Jakarta, TeropongJakarta.com – Malam Lailatul Qadar, yang dipercaya sebagai malam yang penuh berkah dan keutamaan dalam agama Islam, menyaksikan jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia bersatu dalam ibadah dan pengabdian. Dari Afrika hingga Asia, dan dari Amerika hingga Eropa, kaum Muslimin merayakan malam yang diyakini sebagai saat turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, masjid-masjid dipenuhi oleh para jamaah yang berbondong-bondong datang untuk melaksanakan ibadah tarawih dan qiyamul lail, sementara jalan-jalan di sekitarnya dihiasi dengan lampu-lampu indah dan dekorasi yang memancarkan kehangatan spiritual.

Di tengah pandemi global yang masih berlangsung, protokol kesehatan ketat tetap diterapkan dalam upaya menjaga keselamatan para jamaah. Namun demikian, semangat dan antusiasme umat Islam tidak berkurang sedikit pun. Dengan hati yang khusyuk dan penuh harap, mereka menghabiskan malam yang berharga ini dalam doa, dzikir, dan memperbanyak amal ibadah.

Para ulama dan tokoh agama juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian, harmoni, dan kasih sayang antar sesama manusia, mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan kebersamaan dan kekuatan iman, umat Islam di seluruh dunia merayakan Lailatul Qadar sebagai momen bersejarah yang memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta meneguhkan tekad untuk terus berbuat kebaikan dan memperbaiki diri di setiap kesempatan yang diberikan.