Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Lahir dari Keluarga Maestro Wayang Golek, Shantiena Sunarya Buktikan Seni adalah Profesi yang Menjanjikan
    Culture

    Lahir dari Keluarga Maestro Wayang Golek, Shantiena Sunarya Buktikan Seni adalah Profesi yang Menjanjikan

    AdminBy AdminJune 25, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bandung, TeropongJakarta.com – Bagi sebagian orang, seni masih sering dipandang sebagai sekadar hobi atau aktivitas hiburan. Namun, pandangan tersebut tidak berlaku bagi Shantiena Biduri Fitrianie, S.T.Sn., M.Pd., yang lebih dikenal sebagai Shantiena Sunarya. Perempuan asal Giriharja, Jelekong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini telah mengabdikan hidupnya untuk dunia seni dan membuktikan bahwa berkesenian merupakan profesi yang membutuhkan keahlian, pendidikan, serta profesionalisme tinggi.

    Lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga seniman, Shantiena sudah akrab dengan dunia seni sejak usia dini. Ayah dan ibunya merupakan lulusan sarjana seni, sementara sang kakek dikenal sebagai maestro wayang golek Sunda yang turut membesarkan nama Giriharja sebagai salah satu pusat kesenian tradisional di Jawa Barat.

    “Sejak kecil saya hidup di lingkungan yang sangat dekat dengan seni. Saya belajar menari, menyanyi, modeling, hingga akting. Seni sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Shantiena.

    Saat menyusun tesis bersama  cucu dari almarhum  dalang Ade Kosasih Sunarya.

    Kecintaannya terhadap seni terus berkembang seiring waktu. Ia aktif mengikuti berbagai perlombaan menyanyi dan bahkan pernah mengikuti ajang pencarian bakat di televisi nasional. Tak hanya itu, Shantiena juga terjun ke dunia teater, sinetron, presenter, MC, hingga menjadi talent televisi.

    Keseriusannya dalam berkesenian tidak hanya ditunjukkan melalui pengalaman di lapangan, tetapi juga lewat jalur akademik. Ia menempuh pendidikan seni hingga jenjang magister. Setelah menyelesaikan studi seni dan perfilman di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, ia melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister Pendidikan Seni.

    Menurut Shantiena, pendidikan menjadi modal penting untuk memahami seni secara lebih luas. Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa seni memiliki peran strategis dalam berbagai bidang kehidupan.

    “Seni bukan hanya soal hiburan. Di dalamnya ada aspek sosial, pendidikan, teknologi, hingga ekonomi kreatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

    Shantiena menjelaskan bahwa dunia seni memiliki ekosistem yang luas. Tidak semua pelaku seni harus menjadi seniman yang tampil di atas panggung. Ada yang berperan sebagai akademisi, praktisi, pengelola kegiatan seni, hingga pelaku ekonomi kreatif yang menciptakan nilai ekonomi melalui karya budaya.

    Saat ini, ia aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan dan event kesenian tingkat daerah maupun nasional. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.

    Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membuatnya terus berkembang. Ke depan, Shantiena memiliki cita-cita untuk menjadi tenaga pengajar atau dosen seni agar dapat membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi berikutnya.

    Di tengah perkembangan teknologi dan industri kreatif yang semakin pesat, ia meyakini bahwa pelaku seni harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budaya yang dimiliki.

    Shantiena pun memegang teguh filosofi Sunda yang menjadi pedoman hidupnya, yaitu “ulah tinggaleun jaman, ulah miheulaan jaman, anu hade mah nu bisa ngigelan jaman.” Filosofi tersebut mengajarkan bahwa seorang pelaku seni tidak boleh tertinggal oleh perkembangan zaman, namun juga tidak perlu terburu-buru mendahuluinya. Yang terpenting adalah mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, terus belajar, dan tetap menjaga nilai budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.

    ekonomi kreatif Indonesia ISBI Bandung Jelekong Bandung pendidikan seni seni budaya Sunda seniman Jawa Barat Shantiena Biduri Fitrianie Shantiena Sunarya TeropongJakarta tokoh inspiratif wayang golek Giriharja
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari Pramugari hingga Content Creator, Perjalanan Ayu Kemaladewi Menginspirasi Banyak Ibu
    Next Article dr. Yusnika Utami, CH., CHt. dan Perjalanan Menuju Hipnoterapi Holistik: Menyembuhkan Fisik, Mental, dan Spiritual
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    September 29, 2026

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.