Author: Admin

Yogyakarta, LensaRedaksi.com – Menjelang senja, Malioboro kembali berganti wajah. Keramaian siang hari perlahan mereda, digantikan aktivitas Pasar Sore Malioboro yang mulai hidup. Lapak-lapak dibuka satu per satu, menawarkan beragam oleh-oleh khas Yogyakarta. Di antara deretan pedagang itu, Imam Rofi’i menata tas-tas bermotif batik dan etnik rutinitas yang kini menjadi bagian dari kesehariannya. Perjalanan Imam Rofi’i sebagai pedagang di Pasar Sore Malioboro bermula dari usaha keluarga. Ia tidak langsung berjualan tas. Bertahun-tahun sebelumnya, Imam membantu mertuanya yang lebih dulu berjualan batik sebagai oleh-oleh di kawasan tersebut. Dari lapak batik keluarga itulah ia mengenal Malioboro lebih dekat, bukan hanya sebagai ruang wisata,…

Read More

Bekasi, TeropongJakarta.com – Di balik keseharian yang dipenuhi peran sebagai ibu, pendidik, dan content creator, Fauziah Eka Risna Puspita, yang dikenal di media sosial sebagai ferisnapuspita, memilih satu benang merah yang terus ia jaga: berbagi dan memberi makna. Perempuan yang tinggal di Bekasi ini memaknai proses berkaryanya bukan sebagai upaya mengejar sorotan, melainkan ikhtiar untuk tetap hadir secara utuh dalam berbagai ruang kehidupan. Fauziah memulai perjalanan profesionalnya sebagai pendidik kimia. Bertahun-tahun berada di ruang kelas membuatnya memahami bahwa pendidikan tidak berhenti pada transfer pengetahuan. “Saya menyadari pendidikan itu bukan hanya soal materi pelajaran, tapi soal memahami manusia cara berpikir, emosi,…

Read More

Jakarta, TeropongJakarta.com – Merantau sering kali menjadi titik balik bagi seseorang untuk mengenali dirinya sendiri. Bagi Nadya Azhari, perempuan asal Kota Pariaman, Sumatra Barat, perjalanan hidup di perantauan justru menjadi ruang refleksi tentang makna bertumbuh tanpa harus kehilangan jati diri. Kini menetap di Ibu kota DKI Jakarta, Nadya menjalani proses pendewasaan yang membawanya pada satu kesimpulan: penerimaan diri adalah fondasi utama untuk tumbuh. “Bagi aku, bertumbuh tanpa harus menjadi orang lain berarti berproses menjadi versi terbaik dari diri sendiri, tanpa kehilangan jati diri,” kata Nadya saat diwawancarai, Minggu 25/01/2025. Kesadaran itu, menurutnya, tidak datang secara tiba-tiba. Ada fase di mana…

Read More

Karawang, TeropongJakarta.com – Delapan tahun bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong membuat Yati Nurhayati akrab dengan dapur. Perempuan asal Karawang, Jawa Barat, itu tak hanya memasak untuk memenuhi kewajiban kerja, tetapi menjadikan aktivitas tersebut sebagai ruang belajar budaya, empati, dan perawatan. “Saya ke Hong Kong awalnya untuk bekerja menjaga kakek,” kata Yati saat diwawancarai. Setelah sang kakek meninggal dunia, Yati melanjutkan pekerjaannya merawat sang nenek. Dari hubungan kerja itu, tumbuh kedekatan yang berawal dari satu kesamaan: kegemaran memasak. “Nenek memang hobi masak. Awalnya saya hanya membantu, lama-lama dia mengajarkan langsung. Dari situ saya belajar banyak masakan Cina,”…

Read More

Jakarta, TeropongJakarta.com – Di tengah derasnya arus informasi dan budaya serba cepat, praktik mendengar perlahan kehilangan ruangnya. Pesan disampaikan dengan cepat, dikonsumsi sepintas, lalu segera tergantikan. Dalam lanskap semacam itu, suara kerap diposisikan sekadar alat teknis. Namun bagi Laili Fithriyah SIP, M.Ikom dikenal sebagai Vely Syukran suara justru menyimpan tanggung jawab yang lebih dalam: menghadirkan makna. Vely adalah radio broadcaster senior di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Ia telah menekuni dunia penyiaran lebih dari 25 tahun sejak memulai karier pada 2001. Pada fase awal, ia juga sempat berkiprah sebagai presenter dan news anchor TVRI hingga 2007. Dalam…

Read More

Kulon Progo, TeropongJakarta.com – Pagi di Kulon Progo kerap dimulai dengan suara langkah kecil di lantai ruang latihan. Siti Puspa Kumala Purbasari. Mala membiasakan tubuhnya bergerak sebelum hari benar-benar berjalan. Gerak, baginya, bukan sekadar hafalan koreografi, melainkan cara memahami waktu dan kesabaran. Mala mengenal seni tari sejak duduk di bangku sekolah menengah kejuruan. Dari kegiatan sekolah, ia mulai rutin mengikuti lomba dan tampil dalam berbagai acara. Panggung-panggung kecil itu menjadi ruang belajar: tentang ritme, ketahanan tubuh, dan kepercayaan diri. Honor yang ia terima tak besar, tetapi cukup untuk menegaskan satu hal seni bisa berdiri sebagai kerja. “Dari situ saya sadar,…

Read More

Tangerang, TeropongJakarta.com – Pagi bagi Iis Amin bukan sekadar pergantian waktu. Ia adalah ruang sunyi untuk menata diri. Saat sebagian orang masih bergulat dengan sisa kantuk, Iis telah lebih dulu berlari menyusuri jalanan Tangerang, membiarkan langkahnya menyatu dengan napas yang teratur. Dari kebiasaan itulah, ia menemukan satu bentuk ketenangan yang tak ia dapatkan di tempat lain. “Lari sangat membantu kesehatan mental saya,” kata Iis. Hampir setiap pagi sebelum bekerja, ia menyempatkan diri berlari. Rutinitas itu, menurutnya, memberi dampak nyata sepanjang hari. “Pikiran jadi lebih segar, badan lebih fresh, dan fokus bekerja. Mood juga jauh lebih baik.” Di tengah tekanan pekerjaan…

Read More

Tuban, TeropongJakarta.com – Kesadaran itu tidak datang tiba-tiba bagi Yovika Winda Yanuarriski. Ia tumbuh perlahan, mengikuti kelelahan yang berulang dan tuntutan hidup yang datang bersamaan. Perempuan yang akrab disapa Vika dan tinggal di Tuban, Jawa Timur, ini menjalani hari-hari dengan banyak peran: atlet, mahasiswa keperawatan, pemimpin organisasi, sekaligus individu yang kerap dituntut untuk selalu kuat. Pada awalnya, tubuh ia perlakukan sebagai alat. Ia dipacu cepat, dituntut tahan, dan diminta terus bergerak tanpa banyak ruang pemulihan. Prestasi menjadi orientasi utama. “Dulu saya merasa kalau lelah itu tanda kurang kuat,” kata Vika saat diwawancarai. “Kalau capek, ya dilawan.” Cara pandang itu berubah…

Read More

Mentawai, TeropongJakarta.com – Pilihan hidup Vidya Dwiyan tidak berangkat dari hasrat menjadi pahlawan. Keputusannya bergabung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) didorong alasan yang lebih praktis. “Saya ingin bekerja, mandiri, dan bisa membantu keluarga,” kata Vidya saat dihubungi. Baginya, mampu berdiri di atas kaki sendiri adalah pencapaian awal yang ingin ia raih. Tak lama setelah bergabung, Vidya menyadari bahwa menjadi rescuer bukan sekadar pekerjaan. Ia terjun langsung ke lapangan, menghadapi medan ekstrem, dari operasi di ketinggian, memasuki bangunan runtuh, hingga mengoperasikan alat-alat SAR. Risiko menjadi bagian dari keseharian. Pada awalnya, keluarga sempat diliputi kekhawatiran. “Mereka kaget lihat kegiatannya. Takut,…

Read More

Pasuruan, TeropongJakarta.com – Perjalanan hidup Eka Tyanta tumbuh dari panggung hiburan rakyat. Dari kampung ke kampung di wilayah Pasuruan, dunia dangdut bukan hanya menjadi ruang mencari nafkah, tetapi juga membentuk kemandirian hidup hingga mempertemukannya dengan jodoh. Dalam ungkapan Jawa, jodoh jalaran seko kulino jodoh datang dari kebiasaan yang dijalani kalimat itu menggambarkan kisah Eka. Ketertarikan Eka pada dunia seni bermula sejak remaja. Ia pernah menjadi mayoret marching band di kampung halamannya. Dari posisi itu, ia terbiasa berdiri di depan banyak orang sekaligus bernyanyi. “Saya nyanyi itu berawal dari mayoret marching band di kampung,” kata Eka saat diwawancarai. Pengalaman tersebut menjadi…

Read More