Jakarta, Teropongajakarta.com – Keputusan Syavira Ayu Aliffia untuk meninggalkan karier mapan tidak datang secara tiba-tiba. Di tengah stabilitas pekerjaan yang telah ia jalani, perempuan muda asal Ibu kota Jakarta itu justru memilih jalur yang lebih berisiko: membangun merek kecantikan sendiri. Pilihan tersebut melahirkan Aliffiaza Beauty Skin, sebuah brand perawatan kulit lokal yang ia rintis dengan satu tujuan utama menciptakan lapangan kerja dan memberi nilai tambah bagi daerah asalnya.
Bagi Syavira, industri kecantikan bukan sekadar tren. Ia melihatnya sebagai ruang strategis yang mampu menyerap tenaga kerja, terutama generasi muda yang memiliki minat di bidang kreatif, pemasaran digital, hingga produksi. “Saya ingin usaha ini tumbuh bersama orang-orang di sekitar saya. Bukan hanya soal produk, tapi soal dampak,” ujar Syavira
Langkah tersebut bukan tanpa pertimbangan. Syavira mengaku sempat diliputi keraguan ketika harus melepaskan kenyamanan karier yang telah mapan. Namun, dorongan untuk membangun sesuatu yang berkelanjutan akhirnya mengalahkan rasa aman. “Saya sadar, kalau tidak mulai sekarang, mungkin tidak akan pernah mulai,” katanya.

Aliffiaza Beauty Skin hadir di tengah ketatnya persaingan industri skincare lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar perawatan kulit Indonesia dibanjiri merek baru, baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi itu menuntut diferensiasi yang jelas. Syavira memilih pendekatan yang membumi: membangun tim dari lingkungan sekitar, memberi ruang belajar, dan menumbuhkan ekosistem kerja yang inklusif.
“Banyak anak muda sebenarnya punya potensi, tapi tidak semua mendapat kesempatan. Saya ingin Aliffiaza menjadi ruang belajar dan bertumbuh,” ujarnya. Saat ini, Aliffiaza Beauty Skin telah mulai menyerap tenaga kerja di sektor produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital.
Di balik peluncuran produk, Syavira menegaskan bahwa proses yang ia jalani jauh dari instan. Riset produk, perizinan, hingga membangun kepercayaan konsumen menjadi tantangan tersendiri. Namun ia meyakini bahwa konsistensi dan transparansi adalah kunci untuk bertahan. “Kepercayaan tidak dibangun dalam semalam,” katanya.

Pengamat industri melihat langkah Syavira sebagai bagian dari pergeseran wirausaha muda Indonesia yang tidak lagi semata mengejar profit. Ada kesadaran baru untuk menautkan bisnis dengan dampak sosial. Dalam konteks ini, Aliffiaza Beauty Skin merepresentasikan semangat kewirausahaan yang berangkat dari daerah dan berorientasi pada pemberdayaan.
Syavira tidak menutup mata terhadap tantangan ke depan. Ia sadar bahwa membangun brand adalah proses panjang. Namun baginya, keberanian untuk melangkah keluar dari zona aman sudah menjadi capaian tersendiri. “Kalau usaha ini bisa membuka peluang bagi orang lain, itu sudah menjadi keberhasilan yang besar bagi saya,” tuturnya.
