Jakarta, TeropongJakarta.com – dr. Yusnika Utami, CH., CHt. menapaki perjalanan profesional yang tidak hanya berfokus pada pengobatan fisik, tetapi juga pada keseimbangan mental dan spiritual pasien. Pengalaman panjangnya sebagai dokter membuatnya melihat bahwa proses penyembuhan manusia tidak bisa dipisahkan dari kondisi psikologis dan batin seseorang.
Awalnya, ia hanya memiliki tujuan sederhana sebagai tenaga medis: membantu banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Namun seiring berjalannya waktu, pengalaman klinis justru membentuk cara pandangnya terhadap manusia secara lebih utuh.
“Awalnya mungkin niatnya klise seperti kebanyakan orang, ingin membantu banyak orang. Tapi semakin dijalani, niat itu tetap sama, hanya saja bertambah menjadi rasa syukur yang luar biasa setelah mempelajari manusia secara utuh,” ujarnya.
Menurutnya, kompleksitas tubuh manusia justru menunjukkan betapa sempurnanya penciptaan. Hal tersebut membuatnya semakin menyadari bahwa pendekatan kesehatan tidak bisa hanya berhenti pada aspek fisik semata.

Ketertarikan dr. Yusnika pada hipnoterapi sudah muncul sejak awal ia menjalani profesi sebagai dokter. Ia melihat bahwa banyak pasien tidak hanya datang dengan keluhan fisik, tetapi juga membawa beban emosional, stres, hingga trauma yang memengaruhi kondisi tubuh mereka.
Ia menegaskan bahwa kesehatan manusia harus dilihat secara menyeluruh.
“Manusia itu harus seimbang kesehatan fisik, mental, dan spiritualnya. Semakin berkembang dunia, semakin banyak pasien yang datang bukan hanya dengan masalah fisik, tapi juga mental,” jelasnya.
Dari pemahaman tersebut, ia mulai menekuni hipnoterapi sebagai salah satu metode pendukung dalam membantu proses penyembuhan psikologis pasien. Baginya, hipnoterapi bukan sekadar teknik, melainkan pendekatan untuk memahami lebih dalam kondisi bawah sadar manusia.
Meski berkembang, hipnoterapi masih kerap disalahpahami. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah anggapan bahwa hipnoterapi sama dengan hipnotis hiburan seperti yang sering ditampilkan di televisi.

“Tantangan terbesar adalah pemahaman tentang hipnoterapi itu sendiri. Banyak yang mengira sama seperti hipnotis di acara hiburan, padahal sangat berbeda,” ungkapnya.
Menurutnya, edukasi menjadi hal penting agar masyarakat memahami bahwa hipnoterapi merupakan metode terapeutik yang dilakukan secara profesional untuk membantu mengatasi masalah psikologis, trauma, dan pola pikir yang menghambat kesehatan.
Seiring perjalanan praktiknya, dr. Yusnika mengaku mengalami perubahan cara pandang terhadap pasien. Kini ia tidak hanya fokus pada diagnosis fisik, tetapi juga memahami aspek psikologis dan emosional pasien sebagai satu kesatuan.
“Saya jadi lebih memahami pasien sebagai individu yang utuh. Tidak hanya fisik, tapi juga psikologi dan jiwanya. Semua itu saling berhubungan,” ujarnya.
Pendekatan ini membuatnya lebih empatik dalam menangani pasien dan semakin meyakini bahwa kesehatan manusia merupakan hasil keseimbangan banyak aspek.

Saat ini, dr. Yusnika aktif sebagai dokter penanggung jawab di salah satu klinik Kimia Farma, serta menangani in-house clinic di perusahaan asing di Jakarta. Ia juga kerap menjadi narasumber dalam berbagai health talk dan seminar kesehatan.
Di luar aktivitas profesional, ia tetap meluangkan waktu untuk kegiatan sosial dengan membuka pengobatan gratis bagi lansia dan masyarakat sekitar setiap akhir pekan.
Ke depan, ia memiliki rencana untuk membangun klinik hipnoterapi sebagai pusat layanan kesehatan mental yang lebih terstruktur. Harapannya, pendekatan holistik ini dapat semakin diterima dan membantu lebih banyak orang.
“Mohon doanya agar bisa segera terwujud,” tutupnya.
