Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Fleksibilitas Kuliah di Universitas Terbuka, Kunci Sukses Bina Novita Mengatur Waktu
    Education

    Fleksibilitas Kuliah di Universitas Terbuka, Kunci Sukses Bina Novita Mengatur Waktu

    AdminBy AdminMarch 19, 2025No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Sumatera Utara, TeropongJakarta.com – Pendidikan tinggi kini semakin mudah dijangkau oleh berbagai kalangan berkat sistem pembelajaran jarak jauh. Salah satu mahasiswa yang memanfaatkan fleksibilitas ini adalah Bina Novita, seorang pekerja yang juga aktif berkuliah di Universitas Terbuka (UT). Kepada kami, Bina berbagi pengalamannya dalam menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja serta tantangan yang dihadapinya.

    “Saya memilih Universitas Terbuka karena fleksibilitas waktu yang ditawarkan. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, saya tetap bisa bekerja sambil menyelesaikan pendidikan tanpa harus terbentur jadwal kuliah tetap,” ujar Bina saat diwawancarai. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa biaya kuliah di UT lebih terjangkau dibandingkan universitas konvensional, sehingga menjadi pilihan ideal bagi pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan.

    Sebagai mahasiswa UT, Bina tidak hanya fokus pada akademiknya, tetapi juga aktif dalam organisasi. Ia tergabung dalam komunitas mahasiswa di tingkat regional, di mana mahasiswa UT dari berbagai daerah membentuk kelompok belajar dan mengadakan berbagai kegiatan sosial. “Saya berperan sebagai anggota dalam komunitas ini. Kami sering berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengadakan kegiatan bakti sosial,” katanya.

    Membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan aktivitas organisasi tentu bukan hal mudah. Bina memiliki strategi khusus untuk mengelola kesibukannya agar tetap seimbang. “Saya membuat jadwal yang jelas dan fleksibel. Prioritas utama saya adalah tugas kuliah yang memiliki tenggat waktu lebih cepat. Biasanya, saya belajar di pagi hari sebelum bekerja atau di malam hari setelah pulang kerja. Saat ada pertemuan organisasi, saya memilih waktu yang tidak berbenturan dengan kuliah dan pekerjaan,” jelasnya.

    Tantangan terbesar yang dihadapinya dalam menjalani peran ganda ini adalah manajemen waktu. “Menurut saya, membagi waktu itu sulit, tapi ini adalah jalan yang saya pilih,” ujarnya tegas. Untuk mengatasinya, Bina selalu mengecek jadwal dan deadline lebih awal serta membuat rencana penyelesaian tugas sebelum batas waktu. Dengan cara ini, ia bisa tetap produktif tanpa merasa kewalahan.

    Selain sukses dalam akademik dan pekerjaan, Bina juga telah memberikan kontribusi bagi komunitasnya. Ia aktif dalam penyelenggaraan kegiatan sosial, seperti program bakti sosial, donasi, dan kegiatan lingkungan yang diadakan oleh organisasi mahasiswa UT. “Bagi saya, terlibat dalam kegiatan sosial ini bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” ungkapnya.

    Keputusan Bina untuk kuliah di UT tidak hanya membantunya mencapai pendidikan tinggi, tetapi juga memberinya ruang untuk berkembang di luar akademik. Ia mengakui bahwa fleksibilitas waktu yang ditawarkan UT sangat membantunya dalam menjalankan aktivitas di luar perkuliahan. “Banyak sekali manfaatnya. Saya bisa kuliah sambil bekerja, tetap aktif dalam organisasi, dan bahkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dalam berbagai bidang,” tuturnya.

    Keunggulan lain dari UT yang sangat dirasakan Bina adalah kebebasan lokasi belajar. “Mahasiswa bisa kuliah dari mana saja tanpa harus pindah kota, sehingga lebih hemat biaya dan tetap bisa menjalankan aktivitas lain di tempat tinggalnya,” jelasnya. Hal ini menjadi solusi bagi banyak pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa harus mengorbankan pekerjaan.

    Menurutnya, sistem pembelajaran di UT juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan manajemen waktu dan kemandirian dalam belajar. “Karena tidak ada jadwal kuliah tetap, saya belajar untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap studi saya sendiri,” tambahnya.

    Tak hanya itu, pengalaman Bina dalam membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan organisasi juga telah membentuknya menjadi pribadi yang lebih terstruktur dan efisien. “Dengan sistem UT, saya belajar bagaimana mengatur prioritas dan menyelesaikan tugas dengan lebih efektif,” katanya. Ia pun menekankan bahwa keberhasilan dalam menjalani kuliah sambil bekerja sangat bergantung pada komitmen dan disiplin diri.

    Bina berharap lebih banyak orang yang mempertimbangkan UT sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan biaya. “Jangan takut untuk mencoba. Dengan strategi yang tepat, kita bisa menyelesaikan kuliah sambil tetap bekerja dan beraktivitas seperti biasa,” pesannya.

    Kisah Bina Novita menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak selalu harus ditempuh dengan cara konvensional. Dengan fleksibilitas yang ditawarkan UT, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita tanpa harus mengorbankan aspek lain dalam hidupnya.

    Berita Utama BeritaBaru Bina Novita education Lifestyle mahasiswa news Sumatera Teropong Jakarta universitas terbuka
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleSiti Anisa Rahayu: Perjalanan Menuju Independent Women Inspiration di Putri Hijab & Brand Award 2024
    Next Article Antara Bisnis, Kuliah, dan Fashion: Karisa Dira Ungkap Tantangan Work-Life Balance
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    September 9, 2026

    Pernah Jadi Penerima Beasiswa Penuh KL-YES, Ni Luh Putu Elsy Jadi Exchange Student ke Amerika Serikat

    September 7, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.