Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Dari Customer Support hingga Sales Manager, Susi Sulistiani Andalkan Mindset untuk Bangun Karier

    Sertu TTU/W Jenica Tallane, Prajurit TNI AL yang Melanjutkan Perjuangan Sang Ibu

    Suliastini Sulistasniem: Dari Karyawan Perusahaan Jepang hingga Membangun Bisnis dan Sekolah di Batam

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Lydia Devi Nursanthi Hidupkan Kembali Warisan Betawi Lewat Inovasi Tari Wayang Kilaras Purwa
    Culture

    Lydia Devi Nursanthi Hidupkan Kembali Warisan Betawi Lewat Inovasi Tari Wayang Kilaras Purwa

    AdminBy AdminJuly 4, 2026Updated:July 4, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Di tengah derasnya arus globalisasi yang kian menggeser perhatian masyarakat terhadap seni tradisi, koreografer sekaligus Ketua Maheswari Production Indonesia, Lydia Devi Nursanthi, S.E., M.Sn., menghadirkan sebuah inovasi yang memberi napas baru bagi kesenian Betawi. Melalui karya Wayang Kilaras Purwa, Lydia membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan menjaga tradisi apa adanya, tetapi juga melalui kreativitas yang mampu menjadikan warisan budaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

    Karya tersebut dipentaskan dalam Lomba Karya Cipta Tari Betawi 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta di Gedung Kesenian Jakarta. Di antara berbagai karya yang tampil, Wayang Kilaras Purwa menjadi salah satu pertunjukan yang menyita perhatian karena menawarkan pendekatan berbeda dalam penciptaan tari Betawi. Alih-alih menjadikan unsur budaya sebagai pelengkap visual, Lydia membangun keseluruhan karya dengan menjadikan Wayang Golek Betawi Purwa sebagai fondasi utama dalam penyusunan konsep, gerak, dramaturgi, hingga penyampaian pesan budaya.

    Pendekatan tersebut menjadi sebuah terobosan dalam dunia tari Betawi. Selama ini, eksplorasi tari lebih banyak berangkat dari bentuk-bentuk tradisi yang telah populer. Melalui Wayang Kilaras Purwa, Lydia membuka perspektif baru bahwa seni pewayangan Betawi tidak hanya dapat dipertahankan dalam bentuk pertunjukan aslinya, tetapi juga dapat ditransformasikan menjadi karya tari hiburan (entertain) yang segar, inovatif, sekaligus tetap menghormati akar budaya yang diwariskan lintas generasi.

    “Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi. Justru tradisi menjadi sumber lahirnya gagasan baru yang mampu berbicara kepada masyarakat hari ini,” menjadi semangat yang melandasi proses kreatif Lydia dalam mengembangkan karya tersebut.

    Wayang Kilaras Purwa lahir bukan semata-mata dari imajinasi artistik, melainkan melalui penelitian yang mendalam. Lydia melakukan observasi lapangan, wawancara bersama para pelaku seni, mempelajari sejarah Wayang Golek Betawi Purwa bersama kelompok Giri Wijaya pimpinan Ki Dalang Ade Yoce, serta mendalami sistem pewarisan budaya dan kekayaan musik ajeng yang menjadi identitas kesenian tersebut. Bahkan, ia turut melakukan ziarah kepada para tokoh pendahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak sejarah dan nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi penerus.

    Seluruh hasil penelitian tersebut kemudian diterjemahkan menjadi komposisi gerak, struktur dramatik, dan simbol-simbol artistik yang membangun identitas Wayang Kilaras Purwa. Berkat pendekatan berbasis riset, pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mengajak penonton memahami bahwa pelestarian budaya membutuhkan keberanian untuk berinovasi tanpa menghilangkan esensi tradisi.

    Salah satu kekuatan utama karya ini terletak pada reinterpretasi tokoh Dasamuka Rahwana. Berbeda dengan pemaknaan umum yang menempatkan Rahwana sebagai tokoh antagonis dalam kisah Ramayana, Lydia menghadirkannya sebagai simbol energi, vitalitas, dan semangat regenerasi budaya. Tafsir baru tersebut menunjukkan bahwa tradisi selalu memiliki ruang untuk dimaknai kembali sesuai perkembangan zaman, selama tetap berpijak pada nilai-nilai budaya yang diwariskan.

    Kekuatan artistik pertunjukan semakin lengkap melalui kolaborasi dengan penata musik Rizki Aidul Akbar, S.Sn. Berangkat dari kekayaan musik ajeng Wayang Golek Betawi Purwa, komposisi musik yang disusun tidak hanya berfungsi sebagai pengiring tari, tetapi juga membangun atmosfer emosional yang memperkuat karakter setiap adegan. Perpaduan harmonis antara musik dan koreografi menghadirkan pengalaman artistik yang mampu menyentuh penonton sekaligus memperlihatkan bahwa seni tradisi dapat tampil modern tanpa kehilangan identitasnya.

    Bagi Lydia Devi Nursanthi, seni bukan sekadar ruang berekspresi, melainkan bagian dari strategi pelestarian budaya yang harus terus dikembangkan melalui penelitian, kolaborasi, dan inovasi. Melalui Wayang Kilaras Purwa, ia menghadirkan sebuah paradigma baru bahwa warisan budaya tidak cukup hanya dijaga sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga perlu dihidupkan kembali melalui karya-karya kreatif yang mampu menjawab tantangan zaman.

    Kehadiran Wayang Kilaras Purwa menjadi bukti bahwa budaya Betawi masih memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang. Karya ini tidak hanya memperkaya khazanah tari Betawi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi. Dengan menggabungkan riset, kreativitas, dan penghormatan terhadap tradisi, Lydia Devi Nursanthi berhasil menghadirkan karya yang tidak hanya memikat secara artistik, tetapi juga memperkuat identitas budaya Indonesia di tengah dunia yang terus berubah.

    Berita culture Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Inovasi tari Indonesia Koreografer Indonesia Lomba Karya Cipta Tari Betawi 2026 Lydia Devi Nursanthi Maheswari Production Indonesia news Pelestarian budaya Betawi Seni budaya Indonesia Tari Betawi TeropongJakarta.com Wayang Golek Betawi Purwa Wayang Kilaras Purwa
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleBukan Sekadar Berbisnis, Ivana Wibowo Percaya Relasi dan Keseimbangan Hidup Adalah Kunci Bertumbuh
    Next Article Ipda Itasa: Dari Desa di Penajam Paser Utara hingga Papua, Membuktikan Pengabdian Lewat Prestasi
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Customer Support hingga Sales Manager, Susi Sulistiani Andalkan Mindset untuk Bangun Karier

    October 4, 2026

    Sertu TTU/W Jenica Tallane, Prajurit TNI AL yang Melanjutkan Perjuangan Sang Ibu

    October 2, 2026

    Suliastini Sulistasniem: Dari Karyawan Perusahaan Jepang hingga Membangun Bisnis dan Sekolah di Batam

    October 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Dari Customer Support hingga Sales Manager, Susi Sulistiani Andalkan Mindset untuk Bangun Karier

    Sertu TTU/W Jenica Tallane, Prajurit TNI AL yang Melanjutkan Perjuangan Sang Ibu

    Suliastini Sulistasniem: Dari Karyawan Perusahaan Jepang hingga Membangun Bisnis dan Sekolah di Batam

    Devrin Cahyanto Pratama, Dari Event Esports hingga Menggerakkan Piala Sedulur Purworejo

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.