Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Dipasang Tinggi, Dunia Usaha Tetap Waspada
    News

    Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Dipasang Tinggi, Dunia Usaha Tetap Waspada

    AdminBy AdminJanuary 1, 2026Updated:January 1, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6% pada 2026. Menteri Keuangan Republik Indonesia menyampaikan keyakinan bahwa target tersebut dapat dicapai melalui percepatan belanja negara sejak awal tahun anggaran serta penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

    Optimisme pemerintah tersebut disampaikan di tengah penyusunan asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Pemerintah menilai kebijakan fiskal yang lebih ekspansif diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong investasi dan konsumsi domestik.

    Namun, asumsi resmi yang disepakati pemerintah bersama DPR RI menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati. Dalam RAPBN 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5,4%. Proyeksi ini sejalan dengan pandangan dunia usaha yang menilai risiko struktural dan keterbatasan ruang kebijakan masih menjadi tantangan utama perekonomian nasional.

    Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengatakan target pertumbuhan 6% secara teoritis memungkinkan, tetapi membutuhkan prasyarat kebijakan yang kuat dan konsisten. Dari sisi dunia usaha, ia menilai proyeksi pertumbuhan yang lebih moderat masih lebih realistis.

    “Target 6% memungkinkan dicapai, terutama jika belanja pemerintah bisa dipercepat sejak awal tahun dan kebijakan fiskal serta moneter benar-benar sinkron. Namun, dari perspektif dunia usaha, pertumbuhan di kisaran 5,0% hingga 5,4% lebih realistis dengan mempertimbangkan kondisi struktural ekonomi saat ini,” kata Ajib kepada Teropong Jakarta.

    Ajib menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi perekonomian Indonesia pada 2026 berasal dari keterbatasan ruang fiskal, potensi shortfall penerimaan pajak, serta efisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belum optimal. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi efektivitas stimulus fiskal yang direncanakan pemerintah.

    “Optimisme pemerintah perlu dibaca bersama keterbatasan ruang fiskal dan risiko penerimaan negara. Tanpa perbaikan struktural, target pertumbuhan tinggi akan sulit diwujudkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Pemerintah sendiri menempatkan percepatan belanja negara sebagai salah satu instrumen utama pengungkit ekonomi. Belanja diharapkan dapat mendorong aktivitas sektor riil dan memperkuat daya beli masyarakat. Namun menurut Ajib, percepatan belanja harus disertai peningkatan kualitas pengelolaan anggaran.

    “Percepatan belanja itu penting, tetapi tidak cukup jika tidak diikuti dengan kualitas belanja yang baik. Prinsipnya bukan hanya membelanjakan lebih cepat, tetapi memastikan belanja tersebut berdampak langsung pada sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja,” kata Ajib.

    Isu penciptaan lapangan kerja juga menjadi sorotan dunia usaha. Ajib menilai pertumbuhan ekonomi yang sehat seharusnya tercermin dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja formal. Hingga saat ini, tingginya proporsi sektor informal dinilai masih menjadi persoalan struktural yang menahan produktivitas nasional.

    “Pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada penciptaan lapangan kerja formal. Tanpa itu, pertumbuhan tinggi hanya akan tercermin di angka, tetapi dampaknya ke masyarakat akan terbatas,” ujarnya.

    Selain itu, faktor biaya usaha turut memengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi. Dunia usaha menilai beban regulasi, biaya logistik, energi, dan pembiayaan masih relatif tinggi. Kondisi ini membatasi ruang ekspansi pelaku usaha dan menekan daya saing nasional.

    “Efisiensi biaya usaha adalah kunci. Selama biaya regulasi, logistik, dan pembiayaan masih tinggi, dunia usaha akan sulit mendorong pertumbuhan lebih agresif,” kata Ajib.

    Dari sisi jangka menengah, peningkatan produktivitas sumber daya manusia juga dinilai krusial. Ajib menekankan pentingnya penguatan keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, termasuk melalui reformasi pendidikan vokasi serta program peningkatan keterampilan tenaga kerja. Menurutnya, isu kenaikan upah perlu ditempatkan dalam kerangka peningkatan produktivitas agar tidak menggerus daya saing.

    Peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dinilai strategis dalam menopang pertumbuhan. Integrasi UMKM ke dalam rantai pasok nasional dan global, melalui kemitraan dengan BUMN dan swasta, diyakini dapat memperluas basis pertumbuhan ekonomi.

    Ajib menambahkan, dialog yang berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi lapangan. Mekanisme umpan balik kebijakan dinilai penting agar risiko kebijakan dapat diantisipasi sejak dini.

    Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Ajib menilai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2026 masih berada pada skenario optimistis. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan di kisaran 5,0% hingga 5,4% dinilai lebih mencerminkan kehati-hatian dunia usaha dalam membaca arah perekonomian ke depan.

    dunia usaha Indonesia ekonomi Indonesia 2026 kebijakan fiskal dan moneter belanja pemerintah news proyeksi ekonomi 2026 RAPBN 2026 target pertumbuhan ekonomi 6 persen TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDiana Dewi: Kesuksesan Sejati diukur dari Dampak bagi Masyarakat
    Next Article Menjaga Emosi, Menyalurkan Imajinasi: Kisah Leni Epriliani
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    September 15, 2026

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    September 14, 2026

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.