Ambon, TeropongJakarta.com – Betrica Hesty Udayani, S.E., S.H., istri prajurit TNI Angkatan Laut yang tengah berdinas di Ambon, menegaskan bahwa peran sebagai ibu rumah tangga tidak seharusnya membatasi ruang gerak perempuan untuk tetap produktif dan berkembang. Di tengah tanggung jawab keluarga serta peran sosial sebagai ibu komandan, Hesty tetap aktif menempuh pendidikan dan berkarya melalui platform digital.
Hesty mengatakan kehidupan sebagai istri prajurit kerap dihadapkan pada jarak, waktu yang terbatas, serta situasi yang menuntut kesiapan mental. Dalam kondisi tersebut, ia harus menguatkan diri sendiri, menjadi sandaran bagi anak-anak, sekaligus tetap hadir secara emosional bagi suami yang menjalankan tugas negara. “Situasi ini menuntut manajemen waktu yang disiplin, komunikasi yang terjaga, dan kesiapan untuk beradaptasi,” ujar Betrica, Minggu, 08 Februari 2026.

Di tengah kesibukan mengurus keluarga, Betrica menyelesaikan pendidikan tinggi hingga meraih dua gelar sarjana, yakni Sarjana Ekonomi dan Sarjana Hukum. Ia menilai pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang penting, tidak hanya bagi pengembangan diri, tetapi juga sebagai contoh bagi anak-anak. Menurut dia, pendidikan membantu membentuk cara berpikir yang lebih sistematis dan bijak dalam mengambil keputusan. “Belajar tidak berhenti hanya karena peran domestik,” katanya.
Selain menjalani peran sebagai ibu dan istri, Betrica juga memikul tanggung jawab sosial sebagai ibu komandan. Peran ini menuntut keterlibatan aktif dalam kegiatan organisasi, pembinaan anggota, serta menjaga sikap dan komunikasi di lingkungan kedinasan. Ia mengakui tantangan terbesar terletak pada pembagian waktu, energi, dan fokus antara keluarga inti dan tanggung jawab sosial. “Anak-anak membutuhkan kehadiran ibu secara utuh, sementara peran organisasi menuntut konsistensi,” ujarnya.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut, Betrica mengedepankan kedisiplinan dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas. Ia menilai setiap peran memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang sama pentingnya. Oleh karena itu, komitmen dan rasa tanggung jawab menjadi prinsip utama yang ia pegang. Menurut dia, keharmonisan dapat terjaga apabila setiap peran dijalani dengan kesadaran dan sikap saling menghargai.
Di luar aktivitas domestik dan sosial, Betrica juga aktif sebagai konten kreator dan affiliate. Melalui platform digital, ia membagikan pengalaman, pengetahuan, serta pandangannya mengenai peran perempuan, keluarga, dan kemandirian. Aktivitas ini ia jalani dari rumah tanpa meninggalkan peran utama sebagai ibu. “Teknologi memberi peluang bagi perempuan untuk tetap produktif sesuai dengan kondisi masing-masing,” kata Betrica.

Betrica berharap keterlibatannya di ruang digital dapat mendorong perempuan, khususnya ibu rumah tangga, untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi diri. Ia menekankan pentingnya kemandirian mental dan finansial sebagai bagian dari penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Menurut dia, kemandirian bukan semata soal penghasilan, tetapi juga tentang keberanian mengambil keputusan dan tanggung jawab atas pilihan hidup.
Bagi Betrica, keterbatasan peran dan kondisi bukan alasan untuk berhenti berkembang. Ia menilai ketekunan, disiplin, dan kemauan belajar menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan. “Perempuan tetap bisa berdaya dan memberi dampak positif, selama memiliki komitmen untuk terus belajar dan bertumbuh,” ujarnya.
