Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Nurun Nafisah, Guru PAUD dari Palangkaraya yang Giat Melestarikan Budaya Lokal Sejak Dini
    Culture

    Nurun Nafisah, Guru PAUD dari Palangkaraya yang Giat Melestarikan Budaya Lokal Sejak Dini

    AdminBy AdminMay 9, 2025Updated:May 9, 2025No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Palangkaraya, TeropongJakarta.com – Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang semakin kuat, semangat menjaga budaya lokal tetap menyala di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Nurun Nafisah, seorang guru PAUD, menjadi sosok inspiratif yang menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa dimulai dari ruang kelas dan usia paling dini.

    Sebagai guru PAUD, Nurun Nafisah tidak hanya mengajarkan angka dan huruf kepada anak-anak, tetapi juga mengenalkan mereka pada kekayaan budaya lokal Kalimantan Tengah. Ia percaya bahwa budaya adalah identitas dan jati diri yang harus dijaga dan dilestarikan sejak dini.

    “Saya termotivasi mempertahankan budaya lokal karena saya yakin itu adalah warisan leluhur yang harus kita rawat. Dengan begitu, anak-anak tumbuh dengan rasa bangga terhadap asal-usul mereka,” ujar Nurun kepada Teropongjakarta, Jumat (9/5).

    Dalam kegiatan belajar mengajarnya, Nurun mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam materi pembelajaran. Anak-anak diajak menyanyikan lagu daerah, menarikan tarian tradisional, serta mendengarkan cerita rakyat khas Dayak yang sarat nilai moral dan kearifan lokal.

    Tidak berhenti di ruang kelas, Nurun juga aktif mengikuti berbagai lomba dan kontes budaya. Keikutsertaannya bukan hanya untuk berkompetisi, tapi sebagai wujud dedikasi dan cinta terhadap budaya lokal Kalimantan Tengah.

    “Dengan mengikuti kontes budaya, saya ingin memberikan contoh bahwa budaya kita itu menarik dan punya nilai tinggi. Ini juga menjadi cara agar anak-anak dan masyarakat umum semakin tertarik untuk mengenalnya,” jelas Nurun.

    Tantangan terbesar yang dihadapi, menurutnya, adalah membuat budaya tradisional tetap relevan dan menarik di mata generasi muda. Di era digital, pendekatan kreatif dan interaktif menjadi kunci utama agar budaya tidak terpinggirkan.

    Nurun memilih metode pembelajaran yang menyenangkan untuk mengenalkan budaya, seperti bermain peran menggunakan pakaian adat, membuat kerajinan tangan khas daerah, hingga membuat video pendek tentang kebudayaan lokal bersama anak-anak.

    Identitasnya sebagai seorang muslimah juga menjadi bagian penting dari upayanya melestarikan budaya. Nurun memadukan hijab yang ia kenakan dengan sentuhan motif khas Kalimantan Tengah, menciptakan gaya berhijab yang unik namun tetap mencerminkan budaya lokal.

    “Hijab bukan sekadar penutup kepala, tapi juga identitas saya. Saya ingin menunjukkan bahwa budaya dan agama bisa saling menguatkan, tidak bertentangan,” katanya dengan yakin.

    Usaha Nurun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak orang tua murid dan warga Palangkaraya yang mengapresiasi langkah-langkahnya dan merasa terdorong untuk turut serta menjaga budaya lokal di lingkungan masing-masing.

    Nurun Nafisah berharap generasi muda bisa menjadi pelopor pelestarian budaya, tidak hanya sekadar tahu tapi juga aktif terlibat. “Saya ingin anak-anak kita tumbuh dengan rasa cinta terhadap budaya sendiri dan berani menunjukkan itu di tengah dunia yang terus berubah,” tutupnya.

    Budaya Lokal Kalimantan Tengah culture education Guru PAUD Palangkaraya Hijab dan Budaya Lokal Lifestyle Nurun Nafisah Palangkaraya PAUD Pelestarian Budaya Pendidikan Anak Usia Dini TeropongJakarta.com Tradisi Kalimantan
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleMerangkai Logika dan Empati: Dr. Selli, S.Kom., M.Psi dari Binjai Menantang Peta Kepemimpinan
    Next Article Nengmungil: Ibu Muda dari Cianjur yang Menyulap Hobi Kuliner Jadi Lahan Rezeki Digital
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.