Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Marathon is a Mental Game !!! 4 Jam 43 Menit Tanpa Drama “Begini Cara Dian Novita Iriani Taklukkan Marathon Pertamanya!
    News

    Marathon is a Mental Game !!! 4 Jam 43 Menit Tanpa Drama “Begini Cara Dian Novita Iriani Taklukkan Marathon Pertamanya!

    AdminBy AdminJuly 11, 2025No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Pontianak, TeropongJakarta.com – Dian Novita Iriani, atau akrab disapa Dinno, masih mengingat jelas langkah pertamanya menyusuri trotoar Pontianak pada Oktober 2020. Kala itu, pandemi COVID-19 memaksa orang-orang tinggal di rumah. Tapi bagi Dinno, masa itu justru menjadi pintu gerbang sebuah perjalanan panjang. “Awalnya saya hanya ingin tetap sehat,” katanya. Siapa sangka, kebiasaan sederhana itu akan menuntunnya berlari sejauh 42,195 kilometer lima tahun kemudian.

    Tepat di Minggu pagi, 29 Juni 2025, Dinno berdiri di garis start BTN Jakarta International Marathon dengan perasaan campur aduk. Sebagai seorang PNS, istri, dan ibu dari dua anak lelaki yang mulai beranjak remaja, ia tahu marathon ini lebih dari sekadar lomba. Ini adalah simbol pembuktian, bahwa ibu pekerja pun berhak bermimpi besar.

    Keputusan memilih kategori Full Marathon tidak lahir dalam semalam. Dinno ingin membuktikan pada dirinya sendiri bahwa tubuh dan mentalnya mampu menanggung tantangan yang tak kecil. “Saya ingin anak-anak melihat ibunya bukan hanya sibuk bekerja, tapi juga menjaga kesehatan dan berani menantang batas,” ujarnya. Itu sebabnya, ia tak pernah menawar niat meski latihan kerap beririsan dengan deadline kantor dan urusan rumah tangga.

    Untuk menyeimbangkan semua peran, Dinno membuat jadwal latihan seketat jadwal kerjanya. Usai salat subuh, ia sudah berlari satu jam sebelum matahari Pontianak terbit penuh. Selesai latihan, ia bergegas menyiapkan keperluan suami dan anak-anak, lalu berganti peran menjadi pegawai negeri yang harus sigap menghadapi tumpukan berkas. “Weekend biasanya saya pakai buat long run,” katanya.

    Namun latihan tak hanya soal fisik. Dinno sadar, manajemen waktu dan prioritas adalah kunci. Ia belajar memilah pekerjaan paling mendesak, menyelesaikannya lebih dulu agar pikirannya lebih tenang saat berlatih. “Kalau semua terasa menumpuk, rasanya bisa stres,” ungkapnya. Karena itu, ia selalu berusaha disiplin pada jadwal yang sudah dibuat.

    Di balik semua rutinitas, komunikasi dengan keluarga menjadi fondasi utama. Dinno terbiasa berdiskusi dengan suami dan anak-anak tentang jadwal latihannya. Ia ingin semua merasa terlibat dalam perjalanannya. “Support system itu sangat penting,” katanya. Dukungan sekecil apapun, bahkan hanya mendengar keluhannya, memberi Dinno tenaga baru untuk terus berlari.

    Tentu saja, tak semua hari berjalan mulus. Ada masa di mana Dinno merasa kewalahan. Minimal mileage latihan seminggu bisa sampai 50 kilometer. Padahal, pekerjaan kantor tidak menunggu selesai. Belum lagi urusan rumah tangga yang selalu jadi prioritas utama. “Saat itu saya sering berbagi cerita dengan coach saya dan pelari lain yang punya mimpi sama,” tuturnya. Dari sanalah ia belajar bahwa ketahanan mental adalah separuh kekuatan seorang marathon.

    Suami Dinno punya satu kalimat yang selalu ia ulang ketika istrinya ragu: “Selesaikan dan tuntaskan apa yang sudah kamu mulai.” Kalimat sederhana itu menjadi semacam mantra di kepala Dinno, terutama di kilometer 30, saat kaki mulai terasa berat dan pikirannya berkecamuk. Ia tahu, marathon bukan hanya soal otot, tapi soal kepercayaan diri untuk melawan rasa ingin menyerah.

    Ketika garis finish akhirnya terlihat, Dinno tersenyum sumringah sambil terus melangkahkan kaki berlari menuju garis finis di dalam stadion GBK tanpa meneteskan airmata nya. Ia tak hanya menuntaskan 42 kilometer, tapi juga menaklukkan keraguan yang selama ini diam-diam bersarang di hati. Waktu finish 4 jam 43 menit menjadi bukti nyata kerja kerasnya. “Alhamdulillah, semuanya lancar, tanpa cedera, tanpa kram,” katanya. Sebuah pencapaian yang ingin ia rayakan dengan cara sederhana: bersyukur dan memeluk orang-orang terdekat.

    Setelah semua selesai, Dinno baru benar-benar sadar betapa marathon pertamanya adalah universitas kehidupan. Ia belajar tentang kegigihan, ketekunan, dan disiplin. Tentang bagaimana cara menyiapkan mental sekuat mungkin, dan menerima bahwa proses sering kali lebih penting dari hasil. “Yang dibawa pulang bukan cuma medali, tapi versi terbaik diri saya sendiri,” katanya.

    Untuk para ibu pekerja lain, Dinno ingin berpesan: mimpi tak harus berhenti di pintu rumah. Semua bisa dilakukan jika kita berani membagi waktu dan konsisten. Marathon hanyalah salah satu cara Dinno menunjukkan pada anak-anak bahwa disiplin dan ketekunan selalu berbuah manis. “Finish line bukan akhir. Justru itu awal dari mimpi saya berikutnya,” ujarnya, tersenyum.

    Kini, setiap kali ia kembali menatap sepatu lari yang masih tergeletak di sudut rumah, Dinno teringat bagaimana langkah pertama saat pandemi dulu telah mengubah jalan hidupnya. Dari seorang perempuan yang sekadar ingin sehat, menjadi ibu pekerja yang berani bermimpi lebih jauh dari yang pernah ia kira.

    “We Ran with Heart, We Finished with Pride,” tulisnya di media sosial. Sembari menegaskan satu keyakinan yang tak akan pernah ia lepaskan: pelan-pelan berproses, tak ada yang mustahil. Karena di setiap langkah dan keringat, ada bukti bahwa seorang ibu pun bisa berdiri di garis finish dengan kepala tegak.

    BTN Jakarta Marathon Cerita Lari Pontianak Dian Novita Iriani Dinno Pelari Marathon Ibu Berprestasi Inspirasi Ibu Pekerja Kisah Motivasi Marathon Marathon Marathon Jakarta 2025 news Perempuan Pelari Indonesia PNS Pontianak Inspiratif Pontianak Sport TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleSehat di Tengah Lelah: Risha Ibu Dua Anak Ini Konsisten Olahraga Meski Bekerja Tiga Shift
    Next Article Perempuan Seribu Peran: Sovi dan Cerita di Balik Konten Positif
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    October 14, 2026

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    October 12, 2026

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.