Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dari Salatiga hingga Congo, Perjalanan Serda (K) Salsyabilla Mengejar Mimpi Menjadi Kowad PBB
    News

    Dari Salatiga hingga Congo, Perjalanan Serda (K) Salsyabilla Mengejar Mimpi Menjadi Kowad PBB

    AdminBy AdminAugust 15, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Tidak banyak orang yang berani mengejar mimpi hingga ke benua lain. Namun, bagi Serda (K) Salsyabilla Prameswari Vedhayanto, perjalanan dari Kota Salatiga menuju tanah Afrika menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan doa.

    Bertugas dalam misi perdamaian di Democratic Republic of Congo (DRC), Afrika, menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidup Salsyabilla. Di balik seragam dan baret kebanggaan yang dikenakannya, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan seorang perempuan muda yang sejak SMA sudah memiliki tekad menjadi bagian dari Wanita TNI (Kowad).

    Inspirasi itu muncul ketika ia melihat berbagai prestasi wanita TNI melalui media sosial. Ia kagum melihat para Kowad yang mampu berprestasi di berbagai bidang, mengikuti kegiatan internasional, hingga dipercaya menjadi bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan baret biru muda yang menjadi simbol kebanggaan.

    “Saya melihat Kowad yang berprestasi dalam Sea Games, melihat wanita TNI menjadi anggota PBB dengan baret kebanggaan biru mudanya, serta mengikuti latihan gabungan dengan negara lain. Rasanya seperti ingin mencoba berada di titik itu,” ujar Salsyabilla.

    Setelah lulus SMA pada 2022, perempuan asal Salatiga tersebut memberanikan diri mengikuti seleksi TNI. Keputusan itu tidak datang secara instan. Ia mempersiapkan diri dengan penuh perjuangan sambil tetap menjalani aktivitas sebagai pelatih senam.

    Saat pandemi Covid-19 masih berlangsung pada 2021-2022, kegiatan sekolah dilakukan secara daring. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat. Setelah mengikuti pembelajaran dari pagi hingga siang, sore harinya ia mengajar senam. Jika tidak memiliki jadwal melatih, waktu tersebut digunakan untuk menjalani latihan fisik secara mandiri.

    Malam hari menjadi waktu untuk memperkuat persiapan akademik. Ia mempelajari psikologi dan materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebagai persiapan tambahan apabila mengikuti seleksi sekolah kedinasan STTD.

    Rutinitas itu dijalaninya hampir setiap hari. Akhir pekan yang biasanya menjadi waktu istirahat justru dimanfaatkan untuk tetap produktif. Pagi hari melatih senam, sore melakukan penguatan fisik, dan malam kembali belajar.

    “Yang saya lakukan saat itu adalah berusaha semaksimal mungkin, terus berdoa dan ikhtiar. Selebihnya saya serahkan kepada Allah SWT,” katanya.

    Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun yang sama ketika mengikuti seleksi, Salsyabilla dinyatakan lolos menjadi Kowad. Setelah menjalani masa dinas selama dua tahun, ia kembali mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Satgas luar negeri.

    Kesempatan itu menjadi pintu menuju pengalaman baru ketika ia dipercaya menjalankan penugasan di Congo, Afrika. Baginya, bertugas di luar negeri bukan hanya tentang menjalankan kewajiban sebagai prajurit, tetapi juga kesempatan untuk membawa nama Indonesia dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

    Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika melakukan foot patrol ke desa-desa sekitar Kompi Indo RDB. Dalam kegiatan tersebut, ia dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat Congo, khususnya anak-anak.

    Ia bersama tim mengajarkan anak-anak bernyanyi dan berhitung, berbagi makanan, memberikan edukasi kesehatan, hingga membagikan masker karena saat itu wilayah tersebut sedang menghadapi ancaman Ebola. Selain itu, ia juga ikut membantu masyarakat berkebun serta melakukan pengamanan ketika warga Congo menjalankan ibadah di gereja.

    Bagi Salsyabilla, momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan. Ia merasa bangga dapat hadir dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di negara lain.

    “Orang lain lihat kelemahanmu, kamu lihat tujuanmu. Fokus ke tujuan, tetap terus berjalan. Tidak perlu banyak bicara dan mengeluh, terus berproses serta banyak berdoa untuk sampai ke garis finish. Biarkan prestasimu yang berbicara,” tuturnya.

    Perjalanan Serda (K) Salsyabilla Prameswari menjadi bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas tempat maupun keadaan. Dari seorang pelatih senam di Salatiga, ia berhasil membuktikan diri menjadi prajurit wanita TNI yang mengabdi hingga ke panggung internasional.

    berita TNI terbaru Indonesian Peacekeepers kisah inspiratif prajurit wanita kisah perjuangan perempuan Indonesia kisah sukses Kowad Kompi Indo RDB Congo Kowad bertugas di Congo Kowad TNI Indonesia misi perdamaian PBB Congo motivasi mengejar mimpi pengabdian TNI di luar negeri pengalaman tugas luar negeri TNI perempuan Indonesia Inspiratif perjuangan masuk TNI prajurit TNI misi kemanusiaan prajurit TNI perempuan berprestasi prajurit wanita TNI di Afrika profil prajurit wanita TNI putri Salatiga menjadi Kowad Satgas TNI luar negeri seleksi Kowad 2022 Serda Kowad TNI Serda Salsyabilla Prameswari Vedhayanto wanita muda Salatiga berprestasi wanita TNI inspiratif
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleBertugas di Lebanon Saat Pandemi, Kowad Shelly Wahyu Handayani Jadi Garda Depan Pelayanan Kesehatan
    Next Article Resign dari Bank, Wulandari Harmadi Taklukkan Dunia Tambang yang Didominasi Pria
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    September 15, 2026

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    September 14, 2026

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.