Jakarta, TeropongJakarta.com – Perjalanan meraih cita-cita tidak selalu berjalan mulus. Hal itu dirasakan langsung oleh Serda (W) Azzahra Mufadhilah Al Maghsyuroh, prajurit wanita dari kesatuan Koopsudnas yang harus melewati berbagai kegagalan sebelum akhirnya berhasil mengenakan seragam kebanggaan TNI Angkatan Udara.
Sejak duduk di bangku SMA, Azzahra sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia sekolah kedinasan. Baginya, menjadi abdi negara merupakan sebuah impian besar yang ingin diwujudkan. Namun, cita-cita tersebut tidak hanya berfokus pada satu pilihan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
Saat bersekolah di SMAN 2 Cimahi, Azzahra terpilih sebagai salah satu siswa eligible di sekolahnya. Bahkan sebelum lulus SMA, ia berhasil diterima di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui jalur undangan atau SNMPTN.

Di tengah kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, Azzahra tetap berusaha mengejar impiannya menjadi bagian dari institusi negara. Ia mulai mencoba mengikuti berbagai seleksi sekolah kedinasan, termasuk Akademi Kepolisian.
Namun, perjuangan tersebut belum membuahkan hasil. Ia harus menerima kenyataan gagal pada tahap Pantohir daerah menuju seleksi tingkat pusat. Kegagalan itu tidak membuatnya berhenti, justru semakin memperkuat tekadnya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu meraih cita-cita.
Azzahra kemudian mulai mempersiapkan diri lebih serius. Ia rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, menjaga kondisi tubuh, serta menjalani latihan fisik setiap hari. Baginya, setiap kegagalan adalah evaluasi untuk menjadi pribadi yang lebih siap.

“Sudah hampir 10 kali saya mencoba mendaftar. Bahkan di usia terakhir kesempatan saya, saya sempat merasa benar-benar putus asa dan ingin fokus kembali kuliah saja,” ujar Azzahra.
Rasa lelah dan kecewa sempat menghampirinya. Namun, dukungan dari kedua orang tua menjadi alasan terbesar baginya untuk kembali bangkit. Mereka tetap percaya bahwa Azzahra mampu mencapai impiannya.
Pada kesempatan terakhirnya, Azzahra mencoba mendaftar sebagai Wanita Angkatan Udara (Wara) untuk pertama kalinya. Saat itu, ia tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi karena pengalaman kegagalan sebelumnya.
Ia hanya berdoa agar diberikan jalan terbaik dan tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Hingga akhirnya, doa dan perjuangan panjang tersebut mendapatkan jawaban.
Azzahra berhasil lolos dan kini mengabdi sebagai prajurit Wanita Angkatan Udara. Seragam yang dikenakannya menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, serta ketekunan mampu mengantarkan seseorang menuju impian.

Bagi Azzahra, perjalanan panjang yang ia lalui memberikan pelajaran berharga. Ia berpesan kepada generasi muda yang sedang mengejar cita-cita agar tidak mudah menyerah meski harus menghadapi kegagalan berkali-kali.
“Jangan pernah lelah untuk meraih cita-cita. Tetap fokus dan bertekad kuat untuk mewujudkannya, terutama demi kebahagiaan kedua orang tua. Walaupun harus jatuh beberapa kali, tetaplah bangkit dengan usaha dan doa yang semakin kuat,” pesannya.
Kisah Serda (W) Azzahra menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai tujuan, tetapi siapa yang mampu bertahan dan terus berjuang hingga kesempatan itu datang.
