Jakarta, TeropongJakarta.com – Di tengah tren olahraga sepeda yang terus berkembang, tidak semua komunitas mampu bertahan menjaga kekompakan hingga bertahun-tahun. Namun hal berbeda ditunjukkan oleh Nubie Cycling Club yang kini memasuki usia ke-5 tahun sejak berdiri pada 8 Mei 2021.
Komunitas yang akrab disapa NCC ini lahir di masa pandemi dari keresahan para goweser pemula yang merasa dunia road bike terlalu eksklusif dan sulit menerima cyclist baru. Berawal dari gowes sederhana di Kowis Loop Cibubur, NCC perlahan tumbuh menjadi komunitas yang dikenal dengan budaya inklusif, suportif, dan jauh dari atmosfer kompetitif yang membuat pemula minder.
Official admin @nubie.cc menyampaikan bahwa sejak awal komunitas ini memang dibangun sebagai “rumah sendiri” bagi siapa pun yang ingin belajar bersepeda tanpa tekanan.
“Di NCC semua orang pernah menjadi pemula. Karena itu kami ingin membangun komunitas yang tidak meninggalkan siapa pun dan tetap nyaman untuk berkembang bersama,” ujarnya.

Selama lima tahun berjalan, NCC menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menjaga kekompakan member, perbedaan kemampuan rider, hingga kultur road bike yang identik dengan ego dan kecepatan tinggi. Namun komunitas ini memilih membangun identitas lewat konsep “speed damai” dan nilai S.P.E.E.D Values yang terdiri dari Safety First, Positive Vibes, Education, Engagement, dan Discipline.
Melalui sistem riding yang terstruktur, mulai dari briefing sebelum gowes, pembagian peran Road Captain, Marshall, hingga Sweeper, NCC mencoba memastikan seluruh member tetap aman dan nyaman selama perjalanan.
Tidak hanya fokus pada olahraga, NCC juga dikenal aktif membangun relasi sosial dan kolaborasi antar komunitas sepeda. Berbagai agenda seperti Bali Loop 400KM, Tour de Anyer, Yogya CulinaRide, hingga anniversary ride menjadi momen yang paling membekas bagi para member.
Bagi banyak anggota, perjalanan bersama NCC bukan hanya soal menaklukkan jarak, tetapi juga tentang proses bertumbuh bersama. Banyak member yang awalnya merasa takut tertinggal kini mampu mengikuti touring jarak jauh hingga dipercaya menjadi Road Captain untuk membimbing rider baru.
Tidak sedikit member baru yang awalnya hanya ikut “coba gowes” kini justru merasa menemukan lingkungan yang membuat mereka bertahan menekuni dunia sepeda. Banyak di antara mereka datang tanpa pengalaman riding jarak jauh, bahkan masih merasa minder menggunakan road bike. Namun melalui budaya riding yang suportif dan edukatif, mereka perlahan mulai percaya diri mengikuti rolling city ride, long ride, hingga touring bersama.

Di NCC, rider yang tertinggal tidak dianggap beban, melainkan bagian dari perjalanan yang harus dijaga bersama hingga finish.
Kehadiran member baru dari berbagai latar belakang juga menjadi warna tersendiri dalam perjalanan NCC selama lima tahun terakhir. Tidak sedikit anggota yang awalnya datang sendiri tanpa mengenal siapa pun, lalu perlahan merasa memiliki circle dan keluarga baru melalui rutinitas gowes, kopi darat, hingga touring luar kota.
“Awalnya saya takut ikut komunitas karena khawatir nggak kuat dan bakal tertinggal. Tapi di NCC justru diajarin pelan-pelan dan selalu ditunggu sampai finish,” ujar salah satu member baru NCC.
Kultur kebersamaan seperti inilah yang membuat NCC terus tumbuh bukan hanya sebagai komunitas olahraga, tetapi juga ruang bertumbuh yang nyaman bagi para cyclist pemula.

Sebagai klub yang terbuka, NCC merangkul teman-teman yang mengikuti kegiatannya meskipun tidak bersepeda. Salah satunya adalah Via Utlatunnisa, pegiat olahraga yang aktif mengikuti kegiatan NCC dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Via tergabung dalam NCC Runners grup kecil di bawah ekosistem NCC. Sejak saat itu, Via semakin sering bergabung dalam berbagai kegiatan NCC dan merasakan kuatnya budaya kebersamaan di komunitas ini.
Di luar kegiatan touring, NCC juga rutin menjalankan aksi sosial seperti donasi ke Yayasan Tuna Ganda Cibinong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Bagi NCC, kebersamaan tidak berhenti di atas sepeda, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Memasuki usia lima tahun, NCC kini mulai menyiapkan Blueprint 2030 dengan target memperluas kolaborasi nasional, menghadirkan event cycling berskala besar, hingga memperkuat edukasi untuk cyclist pemula, ladies rider, dan youth rider.
Meski terus berkembang, NCC tetap memegang prinsip sederhana yang selama ini menjadi fondasi komunitas: “Dari kita, oleh kita, dan untuk kita.”
