Bekasi, TeropongJakarta.com – Berawal dari keinginan membantu karier suami, Siti Marfuah, yang akrab disapa Pupu, justru menemukan kesuksesan di industri properti. Sejak terjun sebagai sales properti pada 2024, perempuan yang tinggal di Lippo Cikarang ini berhasil meraih predikat best sales selama dua tahun berturut-turut. Kinerja penjualannya juga tercermin dari omzet Rp36 miliar pada 2025 dan Rp44 miliar pada 2026.
Capaian tersebut menunjukkan kenaikan omzet Rp8 miliar atau sekitar 22,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di balik angka itu, ada perjalanan seorang ibu rumah tangga yang harus beradaptasi dengan dunia kerja baru, menghadapi target penjualan, dan membangun kepercayaan pelanggan.
Pupu mengaku tidak memiliki latar belakang di bidang properti ketika pertama kali memulai profesi tersebut. Awalnya, ia hanya ingin membantu pekerjaan suaminya. Namun, karakter extrovet dan kegemarannya bertemu orang baru membuatnya perlahan menikmati pekerjaan tersebut.
“Awalnya saya tidak ada background properti, namun keadaan yang membuat saya terpaksa masuk dunia properti, awalnya membantu karier suami dengan menjadi sales-nya,” ujar Pupu.
Ia mengaku perlu beradaptasi dengan ritme kerja yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Target penjualan yang harus dihadapi setiap hari menjadi salah satu tantangan terberat pada awal kariernya. Meski begitu, karakter ekstrover dan kegemarannya bertemu orang baru membantunya mempelajari industri tersebut.

Dukungan suami, yang juga menjadi pemimpin timnya, turut menguatkan langkah Pupu untuk bertahan. Perlahan, pekerjaan yang awalnya dijalani untuk membantu keluarga berkembang menjadi profesi yang ditekuni secara serius.
Dalam menjalankan pekerjaannya, Pupu mengandalkan strategi pemasaran digital untuk menjangkau calon pembeli. Namun, ia menilai strategi hanya akan memberikan hasil apabila dijalankan secara konsisten, termasuk ketika menghadapi tekanan pekerjaan.
“Strategi saya adalah full digital. Saya korbankan materi dan imateriil, termasuk psikologis saya. Mungkin kebanyakan orang merasa sudah melakukan seperti yang saya lakukan, tapi ada satu hal yang mereka tidak lakukan, yaitu bertahan dan konsisten,” katanya.
Bagi Pupu, menjadi sales bukan sekadar menawarkan produk hingga transaksi terjadi. Ia berusaha memberikan performa terbaik sejak pendekatan pertama kepada calon pembeli hingga setelah penjualan selesai. Hubungan yang dibangun dengan ketulusan menjadi bagian penting dari prinsip kerjanya.
Pendekatan tersebut turut mengantarkannya melayani pelanggan dari Hong Kong, Singapura, Malaysia, Kanada, Jerman, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
“Saat berbicara dengan calon customer, mereka seperti tidak dipaksa untuk beli. Saya hanya menjelaskan fakta dan tren properti saat ini,” tutur Pupu.

Menurutnya, kenyamanan dan kepercayaan menjadi fondasi komunikasi dengan pelanggan. Ia bahkan menjalin hubungan pertemanan dengan sejumlah pembeli setelah transaksi selesai.
Selain meraih predikat best sales selama dua tahun berturut-turut, Pupu juga menerima plakat penghargaan tingkat nasional. Baginya, pencapaian tersebut menjadi bukti kerja keras sekaligus bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang telah mempercayakan kebutuhan properti kepadanya.
“Bagi saya, plakat dan penghargaan yang saya dapat adalah sebuah bukti kerja nyata, sebuah bukti bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya.
Di balik pencapaian profesionalnya, keluarga tetap menjadi alasan utama Pupu untuk terus berkembang. Ia mendedikasikan penghargaan tersebut kepada ketiga anaknya, yang menjadi motivasi untuk bekerja keras dan memberikan hasil terbaik.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk ketiga anak saya, karena saya bekerja keras untuk mereka,” katanya.
Perjalanan Pupu menunjukkan bahwa perubahan karier dapat membuka peluang yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Berbekal kemauan belajar, konsistensi, dan pendekatan personal kepada pelanggan, ia membangun jalannya sendiri di industri properti tanpa meninggalkan alasan utama yang mendorongnya memulai: keluarga.
