
Majalengka, TeropongJakarta.com – Dunia kecantikan semakin berkembang dengan banyaknya anak muda yang menekuni bidang ini, salah satunya adalah Fitriya Ramdaningsih. Wanita asal Majalengka ini berbagi cerita tentang perjalanannya dari seorang beauty content creator hingga menjadi seorang Makeup Artist (MUA) profesional.
Fitriya mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia makeup berawal dari hobi. “Hal yang mendorong saya dari beauty content creator menjadi MUA berawal dari sebuah hobi makeup. Ketika ada kesempatan yang mendorong mental saya jadi lebih berani untuk mengambil kesempatan di bidang makeup, akhirnya saya memberanikan diri. Yang awalnya hanya sekadar hobi ternyata kini menjadi sumber pendapatan tetap,” ujarnya.
Seperti banyak MUA lainnya, Fitriya memulai kariernya dengan belajar secara otodidak dari media sosial. “Saya berawal dari beauty content creator, belajar dari media sosial, dan akhirnya mengikuti beberapa seminar self-makeup hingga beberapa lomba. Dari situ saya semakin mengasah keterampilan saya,” tambahnya.
Namun, perjalanan menjadi seorang MUA profesional bukanlah hal yang mudah. Fitriya harus menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membagi waktu dan mengelola mental yang kuat. “Tantangan terbesar adalah waktu dan kekuatan mental. Saya harus pintar membagi waktu antara keluarga dan karir. Sebagai MUA, saya sering harus berangkat malam dan pulang larut malam. Selain itu, kekuatan mental juga sangat penting karena dunia persaingan sesama MUA sangat ketat. Tidak jarang saya mendapatkan cacian atau bahkan dijauhi oleh sesama rekan MUA,” ungkapnya.

Pengalaman pertama menangani klien juga menjadi tantangan tersendiri bagi Fitriya. “Awalnya, saya cukup kesulitan karena saya yang notabene agak introvert harus bekerja di lapangan dan bertemu banyak orang. Saya juga harus menjaga mood klien agar tetap nyaman selama proses makeup berlangsung,” kenangnya.
Fitriya menjelaskan bahwa ada perbedaan yang cukup signifikan antara menjadi beauty content creator dan seorang MUA. “Sebagai beauty content creator, jam kerja lebih fleksibel dan kebanyakan bekerja di dalam ruangan. Sedangkan sebagai MUA, waktu kerja harus tepat sesuai jadwal acara klien. Selain itu, saya harus banyak berkomunikasi dengan banyak orang selama bekerja,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Fitriya tetap bersemangat dalam profesinya. Ia juga memiliki beberapa MUA yang menjadi inspirasinya. “Ada beberapa MUA yang menjadi inspirasi saya. Melihat keberhasilan mereka membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkembang di bidang ini,” katanya dengan penuh semangat.
Dunia MUA tidak hanya tentang keterampilan dalam merias wajah, tetapi juga tentang membangun hubungan baik dengan klien. “Kepuasan klien adalah prioritas utama. Oleh karena itu, saya selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada mereka,” ujarnya.

Dukungan dari keluarga dan teman-teman juga menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya. “Saya sangat bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung saya. Mereka memahami kesibukan saya dan selalu memberikan semangat agar saya terus berkembang,” tambahnya.
Fitriya juga mengungkapkan bahwa keberhasilan tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras dan konsistensi. “Saya selalu berusaha untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pekerjaan saya. Dunia kecantikan terus berkembang, jadi saya harus terus mengikuti tren dan teknik terbaru,” katanya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada para pemula yang ingin terjun ke dunia MUA agar tidak mudah menyerah. “Bagi yang ingin menjadi MUA, jangan takut untuk memulai. Bangun portofolio, ikut seminar, dan terus berlatih. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan menikmati prosesnya,” pesannya.

Saat ini, Fitriya memiliki impian untuk semakin mengembangkan kariernya. “Saya berharap semoga karir saya di bidang makeup tetap berjalan dengan baik dan ke depan bisa semakin sukses. Saya ingin selalu memberikan pelayanan terbaik bagi klien-klien saya,” harapnya.
Dengan tekad yang kuat dan semangat yang tinggi, Fitriya Ramdaningsih terus melangkah maju di dunia kecantikan. Perjalanannya menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mengejar passion mereka dan menjadikannya sebagai profesi yang menjanjikan.