Lubuklinggau, TeropongJakarta.com – Perjalanan hidup Indah Praba penuh dengan tantangan yang membentuknya menjadi sosok yang tangguh. Lahir sebagai anak bungsu, Indah menghadapi musibah besar ketika orang tuanya mengalami kecelakaan yang memaksanya untuk tumbuh lebih cepat. “Semua terasa menyakitkan, tetapi sebagai manusia yang lemah, kita hanya bisa berdoa dan berusaha,” kenangnya, mengenang masa-masa sulit tersebut.
Setelah tamat SMA, Indah melanjutkan kuliah di universitas lokal sambil membantu ekonomi keluarga. Impian untuk kuliah di luar kota terpaksa ditunda, namun ia tidak menyerah. Sambil kuliah, ia bekerja sebagai sales motor dan mengisi acara-acara kecil seperti ulang tahun dan event toko-toko. “Saya mulai dari nol, dibayar hanya dengan ucapan terima kasih atau kadang dengan lauk,” ujar Indah mengenang awal perjalanan karirnya.
Pada tahun 2017, Indah memulai langkah besar di dunia moderasi, menjadi moderator dalam berbagai acara kecil. Puncaknya, ia dipercaya menjadi moderator dalam debat Walikota yang sangat bergengsi. “Menjadi moderator debat Walikota adalah pencapaian yang luar biasa bagi saya. Itu kesempatan yang tidak saya sangka-sangka,” tutur Indah.

Selain dunia karir, keputusan Indah untuk menikah muda pada usia 22 tahun menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Meskipun banyak yang meragukan keputusan tersebut, Indah justru merasa menikah muda memperkuat karakter dirinya. “Menikah muda bukan penghambat, tetapi justru bagian dari jalan yang membentuk karakter saya,” jelasnya, dengan penuh keyakinan.
Tantangan tak berhenti setelah menikah. Ketidakpastian ekonomi dan dinamika keluarga menjadi ujian tersendiri. Namun, Indah merasa dukungan dari suami adalah kunci utama untuk bertahan. “Pasangan yang tepat tidak membuat hidup lebih mudah, tetapi mereka membuat saya lebih kuat untuk menghadapi tantangan,” ujarnya. Menurutnya, peran pasangan sangat penting sebagai tempat berpijak ketika kehidupan terasa goyah.
Indah juga menyadari bahwa meskipun kuliah terhenti, ia tidak berhenti belajar. “Sekolah kehidupan itulah yang membentuk cara berpikir dan berbicara saya, yang kemudian membawa saya menjadi seorang moderator,” ungkapnya. Ia menganggap setiap kesulitan yang dihadapi merupakan bagian dari proses belajar yang membentuknya menjadi lebih baik.

Kini, meskipun hidupnya penuh dengan tantangan, Indah merasa perjalanan tersebut justru membentuk karakter yang lebih kuat daripada jalan yang mulus. “Kunci perjalanan saya adalah tahan banting dan belajar dari keadaan. Hidup mungkin tidak selalu memberi jalan, tetapi berani untuk mengambil kesempatan adalah langkah penting,” katanya, memberikan semangat kepada banyak orang yang merasa ragu dengan keputusan besar dalam hidup.
Bagi Indah, menikah muda bukanlah kesalahan. “Saya tetap bisa berkembang, tetap punya ruang untuk bermimpi, dan saling menguatkan. Jalan yang saya ambil adalah pilihan terbaik, karena saya menemukan orang yang tepat,” tuturnya dengan tegas, menegaskan bahwa pasangan yang mendukung akan memberi kekuatan lebih untuk menghadapi tantangan hidup.
Indah Praba mengakhiri perjalanannya dengan keyakinan bahwa setiap langkah, meskipun penuh ujian, telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan. “Saya bangga dengan keputusan-keputusan yang saya ambil, karena saya tahu itu adalah bagian dari jalan yang membawa saya ke titik ini,” tutupnya.
