Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dista Ayu Marsega: Dari Keterpurukan Menuju Kebangkitan dan Memberdayakan Perempuan Lewat Digitalisasi
    Entertaiment

    Dista Ayu Marsega: Dari Keterpurukan Menuju Kebangkitan dan Memberdayakan Perempuan Lewat Digitalisasi

    AdminBy AdminMarch 11, 20251 Comment5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Magelang, TeropongJakarta.com – Perjalanan hidup Dista Ayu Marsega bukan sekadar kisah perjuangan, tetapi juga bukti bahwa keberanian dan tekad dapat mengubah hidup seseorang. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang pernah mengalami keterpurukan akibat bipolar, ia bangkit dengan menemukan kekuatan dalam dunia digital. Dari seorang yang dicemooh dan dijauhi, kini ia menjadi Duta Canva 2024 serta pendiri Komunitas Perempuan Berdaya Magelang, wadah bagi perempuan untuk belajar dan berkembang.

    Pada tahun 2020, hidup Dista berubah drastis setelah menerima diagnosis bipolar. Ia mengalami pasang surut emosi yang berat, bahkan empat kali mencoba mengakhiri hidupnya. Selain harus berjuang melawan kondisi mentalnya, ia juga menghadapi stigma dari masyarakat yang menganggapnya “tidak normal” dan menjauhinya.

    “Saya merasa sendirian dan tidak punya siapa-siapa. Banyak orang melihat saya dengan tatapan iba atau justru menjauh. Saat itu, saya merasa dunia ini terlalu berat untuk saya jalani,” ungkap Dista.

    Namun, titik balik terjadi saat ia hamil. Menyadari bahwa ia harus bertahan demi anaknya, Dista mulai mencari cara untuk bangkit. Ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menyerah dan akan membuktikan bahwa ia mampu menjalani hidup dengan lebih baik.

    Dalam pencariannya akan harapan, Dista menemukan dunia digital. Awalnya, ia hanya belajar secara mandiri tentang desain grafis dan pemasaran digital dari rumah. Namun, semakin ia mendalami, semakin ia menyadari potensi besar yang dimiliki dunia digital bagi perempuan yang ingin tetap produktif tanpa meninggalkan keluarga.

    “Dari rumah, saya belajar sedikit demi sedikit. Awalnya hanya iseng, tapi ternyata saya menemukan passion saya di sini,” katanya.

    Belajar dari berbagai sumber online, Dista mulai mengembangkan keterampilannya hingga akhirnya mendapat kesempatan menjadi Duta Canva 2024, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa kondisi mental bukanlah penghalang untuk sukses.

    Salah satu tantangan terbesar bagi Dista adalah menghadapi stigma sosial dan depresi yang masih sering menghantuinya. Namun, ia menemukan bahwa produktivitas adalah obat terbaik bagi dirinya.

    “Saya menyadari bahwa semakin saya fokus pada hal yang bermanfaat, semakin kecil peluang depresi untuk menguasai saya. Saya mulai mencari lingkungan yang positif, berhenti menyalahkan diri sendiri, dan fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan,” jelasnya.

    Ia ingin menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami tantangan mental tetap bisa berdaya. Menurutnya, kemandirian finansial dan kesempatan untuk berkembang dapat membantu banyak perempuan keluar dari keterpurukan.

    Berangkat dari pengalaman pribadinya, Dista mendirikan Komunitas Perempuan Berdaya Magelang pada 3 November 2024. Komunitas ini bertujuan untuk memberikan ruang aman bagi perempuan agar bisa belajar keterampilan digital dan memperoleh penghasilan dari rumah.

    “Kami ingin membuktikan bahwa perempuan bisa berdaya meskipun dari rumah. Teknologi membuka peluang yang sebelumnya sulit diakses oleh ibu rumah tangga,” ujarnya.

    Kini, komunitas ini telah memiliki lebih dari 100 anggota aktif yang rutin mengikuti berbagai kelas pengembangan diri dan keterampilan digital.

    Setiap bulan, komunitas ini mengadakan minimal dua kelas offline serta sesi pembelajaran daring yang dibagikan melalui grup diskusi.

    “Kami mengajarkan keterampilan seperti desain grafis, pemasaran digital, hingga cara membangun bisnis online. Semua materi disesuaikan agar mudah dipahami oleh ibu rumah tangga atau perempuan yang baru ingin mulai belajar,” jelas Dista.

    Banyak anggota komunitas yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman digital, kini mampu menghasilkan pendapatan sendiri melalui keterampilan yang mereka pelajari.

    Menurut Dista, teknologi telah membuka banyak peluang bagi perempuan untuk lebih mandiri secara finansial. Banyak perempuan yang sebelumnya hanya bergantung pada penghasilan suami, kini bisa membantu ekonomi keluarga dengan bekerja dari rumah.

    “Banyak dari mereka yang kini memiliki penghasilan sendiri. Bahkan ada yang akhirnya memilih resign dari pekerjaan kantoran karena merasa lebih nyaman bekerja di dunia digital,” ujarnya.

    Lebih dari itu, ia percaya bahwa kemandirian finansial perempuan dapat menjadi solusi untuk memutus siklus ketidakberdayaan dalam keluarga.

    Komunitas yang didirikan Dista tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga memberikan dukungan mental bagi anggotanya. Banyak perempuan yang merasa lebih percaya diri dan memiliki tujuan hidup setelah bergabung dengan komunitas ini.

    “Kami tidak hanya belajar, tetapi juga saling mendukung. Di sini, tidak ada yang merasa sendirian,” kata salah satu anggota komunitas.

    Dista berharap komunitas ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak perempuan yang membutuhkan.

    Bagi perempuan yang mengalami tantangan serupa, Dista menekankan pentingnya mencintai diri sendiri sebelum mencari solusi lain.

    “Jangan biarkan rasa insecure menguasai hidupmu. Mulailah dengan mencari hobi, sibukkan diri dengan hal-hal yang positif, dan jangan takut untuk berbicara. Speak up dan berkaryalah, karena setiap perempuan berharga,” pesannya.

    Dista tidak berhenti di sini. Ia memiliki rencana besar untuk memperluas dampak komunitasnya, baik melalui kelas offline maupun sesi mentoring virtual.

    “Saya ingin lebih banyak perempuan yang sadar akan potensi mereka. Saya akan terus membimbing mereka agar bisa melek digital dan mandiri secara ekonomi,” katanya.

    Harapannya, semakin banyak perempuan yang bisa bangkit, mengurangi angka depresi, dan menjadi individu yang lebih percaya diri melalui dunia digital.

    Kini, Dista bukan lagi perempuan yang terpuruk karena stigma. Ia telah menjadi inspirasi bagi banyak perempuan lainnya. Dengan semangat dan tekadnya, ia telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi justru awal dari sesuatu yang lebih besar.

    “Perempuan berdaya bukan hanya tentang bekerja, tetapi tentang menemukan jati diri dan merasa berarti dalam kehidupan.”

    Perjalanan Dista Ayu Marsega adalah bukti bahwa dari keterpurukan, seseorang bisa bangkit dan bahkan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Melalui dunia digital, ia telah membuktikan bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang, selama mereka percaya pada diri sendiri dan mau mengambil langkah pertama.

    Berita Berita Utama Dista Ayu Marsega education enterpreneur Magelang news Perempuan Perempuan Berdaya TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleKisah Chusnul Khotimah: Dari Keraguan Hingga Menjadi Juara Nasional yang Mengharumkan Daerahnya
    Next Article Perjalanan Dwi Rizky: Berawal dari Iseng, Kini Sukses Review 15+ Hotel & Villa!
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    September 15, 2026

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    September 14, 2026

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026
    View 1 Comment

    1 Comment

    1. Fatma Noor Ardyani on March 11, 2025 12:23 pm

      Sukak sama kak Dista, ceria, humble dan selalu kasih motivasi².
      Sabar dalam membimbing,
      Sukses terus dan semoga nular ke aku

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.