Bekasi Utara, TeropongJakarta.com – Pagi itu, seorang nasabah mendekat ke meja Leni Epriliani dengan wajah tegang. Transaksi keuangan yang ia lakukan tidak berjalan sesuai harapan, dan ia mulai cemas. Leni menarik napas panjang, tersenyum, dan memulai percakapan dengan tenang. Kata-kata yang tepat, intonasi yang lembut, kesabaran yang tak tergoyahkan. Hampir dua tahun bekerja sebagai teller mengajarkannya satu hal: menghadapi manusia sering lebih rumit daripada menghadapi angka.
“Setiap nasabah berbeda. Kadang sabar, kadang cemas atau marah. Ini menuntut saya menjaga sikap dan mengelola emosi,” ujarnya. Dari back office sebelumnya, pergeseran ke teller bukan sekadar perubahan posisi. Ini tentang membaca manusia, menyesuaikan diri dengan situasi, dan tetap profesional di tengah tekanan.
Namun, di balik kesibukan kantor, Leni punya dunia lain yang sama pentingnya. Di rumah, ia menyalurkan kreativitasnya melalui bisnis keluarga di bidang desain grafis dan layanan furniture. Melalui Instagram, pesanan datang dari berbagai kota bahkan luar negeri. “Untuk furniture, alhamdulillah selalu ada orderan. Tapi desain grafis selalu ramai, mulai dari bidang wisata, otomotif, hingga kuliner,” kata Leni.

Kreativitas itu bukan sekadar hobi. Sebelumnya, ia membuka jasa gambar dan lukis, bakat yang menurun dari ayahnya. Kini, kreativitasnya menjadi strategi untuk mendukung usaha keluarga, sekaligus menyalurkan passion yang lama tersimpan.
Menjaga dua peran sekaligus tentu tidak mudah. Tantangan terbesar adalah persepsi harga, terutama di layanan furniture. “Kadang harga kami berbeda dibanding jasa lain. Tapi kami menjamin kualitas bahan dan hasil pengerjaan. Bahkan ada garansi satu tahun. Itu membangun kepercayaan pelanggan,” jelasnya.
Ke depan, Leni memiliki rencana yang jelas. Di kantor, ia ingin memperkuat komunikasi agar setiap nasabah merasa didengar dan dihargai. Di bisnis keluarga, fokusnya pada konsistensi strategi digital: promosi, manajemen pesanan, dan pengembangan layanan agar usaha terus tumbuh.

“Sebisa mungkin saya mengasah kreativitas, melakukan kegiatan yang saya sukai. Kadang itu menjadi jalan rezeki yang tak pernah kita sangka,” ujarnya sambil tersenyum.
Keseharian Leni menunjukkan bahwa profesionalisme dan kreativitas dapat berjalan beriringan. Dunia perbankan mengajarkannya disiplin, ketelitian, dan kesabaran. Dunia digital membuka peluang dan inovasi. Keduanya bertemu, membentuk seorang profesional muda yang tangguh, fleksibel, dan tetap kreatif, menghadapi hari-hari yang tak pernah sama.
Dalam setiap transaksi dan setiap desain, Leni belajar untuk menyeimbangkan dua dunia. Di satu sisi, ia melayani nasabah dengan empati dan ketelitian. Di sisi lain, ia menyalurkan imajinasi, kreativitas, dan inovasi untuk bisnis keluarga. Dua dunia ini tidak bertolak belakang, melainkan saling menguatkan menjadi cara bagi Leni untuk berkembang, memberi nilai, dan menata masa depan yang lebih berwarna.
