Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Dari Karate hingga Menembak, Perjalanan Prestasi Polwan Zulfany Fadhilla Rizqi

    Sekali Seleksi Langsung Lolos UNIFIL, Kisah pengabdian Serda Dina

    Perjalanan Karier DJ Sandra Queen, dari Kecintaan pada Musik hingga Ingin Bangun Masjid

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » dr. Annisa, Sp.GK.: Puasa, Pola Makan, dan Tantangan Gizi di Tengah Tren Penyakit Metabolik
    Health

    dr. Annisa, Sp.GK.: Puasa, Pola Makan, dan Tantangan Gizi di Tengah Tren Penyakit Metabolik

    AdminBy AdminMarch 6, 2026Updated:March 6, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Data Survei Kesehatan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas pada usia produktif. Di saat yang sama, konsumsi masyarakat terhadap gula, garam, dan makanan tinggi lemak masih melampaui anjuran harian. Situasi ini menjadi ironi ketika bulan puasa tiba, periode yang semestinya menjadi momentum pengendalian diri justru kerap diwarnai pola makan berlebihan.

    Dokter spesialis gizi klinik dr. Annisa, Sp.GK., AIFO-K, menilai Ramadan seharusnya dapat menjadi titik balik perbaikan kebiasaan makan. “Secara fisiologis, puasa memberi kesempatan tubuh mengatur ulang pola metabolisme. Namun manfaat itu sangat bergantung pada kualitas asupan saat sahur dan berbuka,” ujar Annisa saat dihubungi, Jumat 20/02.

    Ia menyoroti kecenderungan konsumsi makanan tinggi gula sederhana dan lemak jenuh saat berbuka. Menu seperti gorengan, minuman manis, dan hidangan tinggi kalori memang lezat setelah seharian berpuasa. Tetapi lonjakan gula darah yang terjadi secara drastis, kata dia, justru membebani kerja pankreas dan memicu rasa lemas setelahnya.

    Fenomena kenaikan berat badan selama Ramadan juga bukan hal baru. Sejumlah studi menunjukkan sebagian orang mengalami surplus kalori akibat perubahan pola makan dan berkurangnya aktivitas fisik. “Banyak yang menganggap puasa otomatis menurunkan berat badan. Padahal jika asupan makan berlebihan dan tidak seimbang, berat badan justru bisa naik,” kata dr. Annisa.

    Menurut dia, kunci utama adalah keseimbangan zat gizi. Saat sahur, ia menganjurkan konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, ubi, atau gandum utuh yang dipadukan dengan protein seperti ayam, telur, ikan, atau kacang-kacangan serta serat dari sayur dan buah. Kombinasi ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

    Sementara itu, berbuka idealnya dilakukan bertahap. Air putih dan buah atau 1-3 butir kurma dapat menjadi pembuka sebelum beralih ke makanan utama dengan komposisi gizi seimbang. “Berbuka bukan ajang balas dendam. Tubuh tetap membutuhkan kontrol,” ujarnya.

    dr. Annisa juga menekankan pentingnya hidrasi. Kebutuhan cairan harian tetap harus terpenuhi meski waktu minum terbatas. Ia menyarankan pembagian konsumsi air sejak berbuka hingga sahur secara bertahap untuk mencegah dehidrasi yang dapat menurunkan konsentrasi dan produktivitas.

    Bagi kelompok dengan penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan lambung, penyesuaian pola makan menjadi semakin krusial. Konsultasi medis diperlukan agar puasa tidak memperburuk kondisi kesehatan.

    Di tengah maraknya gaya hidup instan dan konsumsi pangan olahan, Ramadan dapat menjadi ruang refleksi terhadap hubungan individu dengan makanan. dr. Annisa melihat puasa sebagai latihan disiplin yang berdampak jangka panjang bila dijalani dengan kesadaran akan pola hidup sehat.

    “Puasa melatih pengendalian diri. Jika prinsip ini diterapkan pada pilihan makanan, maka Ramadan bisa menjadi awal perubahan pola hidup yang lebih sehat,” kata dr. Annisa.

    Pada akhirnya, bulan puasa bukan sekadar ritual tahunan. Ia dapat menjadi momentum memperbaiki kualitas konsumsi masyarakat atau justru mempertegas problem lama pola makan modern. Pilihan itu, menurut dr. Annisa, kembali pada kesadaran masing-masing individu dalam menjaga tubuhnya.

    gaya hidup sehat Ramadan kebiasaan makan Ramadan gizi saat puasa konsumsi gula saat puasa menjaga berat badan puasa hidrasi saat puasa news penyakit metabolik diabetes hipertensi obesitas pola makan Ramadan tantangan gizi puasa pola makan sehat puasa pola makan seimbang Ramadan puasa dan metabolisme tubuh puasa sehat TeropongJakarta.com tips sahur dan berbuka kesehatan tubuh Ramadan
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleMuda, Profesional, dan Inspiratif: dr. Argy Mengubah Cara Publik Menyikapi Kesehatan
    Next Article Sambut Hari Raya dengan Anggun: Peluncuran Koleksi Baju Kurung Berkelas dan Nyaman
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Karate hingga Menembak, Perjalanan Prestasi Polwan Zulfany Fadhilla Rizqi

    October 30, 2026

    Sekali Seleksi Langsung Lolos UNIFIL, Kisah pengabdian Serda Dina

    October 30, 2026

    Bertugas di Lebanon, Serda Putu Listia Kurniawati Tetap Lanjutkan S2 Hukum

    October 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food food Blogger Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle mahasiswa malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Dari Karate hingga Menembak, Perjalanan Prestasi Polwan Zulfany Fadhilla Rizqi

    Sekali Seleksi Langsung Lolos UNIFIL, Kisah pengabdian Serda Dina

    Perjalanan Karier DJ Sandra Queen, dari Kecintaan pada Musik hingga Ingin Bangun Masjid

    Berawal dari Modeling Sejak SD, Angell Ozawwa Dikenal sebagai Scorpio Queen

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.