Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dari Jambi ke Jepang: Resika Afrodita Meraih Kesejahteraan Lebih Baik sebagai Caregiver dan Kreator Konten
    Entertaiment

    Dari Jambi ke Jepang: Resika Afrodita Meraih Kesejahteraan Lebih Baik sebagai Caregiver dan Kreator Konten

    AdminBy AdminAugust 10, 2024Updated:August 10, 2024No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jambi, TeropongJakarta.com – Resika Afrodita, perempuan asal Sarolangun, Jambi, kini tengah meniti karier sebagai caregiver di Jepang. Sebelumnya, ia bekerja sebagai perawat kamar operasi di Indonesia. Keputusan untuk pindah ke Jepang dan menekuni profesi baru ini didasari oleh beberapa alasan, salah satunya adalah kesejahteraan yang lebih baik. “Gajinya lumayan dibandingkan sewaktu saya bekerja di Indonesia sebagai perawat kamar operasi. Selain itu, pekerjaan ini tidak terlalu jauh dari profesi sebelumnya, masih pekerjaan yang merawat dan membantu orang lain,” ungkap Resika.

    Namun, merantau ke negeri orang bukan tanpa tantangan. Salah satu hambatan terbesar yang dialami Resika adalah bahasa. “Tantangannya semua orang mengalami ini. Yang pertama pasti bahasa, dan hougen atau bahasa daerah lah istilahnya. Itu jadi tantangan awal dalam pekerjaan ini,” tuturnya. Adaptasi dengan bahasa Jepang dan dialek lokal menjadi langkah awal yang sulit namun penting untuk diatasi.

    Selain bahasa, budaya kerja di Jepang yang sangat disiplin juga menjadi tantangan tersendiri. “Di jam kerja benar-benar bekerja, tidak pegang hape sama sekali, tidak ada santai duduk-duduk. Selama masih jam kerja, sekalipun pekerjaannya sudah selesai, orang Jepang itu nyari apa nih yang harus dikerjakan,” jelas Resika. Ia mengakui bahwa disiplin kerja ini sangat berbeda dari kebiasaan yang ia temui di tempat kerja lain yang mungkin lebih fleksibel.

    Resika juga berbagi pengalaman unik saat pertama kali tiba di Jepang. “Aku ingat banget aku kesulitan memfotokopi, padahal itu hal yang sepele dan biasa kita lakukan. Karena baru tinggal di Jepang dan keterbatasan bahasa, aku yakin banyak teman-teman yang mengalami itu,” kenangnya. Pengalaman ini mendorongnya untuk membuat tutorial-tutorial yang dapat membantu orang-orang yang menghadapi kesulitan serupa.

    Selain bekerja sebagai caregiver, Resika juga aktif sebagai konten kreator di media sosial. Ia memanfaatkan waktunya di luar jam kerja untuk membuat konten-konten yang bermanfaat. “Kalau sebagai konten kreator aku sesuai dengan waktu di luar jam kerjaku, lebih fleksibel,” kata Resika. Dengan memanfaatkan waktu liburnya, ia bisa membuat dan mengedit banyak konten yang kemudian diunggah di hari kerja.

    Resika memulai kariernya sebagai konten kreator dengan membuat video-video tutorial dan cerita seputar kehidupan di Jepang. “Awalnya aku bikin konten tentang tutorial-tutorial melakukan sesuatu di Jepang, terus tentang cerita-cerita Jepang, karena aku juga belajar bahasa Jepang kadang juga tentang bahasa Jepang. Jadi sekarang apapun mengenai Jepang dan bahasa Jepang,” ujarnya.

    Fleksibilitas sebagai konten kreator memberi Resika ruang untuk tetap produktif tanpa mengganggu pekerjaannya sebagai caregiver. “Sebagai konten kreator aku fleksibel aja sih, di waktu libur aku bikin konten banyak dan ngedit. Nanti kalau di hari kerja tinggal ngedit dikit dan posting,” jelasnya tentang bagaimana ia mengatur waktu antara kedua profesinya.

    Resika juga memiliki harapan besar untuk masa depannya. Sebagai seorang caregiver, ia bercita-cita untuk mengikuti dan lulus ujian Kaigofukushishi, sebuah ujian negara di Jepang yang memberikan lisensi sebagai ahli Kaigo. “Harapannya sebagai caregiver semoga bisa ikut dan lulus ujian Kaigofukushishi,” ujarnya.

    Selain itu, sebagai konten kreator, Resika berharap bisa terus membuat konten-konten yang bermanfaat bagi orang lain. “Dan sebagai konten kreator, semoga bisa terus bikin konten-konten yang bermanfaat buat orang lain,” tambahnya.

    Perjalanan Resika Afrodita dari Sarolangun hingga Jepang membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, tantangan sebesar apapun bisa dihadapi. Kini, ia tidak hanya berperan sebagai caregiver yang berdedikasi, tetapi juga sebagai konten kreator yang inspiratif bagi banyak orang.

    BeritaBaru Entertainment Lifestyle news TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticlePutri Daerah Klaten Raih Beasiswa MEXT, Ayu Dianita Sari Tempuh S2 di Jepang
    Next Article Ichi Echa: Menyeimbangkan Karir di Industri Kreatif dan Hukum dengan Olahraga sebagai Fondasi
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    October 7, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Berawal Bantu Suami, Siti Marfuah Sukses Jadi Best Sales Properti Lippo Cikarang Dua Tahun Beruntun

    3.693 Pelajar Ramaikan Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Berikut Daftar Juara

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.