difa menjadi juri di event debat kampus

    “Menjadi juri adalah pengalaman yang berharga. Saya belajar banyak tentang objektivitas dan bagaimana memberikan penilaian yang adil dan konstruktif,” katanya.

    Prestasi Difa tidak berhenti di situ. Pada tahun 2022, ia meraih juara harapan 1 dalam lomba debat politik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh UNNES, serta menjadi juara 1 dalam debat Agrifest tingkat universitas. Keberhasilannya ini membuatnya sering dipercaya menjadi juri dalam berbagai lomba debat di kampusnya.

    “Saya merasa senang dan bangga bisa dipercaya menjadi juri, karena ini menunjukkan bahwa kemampuan dan pengalaman saya diakui,” ujarnya.

    Difa menekankan bahwa semua prestasi ini adalah hasil dari konsistensi dan ketekunan. “Saya tidak pernah merasa capek atau menyerah, karena saya percaya bahwa keberhasilan itu datang dari pengalaman dan jam terbang. Sepintar apapun seseorang, tanpa pengalaman, akan sulit untuk beradaptasi,” jelasnya.

    Ketika ditanya tentang motivasinya dalam dunia debat, Difa menjelaskan bahwa ia merasa sudah memiliki dasar yang kuat dalam public speaking, dan sangat disayangkan jika kemampuan itu tidak dikembangkan.

    “Ini seperti menemukan emas di sungai tapi tidak dimanfaatkan. Jadi, saya merasa penting untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan yang sudah ada,” katanya.

    Pengalaman berdebat ini juga membantu Difa meraih juara 2 dalam ajang Mahasiswa Berprestasi di UNSAM. “Proses seleksi mahasiswa berprestasi cukup menantang. Ada wawancara dalam bahasa Inggris, penilaian prestasi selama kuliah, dan pembuatan gagasan kreatif yang dipresentasikan sesuai dengan Sustainable Development Goals dan revolusi industri 4.0,” ungkap Difa. Gagasan kreatifnya, yang sesuai dengan jurusan hukum, berhasil memikat para juri dan mengantarkannya meraih juara kedua.

    Saat Difa Menerima Penghargaan mahasiswa berprestasi dari rektor

    Difa merasa bahwa pengalaman debatnya telah membentuk pola pikir yang lebih luas dan terbuka, kemampuan problem solving, manajemen waktu, public speaking, serta kemampuan bekerja di bawah tekanan.

    “Dalam debat, kita hanya diberi 15 menit untuk membangun argumen dan 7 menit untuk menyampaikan argumen secara penuh. Ini mengajarkan saya untuk berpikir cepat dan objektif,” jelasnya.

    Ketekunan Difa dalam dunia debat akhirnya membuahkan hasil yang manis. Setelah wisuda pada 10 Oktober, ia langsung ditawari pekerjaan di berbagai perusahaan, kebetulan ada salah satu perusahaan sejalan dengan apa yang di pelajari selama masa kuliah dan Difa akhirnya mengiyakan tawaran di sebuah legal office.

    “Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur. Pengalaman di KDMI selama tiga tahun berturut-turut sangat beragam dan penuh tantangan, tapi saya senang bisa memberikan yang terbaik dan terus belajar dari setiap kesempatan,” katanya.

    Difa juga berbagi tentang perjuangannya selama latihan debat. “Latihan debat itu hampir setiap malam selama dua minggu, bahkan sampai jam 2 pagi. Tapi karena saya mencintainya, saya menjalani semua itu dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Bertemu teman-teman dari universitas lain juga memberi saya banyak pelajaran dan inspirasi,” ungkapnya.

    Melalui berbagai kompetisi dan latihan, Difa menemukan motivasi untuk terus mengembangkan diri di dunia debat. “Mental yang sudah ditempa sejak lomba-lomba debat, mental untuk tidak mudah menyerah, dan mental untuk berani memulai hal baru, itulah yang membuat saya bisa mencapai semua ini,” jelasnya.

    Kini, Difa berfokus untuk terus belajar dan berkontribusi dalam dunia hukum. “Saya ingin terus berkembang dan memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk orang lain. Semua ini adalah bagian dari perjalanan hidup saya yang masih panjang,” tutup Difa dengan penuh semangat.

    BandaAceh BeritaBaru education Khadifa Zahwa Salsabila news TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleIzhy Rahadian: Kreativitas Tanpa Batas di Dunia Musik dan Konten Digital
    Next Article Okky Indriana Sari: Dari Bidan hingga Duta Budaya DIY, Kisah Inspiratif Perempuan Muda Yogyakarta
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tiga Tahun di London, Serka Kes Anysa Dewi Belajar Mandiri dan Melanjutkan Pengabdian

    October 25, 2026

    4 Kali Gagal Seleksi, Letda Mila Sari Bangkit hingga Jadi Perwira TNI

    October 25, 2026

    Dari Homecare Vaksin Pontianak, Dr. Angel Melinda Kembangkan Klinik Pratama Veliora

    October 24, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food food Blogger Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle mahasiswa malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    ADVAN Rangkul Komunitas Mobile Legends Lewat Esports Championship Season 2

    Tiga Tahun di London, Serka Kes Anysa Dewi Belajar Mandiri dan Melanjutkan Pengabdian

    4 Kali Gagal Seleksi, Letda Mila Sari Bangkit hingga Jadi Perwira TNI

    Dari Homecare Vaksin Pontianak, Dr. Angel Melinda Kembangkan Klinik Pratama Veliora

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.