Jakarta, TeropongJakarta.com – Bagi Suci Wiarni, perjalanan karier bukan sekadar tentang memilih satu bidang pekerjaan. Setiap pengalaman justru menjadi kesempatan untuk mengenal kemampuan diri sekaligus memperluas cara pandang terhadap dunia. Hal itu ia rasakan ketika mulai menekuni dunia investasi dan berhadapan dengan beragam karakter serta latar belakang klien.
Tinggal di kawasan Sudirman, Jakarta, Suci menjalani aktivitas profesionalnya dengan banyak berinteraksi bersama klien. Dari pengalaman tersebut, ia menemukan bahwa kemampuan membangun komunikasi dan relasi menjadi salah satu kekuatan yang semakin terasah dalam dirinya.
Menurut Suci, dunia investasi menuntut lebih dari sekadar pemahaman mengenai pekerjaan. Kemampuan membaca kebutuhan klien, membangun kepercayaan, hingga menjaga hubungan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitasnya.
“Setelah saya terjun di dunia kerja, khususnya dunia investasi, saya merasa skill saya lebih dibutuhkan dan dominan untuk menangani serta membangun relasi dengan client,” ujar Suci.
Berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai bidang juga membuat Suci mendapatkan perspektif baru. Setiap pertemuan menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, mengenal profesi yang berbeda, sekaligus mempelajari cara orang lain melihat peluang.
Baginya, pengalaman tersebut secara perlahan mengubah cara pandangnya. Lingkungan investasi mempertemukannya dengan banyak sosok yang memiliki pengalaman dan keahlian berbeda, sehingga mendorong dirinya untuk terus belajar.
“Pengalaman saya di dunia investasi pasti mengubah cara pandang saya menjadi lebih luas. Saya sering bertemu dengan berbagai orang hebat dari berbagai bidang yang bisa menambah wawasan dan skill saya,” katanya.
Perubahan teknologi juga membuat Suci melihat investasi digital sebagai bidang yang semakin relevan dengan kehidupan masyarakat. Kemudahan akses terhadap informasi dan layanan digital membuat kebutuhan terhadap pemahaman investasi ikut berkembang.
Namun, Suci melihat ada satu hal lain yang tidak kalah penting di tengah persaingan saat ini, yakni networking. Menurutnya, kemampuan membangun koneksi dapat menjadi modal untuk membuka wawasan dan peluang baru.
“Di dunia sekarang, kita tidak hanya butuh skill, tetapi juga networking. Dari setiap saya bertemu dengan client, selalu ada hal baru yang bisa saya pelajari,” tutur Suci.
Di luar dunia investasi, Suci juga sempat mencoba membangun usaha di bidang fashion. Meski belum berada pada skala besar seperti industri fashion di Indonesia, pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk merasakan langsung dinamika menjalankan bisnis.
Ia mengakui perjalanan usaha tidak selalu berjalan sesuai harapan. Bisnis yang dibangun mengalami fase naik dan turun. Kondisi itu menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi Suci untuk menentukan langkah berikutnya.
“Usaha saya memang naik turun dan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah bagi saya untuk bisa lebih fokus,” ucapnya.
Bagi Suci, proses tersebut justru menjadi bagian penting dari perjalanan. Investasi memberinya pengalaman membangun relasi, sementara bisnis mengajarkannya tentang konsistensi dan keberanian menghadapi ketidakpastian. Dua pengalaman itu menjadi bekal untuk terus berkembang dan membuka peluang baru di masa mendatang.
