Jakarta, TeropongJakarta.com – Menjadi seorang anggota Kepolisian Wanita (Polwan) bukanlah perjalanan singkat bagi Bripda Ribkah Dwi Agussuciati. Perempuan asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini harus melewati proses panjang selama dua tahun penuh perjuangan, disiplin, dan pengorbanan sebelum akhirnya berhasil mewujudkan impiannya mengenakan seragam Polri.
Jauh sebelum menjadi seorang Polwan, Ribkah telah membangun mental juangnya melalui dunia olahraga bela diri. Sejak duduk di bangku SMP, ia mulai mendalami olahraga tersebut sebagai hobi yang kemudian berkembang menjadi sebuah prestasi.
Ketekunannya berlatih membuat Ribkah dipercaya menjadi seorang atlet bela diri dan mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Baginya, olahraga bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan menghadapi tekanan.
Salah satu pencapaian terbesar Ribkah terjadi pada tahun 2023 ketika dirinya mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Dengan kerja keras dan persiapan yang matang, ia berhasil meraih juara 1 dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perjuangan menuju tingkat Pra Pekan Olahraga Nasional (PRAPON).

Namun, pada tahun yang sama, Ribkah juga sedang mengikuti proses seleksi penerimaan anggota Polri. Ketika dinyatakan lolos sebagai anggota Polri, ia dihadapkan pada pilihan besar. Demi menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Ribkah memutuskan untuk mengundurkan diri dari kesempatan melanjutkan ke PRAPON.
Keputusan tersebut bukan berarti meninggalkan dunia prestasi, melainkan membuka jalan baru baginya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas melalui institusi Polri.
“Perjalanan selama dua tahun untuk menjadi seorang Polwan mengajarkan saya arti perjuangan, kesabaran, dan konsistensi. Saya ingin terus tumbuh serta memberikan prestasi terbaik di institusi Polri ini,” ujar Ribkah.
Motivasi terbesar Ribkah menjadi seorang Polwan adalah keinginannya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia ingin menjadi sosok perempuan yang mampu memberikan rasa aman, perlindungan, serta manfaat nyata bagi orang lain.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri adalah ketika harus menghadapi situasi penuh tekanan. Dalam kondisi tersebut, seorang anggota Polri harus mampu mengendalikan emosi, tetap tenang, dan mengambil keputusan secara profesional karena setiap tindakan dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Selain menjalankan tugas, Ribkah juga merasa bangga ketika dapat terlibat dalam kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa kontribusi kecil yang dilakukan dengan tulus dan konsisten dapat memberikan dampak besar bagi orang lain.
Bagi Ribkah, menjadi atlet sekaligus Polwan merupakan bukti bahwa perempuan mampu menjalankan berbagai peran dengan penuh tanggung jawab. Ia ingin menunjukkan bahwa perempuan tidak harus membatasi dirinya dalam mengejar mimpi.
Dengan disiplin, integritas, dan semangat untuk terus belajar, perempuan dapat berprestasi di berbagai bidang sekaligus memberikan pengabdian bagi masyarakat.
Melalui perjalanan hidupnya, Bripda Ribkah Dwi Agussuciati berharap dapat menginspirasi banyak perempuan muda untuk berani bermimpi dan tidak takut menghadapi tantangan.
“Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, dan beranilah bermimpi lebih tinggi,” pesannya.
