Denpasar, TeropongJakarta.com – Banyak perempuan merasa perjalanan karier mereka harus melambat atau bahkan berhenti setelah menjadi seorang ibu. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ayu Kemaladewi Anshar, perempuan asal Asal Makassar yang saat ini menetap di Denpasar, Bali yang membuktikan bahwa peran sebagai ibu dan impian pribadi dapat berjalan beriringan.
Perjalanan karier Ayu dimulai dari profesi yang telah lama menjadi impiannya, yaitu pramugari. Di dunia penerbangan, ia tidak hanya belajar tentang pelayanan kepada penumpang, tetapi juga membangun kemampuan komunikasi, disiplin, dan profesionalisme yang menjadi bekal penting dalam kehidupannya.
“Menjadi pramugari bukan hanya tentang terbang. Saya belajar menghadapi berbagai karakter, situasi yang tidak terduga, serta pentingnya menjaga sikap profesional dalam kondisi apa pun,” ujar Ayu.

Pengalaman tersebut kemudian membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan terbuka terhadap berbagai peluang baru. Seiring waktu, Ayu menemukan minat yang besar pada dunia pengembangan diri dan pendidikan. Ketertarikan itu membawanya beralih profesi menjadi trainer.
Sebagai trainer, Ayu merasakan kepuasan tersendiri ketika dapat membantu orang lain berkembang. Menurutnya, profesi tersebut memberikan kesempatan untuk berbagi ilmu sekaligus memberikan dampak positif bagi banyak orang.
“Jika menjadi pramugari mengajarkan saya bagaimana melayani dan memahami orang lain, maka menjadi trainer mengajarkan saya bagaimana memberikan dampak melalui komunikasi dan pembelajaran,” katanya.
Perjalanan hidup Ayu kemudian memasuki fase baru ketika ia menjadi seorang ibu. Di fase ini, tantangan yang dihadapi tidak lagi hanya soal pekerjaan, tetapi juga bagaimana mengelola waktu dan energi untuk keluarga.

Ia mengakui sempat merasa harus menjalankan semua peran secara sempurna. Namun, seiring berjalannya waktu, Ayu menyadari bahwa keseimbangan hidup tidak selalu berarti membagi waktu secara sama rata.
“Saya belajar bahwa keseimbangan adalah memahami apa yang paling penting pada setiap fase kehidupan. Saya juga belajar untuk lebih fleksibel dan tidak terlalu keras terhadap diri sendiri,” ungkapnya.
Dukungan keluarga, terutama dari suami, menjadi salah satu faktor yang membuatnya tetap mampu berkembang. Dengan lingkungan yang suportif, Ayu merasa memiliki ruang untuk terus belajar dan berkarya tanpa mengabaikan keluarga.
Saat ini, Ayu aktif sebagai content creator. Awalnya, ia hanya senang mendokumentasikan momen keluarga dan aktivitas sehari-hari. Namun, tanpa disangka, konten yang dibagikannya mendapat respons positif dan mampu menginspirasi banyak orang.

Menjadi content creator memberinya ruang untuk menggabungkan berbagai keterampilan yang telah dipelajari selama bertahun-tahun, mulai dari komunikasi, kreativitas, hingga storytelling. Melalui platform digital, ia dapat menjangkau lebih banyak orang dan berbagi pengalaman yang bermanfaat.
Bagi Ayu, menjadi ibu bukanlah akhir dari mimpi, melainkan awal dari perjalanan yang baru. Ia percaya setiap perempuan memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh sesuai dengan jalannya masing-masing.
“Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Setiap perempuan memiliki waktunya sendiri. Saya percaya keluarga dan impian bukan dua hal yang harus dipilih salah satu. Dengan komitmen, dukungan, dan proses yang tepat, keduanya bisa berjalan berdampingan,” tutup Ayu.
