Bekasi, TeropongJakarta.com – Dunia modeling yang dulu menghiasi hari-hari Via Utlatunnisa kini tergantikan dengan langkah-langkah lari yang menuntut ketahanan fisik dan mental. Setelah bertahun-tahun terlibat dalam industri yang mengutamakan penampilan visual, Via merasa tubuhnya membutuhkan lebih dari sekadar tampilan luar. Lari, khususnya virtual run, kini menjadi pilihan utamanya untuk menjaga kebugaran, sekaligus berkontribusi pada tujuan sosial yang lebih besar.
“Dulu, modeling adalah segalanya bagi saya. Tapi seiring waktu, saya sadar bahwa tubuh saya memerlukan perawatan yang lebih holistik. Lari membantu saya mendengarkan tubuh saya dengan cara yang baru, membangun ketahanan dan konsistensi. Tidak hanya tentang fisik, tetapi juga kesehatan mental,” ungkap Via, yang kini tinggal di Bekasi.
Perjalanan Via memasuki dunia olahraga lari ini tidak dimulai tanpa tantangan. Dulu, dunia modeling lebih banyak berbicara tentang penampilan luar. Namun, dalam lari, Via menemukan kenyamanan baru. “Awalnya tidak mudah. Dunia modeling mengajarkan kita untuk tampil di depan kamera, sementara di lari, saya belajar untuk mendengarkan tubuh, menjaga konsistensi, dan memahami batasan diri. Virtual run memberi saya ruang untuk beradaptasi, menjaga fleksibilitas, dan tetap memiliki tujuan,” cerita Via.

Virtual run, yang memungkinkan peserta untuk berpartisipasi secara jarak jauh, juga membuka kesempatan bagi Via untuk tetap terhubung dengan komunitas dan memberikan kontribusi dalam kegiatan sosial. “Bagi saya, virtual run bukan sekadar olahraga, tapi juga cara untuk memberi dukungan moral kepada orang lain. Setiap langkah, sekecil apapun, memiliki dampak yang berarti. Kita bisa menjaga diri sendiri sambil memberikan kontribusi positif kepada orang lain,” jelasnya.
Lebih jauh, Via melihat perubahan fisik yang terjadi seiring bertambahnya usia sebagai bagian dari proses hidup. “Tubuh kita akan terus berubah. Yang penting adalah bagaimana kita merawatnya dengan bijak. Merawat tubuh bukan hanya untuk penampilan, tapi untuk menjaga kebugaran dan kualitas hidup jangka panjang,” ujar Via. Ia menyarankan perempuan di luar sana untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri, melainkan menerima perubahan tubuh dengan rasa syukur.

Tidak hanya soal olahraga, Via juga berbicara tentang peran-peran lainnya dalam hidupnya, seperti sebagai ibu dan istri. Ia menyadari pentingnya keseimbangan antara menjalani peran keluarga dan merawat diri sendiri. “Menjaga keluarga adalah prioritas utama saya, tapi saya juga paham bahwa menjaga kesehatan tubuh sangat penting untuk bisa memberi yang terbaik bagi mereka,” kata Via, yang tetap menjaga aktivitas keagamaan sebagai penyeimbang dalam hidupnya.

Keseimbangan hidup adalah hal yang selalu dipegang teguh oleh Via. “Menjalani berbagai peran ibu, istri, dan individu yang aktif memang menuntut pengaturan waktu yang baik. Tapi semuanya bisa berjalan beriringan jika kita tahu cara mengatur prioritas,” jelasnya.
Melalui perjalanan olahraga dan perubahan pola hidup yang lebih sehat, Via Utlatunnisa tidak hanya menginspirasi banyak orang untuk merawat tubuh mereka, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana keseimbangan antara kesehatan diri dan kontribusi sosial dapat menciptakan dampak yang lebih luas. Baginya, merawat tubuh adalah investasi terbesar yang bisa kita berikan pada diri sendiri dan orang lain.
