Pontianak, TeropongJakarta.com – Menjadi bagian dari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) kerap dipersepsikan sebagai jalan yang membatasi ruang ekspresi diri. Namun, bagi Sertu Brigina Adtrina Putri, anggapan itu justru menjadi titik tolak untuk berkembang bukan alasan untuk berhenti menjadi diri sendiri.
“Menjadi Kowal itu bukan stop jadi ‘aku’. Justru jadi alasan buat makin berkembang,” ujarnya.
Bertugas di Pontianak, Brigina menjalani keseharian sebagai prajurit dengan ritme disiplin yang tinggi. Di balik tuntutan tersebut, ia tetap memberi ruang bagi dirinya untuk menjalankan hobi dan minat pribadi. Baginya, keseimbangan antara tugas dan kehidupan personal bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci menjaga semangat.
“Tugas jalan, hobi juga tetap nyala. Biar hidup nggak cuma disiplin, tapi juga berwarna dan seru,” lanjutnya.
Di tengah stereotip yang masih melekat pada perempuan di dunia militer, Brigina memilih untuk tidak menjadikannya sebagai batas. Ia justru memandang keraguan sebagai tantangan yang perlu ditaklukkan.

“Buat sebagian orang, stereotip itu kayak tembok. Tapi buat saya itu target latihan, sekalian dihancurin,” katanya.
Keputusannya menjadi Kowal tidak dilandasi keinginan untuk sekadar membuktikan bahwa perempuan juga bisa. Lebih dari itu, Brigina menegaskan bahwa pilihannya lahir dari kesiapan, kemauan, dan kebanggaan pribadi menjalani profesi tersebut.
Menurutnya, dunia militer bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang ketahanan mental, disiplin, dan konsistensi. Nilai-nilai itu, kata dia, tidak dimiliki oleh satu gender saja, melainkan bisa dibangun oleh siapa pun yang berkomitmen.
“Ini bukan soal melawan siapa-siapa. Tapi tentang menunjukkan bahwa perempuan bisa berdiri sejajar, profesional, dan berkontribusi nyata,” tegasnya.
Bagi Brigina, menjadi Kowal bukan berarti menghilangkan identitas diri. Justru sebaliknya, proses yang dijalani membentuk kepribadian menjadi lebih kuat, terarah, dan bernilai. Ia percaya bahwa setiap batasan dalam dunia militer hadir bukan untuk mengekang, melainkan untuk membentuk karakter.

“Dari situ, kita tetap bisa tumbuh, berkarya, dan menunjukkan kualitas diri,” jelasnya.
Di tengah dinamika peran perempuan saat ini, Brigina melihat pentingnya keberanian untuk tidak hanya tampil, tetapi juga bertahan dan berkembang dalam pilihan hidup yang dijalani.
“Tetap jadi diri sendiri, tapi jangan berhenti berkembang. Karena dunia butuh lebih banyak perempuan yang berani, konsisten, dan punya daya tahan,” tutupnya.
