Batam, TeropongJakarta.com – Dalam dunia fashion, karir Feby Erika Ginting terus menanjak, namun keunikan dirinya tidak hanya terletak pada dunia desain yang digelutinya. Sejak tahun lalu, ia memutuskan untuk serius menjajaki dunia fitness dengan fokus pada strength training, sekaligus mempertahankan rutinitas olahraga lari yang sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya. Bagaimana ia mengatur keseimbangan antara kedua passion tersebut? Simak perjalanan inspiratif Feby, yang membuktikan bahwa fashion dan olahraga bisa berjalan seiring tanpa saling mengganggu.
Feby mengawali karirnya di dunia fashion dengan latar belakang keluarga yang sudah sukses menjalankan usaha konveksi di Batam sejak tahun 2000. Orang tuanya, meskipun berlatar belakang sarjana ekonomi, berhasil membangun bisnis konveksi yang kini sudah berkembang pesat. “Melihat kesuksesan orang tua dalam bisnis konveksi, saya merasa terdorong untuk meneruskan dan mengembangkan usaha mereka. Saya memutuskan untuk kuliah desain fashion di Universitas Negeri Yogyakarta agar lebih mendalami ilmu ini,” ujarnya.

Bagi Feby, dunia fashion bukan hanya soal menciptakan busana yang modis, tetapi juga tentang menciptakan kenyamanan bagi penggunanya. “Saya percaya, pakaian yang nyaman dan praktis akan membuat orang merasa percaya diri, terutama bagi mereka yang memiliki gaya hidup aktif seperti saya,” lanjut Feby.
Namun, Feby tidak hanya fokus pada dunia fashion. Sejak tahun lalu, ia mulai serius menjajal dunia gym dan strength training untuk mendukung hobinya berlari. “Sebagai pelari, tubuh saya perlu diperkuat agar bisa berlari lebih lama tanpa cedera. Selain itu, strength training membantu saya menjaga kebugaran tubuh dan mencegah cedera yang bisa mengganggu aktivitas saya,” kata Feby.
Kecintaannya pada olahraga tidak hanya terhenti pada fisik. “Fitness memberi saya kekuatan mental. Ketika tubuh kita bugar, mental kita pun akan lebih kuat untuk menghadapi segala tantangan,” ungkapnya. Olahraga pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesehariannya, dan ia merasa lebih produktif serta fokus setelah berolahraga.

Tentunya, menjalani dua dunia yang berbeda fashion dan fitness tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Feby adalah mengatur waktu antara pekerjaan dan jadwal olahraga. “Sering kali jadwal saya bentrok. Customer saya banyak yang hanya bisa bertemu di sore hari, padahal itu juga waktunya saya berolahraga,” ujarnya.
Namun, Feby punya cara untuk mengatasinya. “Saya selalu memastikan waktu olahraga tidak mengganggu pekerjaan. Biasanya saya berolahraga di pagi hari sekitar pukul 6, sebelum memulai pekerjaan di butik. Kalau ada jadwal bertemu customer di sore hari, saya akan bekerja dari pagi sampai sore, lalu lanjut berolahraga setelahnya,” jelasnya.
Selain itu, Feby juga menyadari betul bahwa penampilannya saat berolahraga bisa memberi dampak positif kepada orang lain. “Banyak teman dan customer yang merasa terinspirasi untuk berolahraga setelah melihat pakaian yang saya kenakan. Saya selalu memilih pakaian olahraga yang simple, nyaman, namun tetap modis. Hal ini membantu mereka merasa percaya diri untuk berolahraga tanpa bingung memilih pakaian,” kata Feby.

Bagi Feby, berpakaian saat berolahraga bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga kenyamanan yang bisa memotivasi orang lain untuk aktif bergerak. Dengan desain pakaian yang ia pilih, ia berharap bisa memotivasi lebih banyak orang untuk memulai gaya hidup sehat tanpa takut merasa salah dalam berpakaian.
Feby Erika Ginting menunjukkan bahwa keseimbangan antara karir dan passion bukanlah hal yang mustahil. Melalui dedikasi yang tinggi, ia berhasil menjalankan karir di dunia fashion sembari menjaga rutinitas olahraga yang membantunya tetap sehat dan bugar. Bagi Feby, hidup sehat bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban agar bisa terus berkarya dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Dengan semangat yang ia miliki, Feby telah menginspirasi banyak orang di Batam untuk tidak hanya mengejar karir, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dan pikiran agar bisa terus produktif dalam segala aspek kehidupan.
