Ambon, TeropongJakarta.com – Peran sebagai ibu rumah tangga dan istri prajurit TNI Angkatan Laut tidak menjadi penghalang bagi Betrica Hesty Udayani, S.E., S.H. untuk tetap menempuh pendidikan dan berkarya. Di tengah tanggung jawab keluarga serta peran sosial sebagai ibu komandan, ia memilih tetap aktif dan produktif melalui pendidikan formal dan ruang digital.
Betrica adalah istri Letnan Kolonel Laut (P) Eko Hadi Suwarno, M.Tr.Opsla, Komandan KRI Dorang-874 yang bertugas di Ambon. Sebagai keluarga prajurit aktif, ia dihadapkan pada dinamika kehidupan militer yang menuntut kesiapan mental, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi terhadap penugasan yang kerap berubah.

Menurut Betrica, kehidupan sebagai istri prajurit identik dengan keterbatasan waktu dan jarak. Dalam kondisi tersebut, ia harus menjalankan peran ganda: mengasuh anak, menjaga stabilitas keluarga, sekaligus menjadi pendamping bagi suami yang menjalankan tugas negara. “Manajemen waktu, komunikasi, dan kesiapan mental menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” kata Betrica, Minggu, 8 Februari 2026.
Di tengah kesibukan domestik, Betrica menyelesaikan pendidikan tinggi hingga meraih dua gelar sarjana, yakni Sarjana Ekonomi dan Sarjana Hukum. Ia memandang pendidikan sebagai bekal jangka panjang, baik untuk pengembangan diri maupun sebagai teladan bagi anak-anaknya. “Peran domestik tidak seharusnya menghentikan proses belajar,” ujarnya.

Selain sebagai ibu dan istri, Betrica juga memikul peran sosial sebagai ibu komandan. Tanggung jawab ini menuntut keterlibatan dalam kegiatan organisasi dan pembinaan lingkungan keluarga prajurit. Ia mengakui tantangan terbesar terletak pada pembagian waktu dan fokus antara keluarga inti dan tanggung jawab sosial. Menurut dia, keseimbangan hanya dapat dijaga melalui disiplin dan kejelasan prioritas.
Di luar itu, Betrica memanfaatkan platform digital sebagai ruang aktualisasi. Ia aktif sebagai konten kreator dan affiliate, membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai keluarga, peran perempuan, dan kemandirian. Aktivitas tersebut dijalani dari rumah, tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai ibu. Ia menilai teknologi membuka peluang bagi perempuan untuk tetap produktif sesuai dengan kondisi masing-masing.

Betrica berharap keterlibatannya di ruang digital dapat mendorong perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih percaya diri mengembangkan potensi diri. Ia menekankan pentingnya kemandirian mental dan finansial sebagai bagian dari penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Bagi Betrica, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Ia meyakini ketekunan, disiplin, dan kemauan belajar sebagai kunci menghadapi berbagai tuntutan peran. “Perempuan tetap bisa berdaya selama memiliki komitmen untuk terus bertumbuh,” katanya.
