Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Karina Rasmita Sembiring: “Bangsa Ini Bukan Miskin Modal, Tapi Miskin Mindset”
    Education

    Karina Rasmita Sembiring: “Bangsa Ini Bukan Miskin Modal, Tapi Miskin Mindset”

    AdminBy AdminSeptember 27, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – “Bangsa ini bukan miskin modal, tapi miskin mindset,” ujar Karina Rasmita Sembiring, Direktur Utama PT Focus Inter Media, saat ditemui di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan. Kalimat itu meluncur tanpa jeda, menandai kritik tajam terhadap budaya keluhan yang menurutnya menghambat kemajuan.

    Perempuan kelahiran Medan, 23 November itu, dikenal sebagai pendidik dan konsultan pengembangan diri. Sejak 2012, ia mendirikan Focus Inter Media dengan misi sederhana: membantu orang menemukan cara mengubah keterbatasan menjadi peluang.

    “Saya dulu juga sering merasa serba kekurangan,” tuturnya. “Tapi saya belajar, kalau kita menunggu modal datang baru bergerak, kita tidak akan mulai-mulai. Kuncinya ada pada keberanian mengambil langkah pertama.”

    Langkah awal Karina tak selalu mulus. Dua tahun pertama ia kerap ditolak calon klien. “Mereka bilang, siapa kamu? Pengalamanmu apa? Itu sakit, tapi juga jadi pemicu saya untuk membuat program pelatihan yang benar-benar berguna,” katanya sambil tersenyum tipis.

    Kerja keras itu membuahkan hasil pada 2015 – 2017. Nama Focus Inter Media mulai dikenal berkat rekomendasi dari mulut ke mulut. “Saya merasa paling bahagia bukan saat omset naik, tapi ketika melihat peserta berani resign dari pekerjaan toxic dan mulai bisnis kecil-kecilan,” ujarnya.

    Pandemi Covid-19 menjadi ujian sesungguhnya. Hampir semua event pelatihan tatap muka dibatalkan. “Saat itu saya punya dua pilihan: berhenti atau beradaptasi,” ujarnya. Karina memilih yang kedua, mengalihkan programnya ke ranah digital dan meluncurkan platform belajar daring.

    Hasilnya justru di luar dugaan. “Ternyata krisis itu malah membuka jalan baru. Jangkauan program kami jadi nasional bahkan internasional,” katanya. Pengalaman itu menegaskan keyakinannya bahwa krisis hanyalah momen yang memaksa orang untuk berinovasi.

    Meski demikian, Karina tak menutup mata terhadap kesenjangan di masyarakat. Ia menilai akses modal, pendidikan, dan literasi digital masih timpang. “Kalau mentalitasnya tidak diubah, orang akan terus merasa korban keadaan. Itu bahaya,” tegasnya.

    Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. “Pemerintah perlu mempermudah perizinan dan menyediakan infrastruktur digital yang merata. Tapi masyarakat juga harus siap, harus punya komitmen untuk belajar, bukan hanya mengeluh,” ucapnya.

    Karina meyakini perubahan mindset tidak bisa instan. “Butuh pembiasaan, bukan hanya motivasi sesaat. Kalau kita ulang terus kebiasaan baik, itu akan menubuh jadi karakter,” kata Karina, menyitir konsep habitus.

    Konsistensi itu juga ia terapkan pada dirinya sendiri. Di tengah kesibukan bisnis, Karina tetap melanjutkan studi hukum di IBLAM School of Law. “Saya ingin jadi contoh bahwa belajar itu seumur hidup. Seorang guru yang baik harus terus mengasah diri,” katanya.

    Visinya ke depan ambisius. Karina bermimpi menjadikan Focus Inter Media sebagai pusat pengembangan diri nomor satu di Asia Tenggara. “Saya ingin membangun learning center lengkap, mengembangkan online academy berbasis AI, dan membentuk global alumni network,” jelasnya.

    Selain itu, ia berencana mendirikan sekolah gratis untuk masyarakat kurang mampu. “Mimpi saya sederhana: tidak ada anak yang gagal hanya karena tidak punya akses belajar,” ucapnya lirih.

    Baginya, kunci sukses dirangkum dalam satu kata: FOCUS Follow One Course Until Success. “Konsistensi itu yang membedakan ide yang berhasil dengan ide yang hanya jadi catatan di buku,” tegasnya.

    Menutup percakapan, Karina mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. “Setiap orang bisa memulai, bahkan tanpa modal uang. Modal pikiran dan keberanian jauh lebih mahal. Kalau kita berani jalan, peluang akan muncul di sepanjang jalan,” katanya.

    belajar tanpa modal Berita bisnis tanpa modal coaching dan mentoring entrepreneur perempuan Indonesia habitus dan mindset Karina Rasmita Karina Rasmita Sembiring kisah inspiratif pengusaha kisah sukses inspiratif konsultan pengembangan diri mental block bangsa mindset sukses motivasi bisnis motivator muda pendidikan karakter perubahan mindset platform belajar online PT Focus Inter Media self development Indonesia TeropongJakarta.com transformasi digital
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleIntegritas Generasi Z: Mengapa Transparansi Digital Tidak Otomatis Memberantas Korupsi?
    Next Article Bukan FOMO, Novia Nanda Buktikan Hidup Sehat Bisa Konsisten!
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    September 16, 2026

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.