Jakarta, TeropongJakarta.com – kebaya kembali menjadi medium dialog antara tradisi dan generasi muda. Dalam rangkaian ajang Putri Kebaya DKI Jakarta, Anindiya Delia Renata tampil sebagai icon Baik “Berbudaya Anak Indonesia dengan kebaya”, menyuarakan kebaya sebagai simbol karakter perempuan yang lentur menghadapi zaman, namun tegas menjaga nilai.
Anindiya memberikan sambutan dalam sejumlah kegiatan Putri Kebaya yang digelar lintas wilayah di Ibu Kota. Di Jakarta Pusat, acara berlangsung di Mall Plaza Atrium Senen. Rangkaian berlanjut di Jakarta Barat yang digelar di Taman Palem Mall. Sementara itu, kegiatan di Jakarta Utara dilaksanakan di Mall Koja, dan Jakarta Selatan berlokasi di Lower Ground Kebayoran Park 3 Mall.
Dalam setiap kesempatan, Anindiya menegaskan bahwa makna “baik” tidak berhenti pada penampilan. “Baik itu cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Kebaya menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia bisa anggun, aktif, dan berkarakter dalam waktu yang bersamaan,” ujarnya saat memberi sambutan.

Peran Anindiya delia renata tidak hanya sebagai icon. Di Jakarta , ia dipercaya menjadi juri ajang Putri Kebaya bersama Bunda Arsitaresmisari(designer/owner arsita carft), Ibu Indri(PBI Jakarta /Galerias abata), dan Kalila winner remaja jakarta 2025, bersma naufalyn aurelia putri (winner kebaya cilik Jakarta 2025),Penilaian tidak semata menyoal estetika busana, melainkan juga pemahaman peserta terhadap filosofi kebaya, kepribadian, serta kemampuan membawa nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Anindiya Delia renata, kebaya mengajarkan keseimbangan. “Kebaya itu lembut tapi tegas, bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Namun ia juga tegas, punya filosofi. Seperti perempuan Indonesia yang aktif, berdaya, dan tahu jati dirinya,” kata dia.
Ia menilai ajang Putri Kebaya bukan sekadar kompetisi berbasis busana tradisional. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang edukasi budaya dan pembentukan karakter bagi generasi muda perempuan. Dari tingkat kota hingga provinsi,dan nasional kebaya diperkenalkan sebagai identitas yang relevan dan dapat dibanggakan di ruang publik modern.

Di luar panggung acara, Anindiya delia renata juga aktif mengembangkan komunitas kebaya agar dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Ia membuka ruang bagi generasi muda yang ingin bergabung dan terlibat langsung dalam upaya pelestarian budaya Indonesia.
“Siapa pun yang ingin bergabung dengan komunitas ini dipersilakan menghubungi saya dan umi syffitri safitri,azkia naura firrizqiah dan anindia mutia cinta. Kita bergerak bersama untuk melestarikan budaya Indonesia agar tetap hidup dan bermakna,” ujarnya.
Bagi Anindiya Delia Renata, kebaya bukan sekadar warisan, melainkan sikap hidup. Sebuah pengingat bahwa perempuan Indonesia dapat tampil modern tanpa kehilangan akar budaya lentur menghadapi perubahan, namun tetap teguh menjaga nilai.
