Jakarta, TeropongJakarta.com – Ketakutan anak terhadap dokter, jarum suntik, dan suasana rumah sakit yang dianggap menyeramkan masih menjadi tantangan besar bagi banyak orang tua. Banyak anak yang merasa cemas bahkan hanya dengan mendengar kata “dokter” atau “rumah sakit”. Untuk mengatasi hal ini, dr. Maria Ardelia, SpN, seorang dokter spesialis saraf, bersama aktivis sekaligus model Karen Nijsen, meluncurkan buku anak edukatif berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter. Buku ini hadir sebagai media literasi yang bertujuan mengubah persepsi anak tentang profesi medis, khususnya dokter, dengan cara yang menyenangkan dan penuh petualangan.
Alur cerita dalam buku ini dimulai dengan karakter utama, Maka, yang merasakan sakit perut yang tak kunjung reda. Awalnya, Maka merasa sangat takut untuk pergi ke dokter karena bayangan akan disuntik. Namun, Mika, sahabatnya, dengan sabar memberikan pengertian bahwa dokter adalah sosok yang ramah dan membantu agar tubuh bisa kembali sehat untuk bermain. Buku ini secara rinci menggambarkan pengalaman anak di ruang periksa dokter, mulai dari interaksi hangat dengan dokter hingga pengenalan alat-alat medis seperti stetoskop, termometer, dan meteran. Pesan utama buku ini adalah untuk meyakinkan anak-anak bahwa pemeriksaan dokter tidak selalu berarti suntikan dan bahwa dokter adalah sahabat yang siap membantu.
Selain menyentuh aspek psikologis, buku ini juga menyelipkan edukasi kesehatan praktis yang penting bagi anak-anak. Dalam cerita, Maka mengetahui bahwa sakit perut yang dialaminya kemungkinan disebabkan oleh infeksi akibat jajanan yang kurang bersih atau kebiasaan lupa mencuci tangan sebelum makan. Anak-anak diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan diri mereka, seperti rajin mencuci tangan, agar terhindar dari berbagai penyakit.

Dr. Maria Ardelia, SpN, yang juga seorang ibu dari dua anak, menekankan bahwa buku ini merupakan bagian dari komitmennya untuk memperkenalkan dunia medis kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. “Sebagai seorang dokter dan ibu, saya tahu betul bagaimana ketakutan anak terhadap dokter dapat mempengaruhi kesehatan mereka di masa depan. Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa dokter adalah orang yang membantu kita menjadi lebih sehat, bukan orang yang menakutkan,” ujar dr. Maria.
Sementara itu, Karen Nijsen, yang juga merupakan pendiri gerakan Satu Langkah Satu Karya, menyatakan bahwa buku ini adalah langkah awal untuk membangun keberanian pada anak-anak Indonesia. “Saya sering bertemu dengan anak-anak di berbagai pelosok Indonesia, dan saya menemukan bahwa banyak dari mereka merasa takut bahkan hanya dengan mendengar kata ‘dokter’ atau ‘rumah sakit’. Ini adalah hal yang harus kita ubah, karena jika anak-anak takut ke dokter, mereka akan tumbuh dengan kecemasan terhadap kesehatan mereka sendiri. Saya berharap buku ini bisa menjadi jembatan keberanian bagi mereka,” kata Karen.

Di akhir buku, terdapat bagian interaktif yang mengajak anak-anak untuk mengenal berbagai alat medis dan menyelipkan permainan yang menyenangkan. Dengan cara ini, buku ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak agar mereka tidak takut lagi dengan dunia medis.
Buku Mika & Maka: Berani ke Dokter, yang diterbitkan oleh Stiletto Book, diharapkan dapat membantu anak-anak Indonesia memahami bahwa menjaga kesehatan itu penting dan bahwa berkunjung ke dokter adalah langkah berani menuju kesehatan yang lebih baik. Dengan buku ini, dr. Maria dan Karen berharap anak-anak Indonesia bisa tumbuh lebih sehat dan lebih percaya diri untuk menjaga kesehatannya, tanpa rasa takut.
