Jakarta, TeropongJakarta.com – Bagi sebagian orang, kesehatan mata sering kali baru menjadi perhatian ketika gangguan penglihatan mulai dirasakan. Padahal, banyak penyakit mata dapat dicegah atau ditangani lebih optimal apabila terdeteksi sejak dini. Kepedulian terhadap kondisi tersebut mendorong dr. Sri Astri Nanditya, Sp.M untuk tidak hanya melayani pasien di ruang praktik, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai platform digital.
Sebagai dokter spesialis mata, dr. Sri Astri melihat langsung bagaimana kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mata masih menjadi tantangan. Tidak sedikit pasien yang datang ketika kondisi penyakit sudah berkembang dan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.
Dokter yang akrab disapa dr. Astri ini juga terus mengembangkan kompetensinya melalui pendidikan fellowship di bidang glaukoma. Selain itu, ia aktif melakukan berbagai tindakan bedah mata, termasuk bedah katarak dan koreksi penglihatan menggunakan teknologi laser (laser vision correction), sebagai bagian dari upayanya memberikan layanan kesehatan mata yang komprehensif kepada masyarakat.
Menurutnya, edukasi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami cara menjaga kesehatan penglihatan sekaligus mengenali gejala awal berbagai penyakit mata.

“Saya percaya bahwa edukasi adalah bagian dari pelayanan kesehatan. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup, mereka dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal dan memahami kapan harus berkonsultasi dengan dokter,” ujar dr. Sri Astri.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui media sosial SAN Eye Care, platform edukasi yang aktif membagikan informasi seputar kesehatan mata. Berbagai topik diangkat, mulai dari pentingnya pemeriksaan mata rutin, katarak, glaukoma, kesehatan retina, hingga kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kualitas penglihatan.
Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital, dr. Sri Astri menilai kesadaran menjaga kesehatan mata menjadi semakin penting. Aktivitas bekerja, belajar, hingga berkomunikasi yang kini banyak dilakukan melalui layar membuat mata bekerja lebih keras dibanding sebelumnya.
Ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mata tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti mengatur waktu penggunaan gawai, beristirahat secara berkala, serta melakukan pemeriksaan mata rutin dapat memberikan manfaat jangka panjang.

“Mata adalah salah satu aset terpenting dalam kehidupan. Kita menggunakannya untuk belajar, bekerja, berinteraksi, dan menikmati berbagai momen bersama keluarga. Karena itu, kesehatan mata tidak boleh diabaikan,” katanya.
Selain dikenal aktif memberikan edukasi, dr. Sri Astri juga mengedepankan pendekatan yang humanis dalam melayani pasien. Baginya, setiap pasien datang dengan kondisi, kebutuhan, dan harapan yang berbeda. Oleh karena itu, komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam proses pelayanan kesehatan.
Pendekatan tersebut membuatnya tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga pada kenyamanan pasien dalam memahami kondisi yang mereka alami. Ia percaya bahwa hubungan yang baik antara dokter dan pasien dapat membantu proses penanganan berjalan lebih efektif.

Di tengah perkembangan dunia kesehatan yang terus bergerak maju, dr. Sri Astri berharap literasi kesehatan masyarakat Indonesia juga semakin meningkat. Menurutnya, akses informasi yang semakin luas harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran dan budaya hidup sehat, termasuk dalam menjaga kesehatan penglihatan.
“Harapan saya sederhana, semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa menjaga kesehatan mata bukan hanya ketika muncul keluhan. Pencegahan dan pemeriksaan rutin adalah investasi untuk kualitas hidup di masa depan,” tuturnya.
Melalui dedikasi sebagai dokter, edukator, dan pegiat literasi kesehatan, dr. Sri Astri Nanditya, Sp.M terus menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang membangun kesadaran, memberikan harapan, dan membantu masyarakat melihat masa depan dengan lebih baik.
