Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Antara Anak, Gym, dan Lintasan Lari: Ritme Hidup Seorang Ibu Pelari dari Baubau
    Sport

    Antara Anak, Gym, dan Lintasan Lari: Ritme Hidup Seorang Ibu Pelari dari Baubau

    AdminBy AdminJuly 17, 2025No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bau-Bau, TeropongJakarta.com – Perjalanan Ucy sebagai pelari bukan dimulai dari lomba, medali, atau pelatih pribadi. Ia tidak lahir dari keluarga atlet, bukan pula anggota tim olahraga sejak kecil. Semua bermula di tahun 2020, ketika pandemi membuat dunia sepi dan langkah kaki menjadi satu-satunya pelarian. “Waktu itu cuma jalan kaki. Keluar rumah biar kepala nggak penat,” kenangnya. Dari langkah-langkah kecil itu, ia menemukan keheningan yang menyembuhkan.

    Selama dua tahun, ia berlari sendiri menemani senyap pagi dan bayang tubuhnya sendiri. Ritme tubuh dan hati pelan-pelan bersatu, memberi ruang untuk memahami makna dari setiap napas dan hentakan kaki. Baru pada 2022, semesta membawanya bertemu Kepton Runners, komunitas lari yang berbasis di Bau-Bau. “Awalnya saya minder, tapi mereka ramah. Kita saling bantu, saling semangati,” ujarnya.

    Bersama Kepton Runners, Ucy menemukan dimensi baru dari berlari: kebersamaan. Tak lama setelah bergabung, ia memberanikan diri mengikuti lomba pertamanya, 5K. Ketegangan di garis start hampir membuatnya mundur. Tapi saat garis finish terlihat, ia tahu ada sesuatu dalam dirinya yang berubah. “Saya pengen coba lagi,” ucapnya. Tak sampai setahun, ia berhasil menyelesaikan 10K, lalu 21K. Kini, matanya tertuju pada tantangan berikutnya: marathon 42K.

    Namun bagi Ucy, finish bukan segalanya. Setiap race hanyalah ujian dari perjalanan panjang yang dimulai jauh hari sebelumnya. Minggu-minggu penuh latihan, pengorbanan waktu, dan kerja keras fisik dan mental menjadi bagian tak terpisahkan. Tak hanya lari, ia juga rutin melakukan latihan kekuatan di gym. “Strength training itu penting banget, apalagi buat otot kaki. Biar nggak gampang cedera pas race,” jelasnya.

    Sebagai ibu dari dua anak, rutinitas harian Ucy tak bisa dibilang ringan. Ia terbiasa bangun sebelum matahari terbit untuk jogging, lalu kembali ke rumah menyiapkan sarapan dan mengantar anak-anak ke sekolah. Setelah itu, ia lanjutkan hari dengan gym atau pekerjaan rumah. Jika pagi terlalu sibuk, ia akan bergeser ke sore. “Kalau niat, pasti bisa cari waktu,” katanya mantap.

    Olahraga, bagi Ucy, tak sekadar bentuk aktivitas fisik. Ia adalah ruang kontemplasi, medan latihan ketangguhan batin. Lari melatihnya untuk bertahan; gym mengajarkannya fokus dan kedisiplinan. “Olahraga itu ngajarin saya buat kuat, bukan cuma di badan, tapi di pikiran juga,” katanya. Ketangguhan itu terasa dalam keseharian ia mengaku lebih sabar dan stabil dalam menghadapi tekanan hidup.

    Aktif di media sosial membuat Ucy tak luput dari komentar negatif. Ada yang nyinyir, ada yang mencibir. Namun ia tak membiarkan komentar itu menjadi beban. “Hidup saya, pilihan saya,” ucapnya tegas. Ia lebih memilih mendengar tubuhnya sendiri daripada suara-suara asing yang tak tahu cerita di balik langkahnya.

    Ucy tidak berlari untuk mengejar bentuk tubuh ideal. Ia tidak terobsesi dengan angka di timbangan. Baginya, sehat, kuat, dan bahagia adalah tujuan yang lebih bermakna. Ia menjaga pola makan, cukup tidur, dan mempercayai proses. “Saya mau tubuh saya jadi rumah yang nyaman buat diri saya sendiri,” katanya.

    Di kota kecil seperti Bau-Bau, langkah Ucy memang belum banyak disorot. Tapi setiap minggu, ia terus berlari. Menyusuri jalan yang sama, dengan tekad yang terus bertambah. Dalam tumpukan peran sebagai ibu, istri, dan perempuan aktif, Ucy menempatkan olahraga sebagai bentuk cinta pada diri. “Saya pengen terus bergerak. Buat saya sendiri, buat anak-anak juga,” ujarnya.

    Kini, impiannya tidak berhenti di garis finish. Ia ingin menjadi inspirasi. Ia ingin mengajak lebih banyak perempuan untuk mulai peduli pada kesehatan. Tidak harus besar, tidak harus segera. “Mulai aja dulu. Mau jalan, mau lari, atau senam di rumah. Yang penting, konsisten,” katanya. Bagi Ucy, perubahan tak harus bising, tapi harus terus berjalan.

    Setiap langkah Ucy di atas aspal adalah bab baru yang ia tulis sendiri. Kadang napasnya terengah, kadang tubuhnya lelah. Tapi matanya selalu menatap ke depan. Dalam kesunyian pagi atau riuhnya race day, satu hal tetap sama: Ucy tak lagi berlari dari hidup, ia berlari untuk merayakannya.

    Bau Bau cerita pelari dari daerah gaya hidup sehat ibu muda gym dan lari untuk perempuan ibu pelari dari baubau kisah inspiratif ibu pelari komunitas lari kepton runners Lari untuk kesehatan mental manfaat strength training untuk pelari olahraga ibu rumah tangga pelari wanita inspiratif running mom indonesia Sport TeropongJakarta.com ucy pelari wanita indonesia
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleKetika Malam Menjadi Waktu Merancang Mimpi: Ini Cerita Tentang Firstanova Mengelola Siapamau Management
    Next Article Antara Anak, Gym, dan Lintasan Lari: Ritme Hidup Seorang Ibu Pelari dari Baubau
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    September 16, 2026

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    September 9, 2026

    5 Tahun Jadi Kowal, Adila Wujudkan Mimpi Masa Kecil Melihat Salju di Eropa

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.