Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dari Panggung ke Ruang Konseling: Nanda Anggoro Kasih Wibowo Ubah Stigma Guru BK Jadi Sahabat Siswa
    Education

    Dari Panggung ke Ruang Konseling: Nanda Anggoro Kasih Wibowo Ubah Stigma Guru BK Jadi Sahabat Siswa

    AdminBy AdminFebruary 23, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Sragen, TeropongJakarta.com – Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah kerap dipersepsikan sebagai tempat “sidang” bagi siswa bermasalah. Stigma itu yang coba diubah oleh Nanda Anggoro Kasih Wibowo, guru BK asal Sragen yang telah tujuh tahun mengabdi di dunia pendidikan.

    Lahir pada 1996 dari keluarga seniman ayah seorang dalang wayang kulit dan ibu penari Nanda tumbuh dalam atmosfer seni yang kuat. Empat saudara perempuannya juga menekuni musik. Lingkungan itu membentuk kepekaan rasa yang kelak menjadi fondasi dalam mendampingi siswa.

    “Saya tidak ingin menjadi guru BK yang ditakuti. Saya ingin menjadi sahabat bagi siswa, tempat mereka merasa aman untuk bercerita,” ujar, Senin, 23 Februari 2026.

    Menurut dia, tantangan terbesar seorang guru BK bukanlah menyelesaikan masalah siswa, melainkan membangun kepercayaan. Banyak siswa datang dengan rasa cemas karena menganggap BK identik dengan hukuman. Untuk mematahkan anggapan itu, Nanda membuka ruang konselingnya secara lebih inklusif. Siswa dipersilakan datang bukan hanya saat bermasalah, tetapi juga ketika ingin berbincang santai.

    Pendekatan yang ia gunakan tak lepas dari latar belakang seni. Ia kerap mengibaratkan kehidupan remaja seperti alur cerita wayang penuh konflik, tokoh, dan proses pendewasaan. “Setiap anak punya ceritanya sendiri. Tugas saya bukan mengubah ceritanya, tapi membantu mereka memahami peran dan pilihan yang mereka miliki,” katanya.

    Dalam sesi konseling, Nanda juga menggunakan metafora dan cerita untuk mempermudah siswa memahami emosi mereka. Cara itu, menurutnya, membuat suasana lebih ringan dan tidak terasa menggurui. “Remaja tidak butuh dinasihati panjang lebar. Mereka hanya ingin didengar dan divalidasi perasaannya,” ujarnya.

    Di luar jam sekolah, Nanda tetap aktif sebagai wedding singer pada akhir pekan. Dunia panggung, kata dia, justru membantunya mengasah kepercayaan diri dan kemampuan mengelola emosi. “Dunia panggung melatih saya tampil utuh dan percaya diri. Sementara di ruang BK, saya belajar menahan diri dan mendengarkan sepenuh hati. Keduanya saling melengkapi,” ucapnya.

    Menjalani dua peran sekaligus menuntut disiplin dan manajemen waktu yang ketat. Namun Nanda meyakini, selama dijalani dengan komitmen, keduanya dapat berjalan seimbang.

    Refleksi tujuh tahun pengabdiannya menyisakan satu pelajaran penting: pendampingan jauh lebih berarti daripada solusi instan. Ia menilai, di tengah tekanan akademik dan sosial yang kian kompleks, siswa membutuhkan ruang aman untuk gagal, mencoba lagi, dan menemukan jati diri tanpa rasa takut.

    “Bagi saya, keberhasilan guru BK bukan diukur dari seberapa cepat masalah selesai, tetapi dari seberapa nyaman siswa kembali datang untuk bercerita,” tutur Nanda.

    Di tengah arus pendidikan yang semakin kompetitif, pendekatan empatik yang ia bangun menjadi pengingat bahwa sekolah tak hanya tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang menumbuhkan kemanusiaan.

    Guru Bimbingan dan Konseling Guru BK asal Sragen Guru BK sahabat siswa Guru BK Sragen Konseling remaja di sekolah Nanda Anggoro Kasih Wibowo Pendekatan empati dalam pendidikan Ruang konseling sekolah Stigma ruang BK Teropong Jakarta Ubah stigma guru BK
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticlePuteri Kebaya Remaja 2025 Anindya Mutiara Cinta Borong Tiga Penghargaan di Melayu Day Yala 2026
    Next Article Di Antara Keterbatasan dan Tekad, Jalan Panjang Indri dari Ponorogo
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    October 7, 2026

    Suliastini Sulistasniem: Dari Karyawan Perusahaan Jepang hingga Membangun Bisnis dan Sekolah di Batam

    October 1, 2026

    Devrin Cahyanto Pratama, Dari Event Esports hingga Menggerakkan Piala Sedulur Purworejo

    September 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.