Karawang, TeropongJakarta.com – Dua kali gagal interview kerja tidak membuat Widiatun Hasanah, A.Md., Kep., menyerah. Justru dari kegagalan itulah, perempuan asal Karawang ini kini berhasil menembus dunia kerja internasional sebagai perawat di Arab Saudi dan membangun jaringan tenaga kesehatan lintas negara.
“Waktu itu saya sempat berpikir, mungkin ini bukan jalannya. Tapi saya tidak mau berhenti di mimpi yang belum tercapai,” ujar Widiatun.
Perjalanan Widiatun menuju Arab Saudi berawal dari hal sederhana saat 2017. Kala itu, ia masih mahasiswa keperawatan dan membuat video tugas kuliah tentang alasan memilih profesi perawat. Salah satu impiannya adalah bekerja di luar negeri, meski saat itu belum memiliki gambaran negara tujuan maupun jalur yang harus ditempuh.

Titik perubahan datang ketika ia menemukan informasi lowongan kerja perawat di Arab Saudi. Dengan penuh keberanian, ia mencoba melamar. Namun realitas tidak langsung berpihak. Dua kali mengikuti interview, dua kali pula ia harus menerima hasil gagal.
Alih-alih berhenti, Widiatun memilih memperbaiki diri. Ia kembali belajar, memperkuat kemampuan, dan mencoba lagi hingga akhirnya diterima bekerja di salah satu klinik dental VIP di Riyadh. Kini, ia berkarier di Designer’s Clinic Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia (KSA).
Namun tantangan terbesar justru dimulai setelah ia diterima. Dengan latar belakang perawat umum, Widiatun harus beradaptasi dari nol saat ditempatkan di klinik gigi, bidang yang belum pernah ia tekuni sebelumnya. Semua proses harus dipelajari dengan cepat, mulai dari alat medis hingga standar pelayanan yang berbeda.

Dalam waktu sekitar satu bulan, ia berhasil menyesuaikan diri dan mengikuti ritme kerja yang ketat di lingkungan klinik internasional tersebut.
Selain adaptasi kerja, Widiatun juga menghadapi Prometric Exam, ujian lisensi tenaga kesehatan berbahasa Inggris yang hanya memberikan tiga kali kesempatan. Tekanan tersebut tidak membuatnya mundur. Dengan disiplin belajar dan konsistensi, ia berhasil lulus pada percobaan kedua.
Bagi Widiatun, bekerja di Arab Saudi bukan hanya tentang karier, tetapi juga tentang membuka akses kehidupan yang lebih luas, termasuk kemudahan ibadah umrah dan haji serta pengalaman profesional lintas negara.
Seiring waktu, pengalamannya membuka banyak pintu. Ia pernah menjadi narasumber seminar kreator di KBRI Riyadh, diliput Metro TV, hingga dipercaya menjadi brand ambassador beberapa produk di Arab Saudi. Ia juga aktif sebagai content creator yang membagikan realita tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri.

Melihat masih banyak tenaga kesehatan Indonesia yang kesulitan mendapatkan akses informasi kerja internasional, Widiatun kemudian mendirikan organisasi NOW (Nurse Opportunities Worldwide). Organisasi ini menjadi jembatan bagi nakes Indonesia yang ingin berkarier di Arab Saudi melalui informasi, pelatihan, dan pendampingan.
NOW juga mengadakan berbagai kelas persiapan, mulai dari peningkatan bahasa Inggris, kesiapan mental, hingga simulasi ujian lisensi. Menurut Widiatun, kesiapan adalah kunci utama untuk bisa bersaing di dunia global.
“Kalau kita ingin go international, jangan tunggu sempurna. Tapi terus upgrade bahasa, skill, dan knowledge dari sekarang,” katanya.
Kini, perjalanan Widiatun tidak lagi sekadar tentang keberhasilan pribadi, tetapi tentang membuka jalan bagi lebih banyak tenaga kesehatan Indonesia untuk berani melangkah ke panggung dunia.
